Natsir v Soekarno

September 19, 2009 pukul 1:30 am | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah | 3 Komentar

Pada tahun 1990-an, Natsir pernah terlibat polemik dengan Soekarno, tentang agama dan negara.

Menurut Soekarno, agama mesti dipisahkan dari negara. Ia berpendapat, dengan mengutip, di antaranya adalah Syeikh Ali Abdur Raziq, seorang ulama dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, bahwa dalam Al-Qur’an dan sunnah maupun ijma ulama, tidak ada keharusan bersatunya negara dengan agama. Soekarno lalu menengok ke Turki, di mana Mustafa Kemal Attartuk memisahkan agama dari negara. Dan, menurut Soekarno, karena itu Turki bisa maju.

Tapi bagi Natsir, pemikiran Soekarno itu keliru, karena Islam itu tidka dapat dipisahkan dari negara. Urusan negara adalah bagian dari menjalankan perintah Allah. Natsir merujuk merujuk pada Al-Qur’an surat 51: 56, “Tidaklah Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepada Ku“. Bagi Natsir, negara bukanlah segala-galanya. Negara hanyalah alat untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya.

Natsir pernah mengatakan “Bagi kaum Muslimin, negara bukanlah suatu badan yang tersendiri yang menjadi tujuan. Dengan persatuan agama dengan negara yang kita maksudkanbukanlah bahwa agama itu cukup sekedar dimasukkan saja ke sana sini kepada negara ini. Bukan begitu! Negara, bagi kita bukan tujuan, tetapi alat. Urusan kenegaraan pada pokoknya dan pada dasarnya adalah satu bagian yang tak dapat dipisahkan, satu ‘intergreerenddeel‘ dari Islam. Yang menjadi tujuan ialah: Kesempurnaan berlakunya undang-undang ilahi, baik yang berkenaan dengan perikehidupan manusia sendiri (sebagai individu), ataupun sebagai anggota dari masyarakat”.

Iklan

Islam vs Demokrasi

Juli 17, 2009 pukul 10:50 pm | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah | 8 Komentar

Suatu kali, Ahmad Hassan pernah ditanya, “Tuan tadi mengatakan bahwa pemerintahan Islam itu berdasarkan Al-Qur’an, Hadits, dan musyawarah. Sedangkan pemerintahan demokrasi tulen, hanya dengan rembukan rakyat. Di antara dua ini, manakah yang lebih baik?”

“Pemerintahan secara demokrasi atau kedaulatan rakyat, semata-mata berdasarkan kemauan rakyat. Kalau rakyat mau halalkan zina, mengizinkan produksi minuman beralkohol, dan seterusnya, niscaya boleh. Sedangkan menurut Islam, yang haram tetaplah haram; yang makruh tetaplah makruh; dan yang sunah tetaplah sunah. Kedaulatan rakyat berlaku di urusan-urusan luar dari yang tesebut. Dalam pemerintahan dengan cara Islam, maksiat tidak dapat menjadi perkara biasa, sedangkan dalam sistem pemerintahan demokrasi tulen, yang haram bisa jadi halal, yang wajib bisa jadi haram, asal dikehendaki oleh rakyat. Dari sini, tuan bisa tahu mana yang lebih baik” Jawab Ahmad Hassan

Wanita Muslimah

Juli 14, 2009 pukul 10:53 pm | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Wanita muslimah harus bersungguh-sungguh dalam memahami Al-Qur’an untuk mengetahui apa tujuan dakwah Islam dan untuk membentuk pribadi mereka sebagai pribadi muslimah yang rabbaniyyah yang bermanfaat bagi diri diri sendiri dan bagi orang lain.

Peran wanita muslimah tidaklah sebatas merawat suami, anak, dan rumahnya. Ini hanyalah sebagian kecil dari tanggung jawabnya sebagai muslimah, karena muslimah juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu suaminya, keluarga dan saudara-saudaranya dalam bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Muslimah harus berusaha mengarahkan semua perhatian suaminya untuk membela Islam dan berkorban di jalannya serta membantunya memikul beban perjuangan.

Zainab Al-Ghazali

Rahasia Al-Qur’an

Juli 13, 2009 pukul 11:46 pm | Ditulis dalam Inspirasi, R E N U N G A N, Tarbiyah | 2 Komentar

Al-Qur’an tidak menyingkap rahasianya, kecuali kepada orang-orang yang terjun ke medan perang dengan berbekal Al-Qur’an dan berjihad demi membelanya.

Sayyid Quthb

AKHI

Juli 13, 2009 pukul 10:55 pm | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Saudaraku, engkau merdeka meski berada di balk jeruji penjara

Saudaraku, engkau merdeka meski diborgol dan dibelenggu

Bila engkau pada Allah berpegang teguh

Maka tiu daya musuh tidak membahayakanmu

Wahai saudaraku, pasukan kegelapan akan binasa

dan fajar baru akan menyingsing di alam semesta

lepaskan kerinduan jiwamu

engkau akan melihat fajar dari jauh telah bersinar

saudaraku, engkau jangan jenuh berjuang

engkau lemparkan senjata dari kedua pundakmu

siapakah yang akan mengobati luka-luka para korban

dan meninggikan kembali panji-panji jihad?

Sayyid Quthb

Mutiara Sayyid Qutb

Juli 12, 2009 pukul 10:59 pm | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah | 2 Komentar

Jari telunjuk yang setiap hari memberi kesaksian tauhid kepada Allah saat shalat menolak menulis satu kata pengakuan untuk peguasa tiran.

Jika  saya dipenjara karena kebenaran, saya rela dengan hukum kebenaran.

Jika saya dipenjara karena kebatilan, pantang bagi saya minta belas kasihan kepada kebatilan.

Sayyid Qutb

3 Hal di dalam 3 Hal

Juli 12, 2009 pukul 10:53 pm | Ditulis dalam Inspirasi, R E N U N G A N, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Sesungguhnya Allah menyembunyikan tiga hal di dalam tiga hal:

1. Allah menyembunyikan ridla-Nya di dalam ketaatan kepada-Nya, maka jangan sampai meremehkan ketaatan apapun bentuknya, karena ada seorang yang memberi minum kepada anjing lalu Allah ber”terima kasih” kepadanya dan mengampuninya.

2. Allah menyembunyikan murka-Nya di dalam kemaksiatan kepada-Nya. Sesungguhnya ada seorang wanita yang masuk neraka karena kucing yang ia kurung; ia tidak memberinya makan dan tidak juga membiarkannya pergi.

3. Allah menyembunyikan rahasia-rahasia Nya pada diri hamba-hamba Nya. Oleh karena itu, janganlah kalian menghina seorang hamba-Nya, karena banyak orang yang kusut berdebu, namun jika ia bersumpah atas nama Allah, maka Allah akan mengabulkan sumpahnya itu.

Mutawalli Asy-Sya’rawi

Ilmu itu …

Juli 12, 2009 pukul 10:25 pm | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Ilmu itu bersifat internasional, bukan milik satu umat dan tidak khusus untuk satu benua, sehingga yang lain sangat tergantung padanya. Ilmu itu bebas sebagaimana udara yang kita gunakan untuk bernafas dan seperti lautan yang mengelilingi daratan.

Ilmu merupakan kumpulan hakikat yang ditemukan akal manusia sepanjang fase-fase pemikiran, pengalaman, dan penelitian yang berkesinambungan sepanjang masa.

Muhibbuddin Al-Khatib

Konspirasi Musuh-Musuh Islam

Juli 11, 2009 pukul 10:51 pm | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Hati-hatilah terhadap konspirasi musuh-musuh Islam. Mereka akan selalu mengusahakan perusakan, penghancuran, pendustaan, dan penipuan terhadap kaum muslimin; baik di masa lampau ataupun sekarang, baik berupa pembunuhan terhadap para khalifah, kisah-kisah Israiliyat di tafsir dan hadits, penghinaan terhadap para sahabat dan Tabi’in, atau pemalsuan sirah Nabawiyah.

Semua itu rekayasa Yahudi dan Majusi. Mereka yang mendalangi semua upaya tersebut, membentuk gerakan perusak, organisasi-organisasi rahasia, dan kelompok-kelompok kebatinan yang pengaruhnya masih terasa sampai sekarang.

Mereka bergerak di balik istilah-istilah menterang, bendera beragam, dan nama berbeda-beda, akan tetapi semuanya satu tujuan: menghancurkan Islam, merobohkan pilar-pilar penegak masyarakat, merampas kekayaan, merusak generasi muda, dan memerangi da’i, sehingga umat Islam kehilangan jati diri dan mengekor kepada penjajah.

Mereka menggunakan media massa, kekayaan riba, pelacuran, narkoba, tempat-tempat seni hiburan, judi, sarana-sarana perusak lainnya. Juga, menggunakan murid-muridnya yang mereguk peradaban Barat.

Muhibuddin Al-Khatib

Islam dan Budaya Syirik

Juli 11, 2009 pukul 10:28 pm | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Aqidah atau tauhid adalah pondasi agama Islam yang penting. Hanya saja, aqidah atau tauhid umat ini telah dicemari oleh berbagai hal seperti takhayul, bid’ah, dan khurafat yang bisa menjatuhkan pelakunya kepada syirik.

Aktifitas-aktifitas seperti mengunjungi para wali, mempersembahkan hadiah dan meyakini bahwa mereka mampu mendatangkan keuntungan atau kesusahan, mengunjungi kuburan mereka, mengusap-usap kuburan tersebut dan memohon keberkahan kepada kuburan tersebut. Seakan-akan Allah Ta’ala sama dengan penguasa dunia yang dapat didekati dari para tokoh mereka, dan orang-orang dekatnya.

Bahkan manusia telah melakukan syirik apabila mereka mempercayai bahwa pohon kurma, pepohonan lain, sandal atau juru kunci makam, dapat diambil berkahnya, dengan tujuan agar mereka dapat memperoleh keuntungan.

Pencemaran terhadap ajaran Islam yang murni bermula di masa pemerintahan Islam Abbasiyah di Baghdad. Kemajuan ilmu pengetahuan di zaman itu telah menyeret kaum Muslimin untuk ikut pula memasyarakatkan filsafat Yunani dan Romawi. Selain itu, pengaruh mistik platonik dari budaya Rusia ikut menimbulkan pengaruh negatif pada ajaran Islam. Puncaknya adalah berbagai macam kebatilan dan takhayul yang dipraktikkan kaum Hindu mulai diikuti orang-orang Islam. Wilayah Arab, sebagai tempat kelahiran Islam pun tidak luput dari pengaruh buruk tersebut, sehingga harus dilukakan pembersihan terhadap anasir-anasir asing yang merusak kemurnian Islam.

Muhammad Abdul Wahhab

« Laman SebelumnyaLaman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.