Canibalisme, Kini di Lindungi Hukum,.. Naudzubillah Min Dzalik…

Juli 6, 2009 pukul 11:02 pm | Ditulis dalam Cerita, M Y F R I E N D S W O R D, R E N U N G A N, Uneg-uneg, Waahhhhhh | 4 Komentar
Postingan ini dari kawanku yang paling senang menebar salam persahabatan: eidariesky:

(jangan buka artikel ini jika anda tidak kuat melihat nya )

Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuatdari sari/kaldu janin manusia. ‘Healthy Soup’ yang dipercaya dapat meningkatkan stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 – 8 bulan dapat dibeli per porsi seharga 3000-4000 RMB (mata uang setempat). Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan,Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap ‘Healthy Soup’. Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat ‘Healthy Soup’ ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kalidalam semalam.

canibalisme 1

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan ‘Healthy Soup’ di kota Fu San – Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk ‘Healthy Soup’ adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah di dapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh,bukan frozen. Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi(plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda. Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup’, dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kotadi mana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan. Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahirperempuan lagi, maka ‘Healthy Soup’ dapat diperoleh dalam waktu dekat.Cara pembuatan ‘Healthy Soup’, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur beberapabulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam danBaikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk ‘Healthy Soup’. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur. Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan.

Canibalisme 2
Canibalisme 3

Tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!). Kali ini, harga per porsi ‘Healthy Soup’ 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.

Canibalisme 4

Canibalisme 5

Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui. Setelah selesai, ‘Healthy Soup’ disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan. Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk

Canibalisme 6
Canibalisme 7

Pesan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk
menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia

Brosur Restorant Canibalisme

Upload Foto Pribadi di Facebook itu…

Juni 26, 2009 pukul 10:49 pm | Ditulis dalam M Y F R I E N D S W O R D, Triks dan Intriks, Uneg-uneg, Waahhhhhh | Tinggalkan komentar

Temanku, mas Udin, dia ngomongin aku begini:

Anda punya account di Facebook? Anda pernah upload gambar di Facebook? Jika anda menjawab “Ya” untuk kedua pertanyaan di atas maka PENTING untuk membaca post saya berikut ini.

Percaya atau tidak, saat anda membuat akun (account) di Facebook, maka anda telah berjanji dan menandatangani kontrak (secara digital) untuk setuju dengan apa yang dituliskan di dalam perjanjian dengan Facebook. Siapa dari pembaca yang pernah baca bagian yang panjang dan kadang menyesatakan ini? Ayo angkat tangan Kalau tidak angkat tangan silahkan diteruskan.

Ada bagian dari Term of Use ini yang saya ingin bedah untuk anda, karena hal ini menyangkut hak anda terhadap foto-foto MILIK ANDA yang diupload ke Facebook

(Bagian yang ditebalkan dari saya)

When you post User Content to the Site, you authorize and direct us to make such copies thereof as we deem necessary in order to facilitate the posting and storage of the User Content on the Site. By posting User Content to any part of the Site, you automatically grant, and you represent and warrant that you have the right to grant, to the Company an irrevocable, perpetual, non-exclusive, transferable, fully paid, worldwide license (with the right to sublicense) to use, copy, publicly perform, publicly display, reformat, translate, excerpt (in whole or in part) and distribute such User Content for any purpose, commercial, advertising, or otherwise, on or in connection with the Site or the promotion thereof, to prepare derivative works of, or incorporate into other works, such User Content, and to grant and authorize sublicenses of the foregoing. You may remove your User Content from the Site at any time. If you choose to remove your User Content, the license granted above will automatically expire, however you acknowledge that the Company may retain archived copies of your User Content.

Facebook does not assert any ownership over your User Content; rather, as between us and you, subject to the rights granted to us in these Terms, you retain full ownership of all of your User Content and any intellectual property rights or other proprietary rights associated with your User Content.

Terjemahan kasarnya sebagai berikut:

Saat anda upload gambar-gambar ke Facebook. Maka anda secara otomatis memberikan hak yang SANGAT PENUH, TANPA BISA DIBANTAH, TIDAK BISA DITARIK ULUR, ANDA TIDAK MUNGKIN MENANG, TERSERAH FACEBOOK MAU BERBUAT APA SAJA, BAIK SEBAGIAN MAUPUN SECARA KESELURUHAN, DIMANAPUN DI SELURUH DUNIA, UNTUK APA SAJA, DEMI KEPENTINGAN APA SAJA, MAU DIJADIKAN APA SAJA TERSERAH FACEBOOK, TANPA BERHUTANG TERHADAP ANDA, BAIK KOMERSIAL, ADVERTISING KEPENTINGAN FACEBOOK terhadap gambar-gambar tersebut.

Jika anda memutuskan untuk menghapus gambar-gambar anda di akun Facebook tersebut namun bukan berarti Facebook tidak boleh menyimpan copy. Anda memperbolehkan Facebook memakai copy tersebut.

Nah lho!

Apakah anda siap memberikan foto-foto anda untuk digunakan demi tujuan apa saja oleh Facebook?

Silahkan dipikirkan lagi sebelum terlambat. Ada tanggapan?

Ambalat (Antara Indonesia v Malaysia Kah?)

Juni 11, 2009 pukul 11:46 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng, Mutiara, S A L A M kenal, Tarbiyah, Triks dan Intriks, Uneg-uneg, Waahhhhhh | 2 Komentar

Wuih… banyak juga blogger yang mengangkat masalah Ambalat. Jadi kepingin nih untuk ikut-ikutan… (hah… dasar suka alasan… he..he…he..).

Andaisaja Ambalat itu milik Indonesia, maka Islam mewajibkan setiap pemeluknya untuk menjaga harta bendanya yang hendak dirampas, walaupun si perampas adalah orang yang  juga mengaku Islam.

Andaisaja Ambalat itu bukan milik Indonesia, terus kenapa harus mati-matian dipertahankan. Lha wong itu bukan milik Indonesia. Barang milik orang lain ya jangan kita aku-aku sebagai barang milik kita dong… (benar nggak?).

Bicara Ambalat, saya teringat dengan postingan di salah satu blog, yang isinya perkataan orang Ambalat bahwa mereka lebih bergantung kepada Malaysia daripada Indonesia.

Lha kok bisa ada kejadian seperti itu? Kemana para pemegang kekuasaan di Indoneia, baik yang jadi presiden, menteri, atau yang duduk di DPR pusat sono?

Kok ada rakyat yang memilih bergantung kepada negeri tetangga daripada kepada negeri sendiri? Inikan sudah kelewatan…

Yang kelewatan siapa? Ya yang memegang kekuasaan dong… Rakyat kan tinggal menikmati apa yang seharusnya jadi haknya.

Kalau dijawab nggak mampu, ya sebaiknya kembali aja ke desa mencangkul sawah, bercocok tanam, atau beternak. Lha nggak bisa ngurus rakyat, ya jangan ngurus tho… mbikin orang sengsara itu dosa tahu….

Mungkin, kejadian ini merupakan bukti bahwa sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu benar, “Apabila engkau mendapat kepemimpian dengan meminta-minta, niscaya engkau tidak dibantu oleh Allah. Akan tetapi, apabila engkau diberi kepemimpinan tanpa meminta-minta, niscaya engkau akan ditolong dalam memimpin rakyatmu”.

Orang yang faham tentang agamanya, pasti tidak ikut-ikut mengkampanyekan dirinya sebagai presiden. Karena apa, ya hasilnya nggak akan ada pertolongan dari Allah…. apalagi ditambah tidak mau menjalankan aturan agama, walaupun untuk dirinya sendiri… wah… cilakanya mungkin tikel-tikel…

Kembali ke Ambalat. Yang menjadi tanda tanya, kenapa baru sekarang hal ini dibesar-besarkan? Kok baru sekarang, Indonesia mengirim protes dengan tegas tentang pelanggaran Malaysia? Kok baru sekarang, para anggota DPR yang “terhormat” itu teriak-teriak dan melakukan misi diplomatik ke Malaysia?

Kenapa baru sekarang? Ketika sedang ada agenda politik!

Aroma pencitraan amat sangat kental, lebih kental dari kopi lampung lho…(^-^).

Kasihan para tentara kita. Anggaran cekak, tapi disuruh melakukan sesuatu di luar kemampuan mereka. Para anggota DPR itu seharusnya memotong anggaran gaji mereka, dan diberikan untuk pos anggaran pertahanan! Lha wong, gaji yang didapat oleh anggota DPR itu tidak sepadan dengan hasil kerja mereka. Gaji mereka terlalu besar! sedangkan hasil kerjanya apa? Manohara disekap, para TKW disiksa, masalah LAPINDO berlarut-larut, Ahmadiyyah masih berkeliaran, UU Poligami yang  jelas-jelas bermasalah, dan masih banyak lagi hasil kerja yang “amburadul”.

Beginikah wajah Kepemimpinan kita? Kalau ke depan tidak ada perbaikan, jangan kaget apabila Indonesia semakin dianggap remeh oleh negara-negara tetangga…

Indonesia…. Kapan engkau akan maju?!

I’m Back Again

Mei 28, 2009 pukul 12:41 pm | Ditulis dalam Uneg-uneg, Waahhhhhh | 2 Komentar

Alhamdulillah…. ternyata trainingnya tidak sampai 2 bulan. Hufff… cuma dengan 24 hari masa aktif, sudah bisa mencukupi. Ya, pulang lebih cepet, dapet ilmu yang nggak sedikit, dan yang baiknya lagi, bisa ngurus blog lagi… ha..ha..ha..

by the way, I”M BACK AGAIN….

MUKSA…..

April 29, 2009 pukul 2:56 pm | Ditulis dalam S A L A M kenal, Uneg-uneg, Waahhhhhh | Tinggalkan komentar

Pengumuman-pengumuman..

aku akan muksa (menghilang) beberapa waktu… Kira-kira ya…2-3 bulan.. Untuk apa? wah maaf ya.. ini rahasia negara… nggak boleh dibocorkan sama sekali…

Harap maklum ya….

Material Oriented….

April 27, 2009 pukul 1:33 pm | Ditulis dalam R E N U N G A N, Uneg-uneg, Waahhhhhh | Tinggalkan komentar

Judulnya nggaya nih….

Tapi apa pembahasannya?

Sudah baca Jawapos hari ini (27/4) ? tentang banyaknya orang seteres di Jakarta?

Aku ketika membacanya cuma bisa nggelus dada. Aku yakin kejadian ini bukan hanya terjadi di Jakarta saja, tapi juga terjadi di kota-kota besar di seluruh negeri tercinta ini.

Koran itu menyebutkan salah satu penyebabnya ialah persaingan hidup, orientasi material. Kalau nggak borju, nggak bakalan diterima. Seperti yang dialami sinta. Teman-temannya orang berduit (walaupun duit itu tinggal nodong ortu), dan selalu mementingkan barang yang dipakai orang sebelum dijadikan teman.

Apapun penyebabnya, sumber masalah dari penyebab itu ialah cara pandang terhadap materi. Orang yang materinya banyak, itu lah yang dipertuan; yang nggak punya materi, minggir aja deh … mengganggu pemandangan!

Ini adalah hasil budaya materialistik, yang merupakan satu paket dengan pasar bebas, dan demokrasi. Coba kalau Islam, nggak bakalan jadi seperti ini…

Islam itu menghargai hak milik seseorang… Orang mau mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, boleh… tapi, jangan lupa dengan orang lain. Beri orang lain bagian harta yang didapat, entah ini dinamakan zakat, atau shadaqah.

Islam menjelaskan (lewat Al-Qur’an dan Al-Hadits) bahwa sebenarnya seluruh manusia, sejak zaman Adam hingga orang yang akan hidup terakhir nanti, jatah rizkinya di dunia ini sama (kita misalkan dengan bilangan 10), tapi kita tidak menerima bulat bilangan sepuluh itu. Ada kalanya, kita hanya diberi 6, 8, 2, 1 atau bahkan tidak diberi sama sekali. Lha kemana sisa jatah kita? Dititipkan kepada orang lain.

Untuk apa? Untuk menumbuhkan, menyemai rasa sosial di antara manusia. Agar setiap orang saling bantu-membantu. Si kaya membantu yang miskin dengan kekayaannya.

Islam menekankan kepada orang yang kaya, bahwa dia kaya karena ada bagian harta orang lain yang dititipkan kepadanya. Atas kesadarannya dalam menjalankan agama, dia diminta mengeluarkan zakat untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Begitu juga orang pintar, orang bijak, orang penyabar. Mereka bisa mendapat gelaran tersebut karena ada orang lain yang bodoh, yang tidak bijak, dan tidak sabaran. Kenapa? Sama seperti harta itu, sebagian kepintaran orang lain, sebagian kebijaksanaan orang lain, sebagian kesabaran orang lain, dititipkan kepadanya.

Kalau orang sudah menyadari ini, maka materi itu tidak untuk dikejar. Mereka tidak akan bekerja, belajar hanya untuk menumpuk-numpuk materi. Karena bekerja, belajar itu hanyalah wasilah (perantara) sampainya jatah rizki yang telah ditetapkan atasnya; sehingga persaingan yang terjadi itu persaingan yang sehat dan tidak memakan korban.

So.. sekarang sadar nggak?

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.