Penjahat undercover

April 5, 2012 pukul 9:05 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Di dalam kehidupan sehari-hari, satu kejahatan yang berseri atau berantai biasanya dilakukan oleh pelaku yang justru sama sekali tak diduga akan melakukan kejahatan tersebut

Islam menjamin kebebasan beragama?

November 23, 2010 pukul 11:24 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

Judulnya agak liberal sedikit. Ndak papa… soalnya inilah yang saya simpulkan dari khutbah Jum’at yang saya dengar kemaren (12/11).
Khatib Jum’atnya ngomong begini:

“Bapak-bapak sekalian, demikian pula ibu-ibu… Islam tidak mengenal pemaksaan agar orang lain pindah kepada agama Islam, Islam hanya mengenal cara dakwah. Ketika seseorang sudah didakwahi, maka tugas da’i telah selesai, karena iman atau kafirnya seseorang itu atas kehendak Allah. Kalau Allah memberinya petunjuk niscaya orang tersebut akan menuruti apa yang didakwahkan kemudian masuk Islam. Sebaliknya, jika Allah berkehendak untuk menyesatkannya, maka hatinya akan menjadi bebal dan tidak mau mengikuti apa yang didakwahkan.
Islam tidak pernah memaksa orang Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, atau agama yang lainnya untuk berpindah keyakinan ke dalam Islam. Islam hanya berdakwah.Urusan orang mau masuk Islam atau tidak, itu semua terkait kehendak Allah yang berlaku pada setiap orang di dunia.
Tetapi, ketika ada orang, baik dari luar kalangan Islam maupun orang yang mengaku dirinya Islam, berani menghina Allah, Rasul dan Islam, maka WAJIB hukumnya bagi ummat Islam untuk bangkit melawan penistaan ini, berapapun harga yang harus dibayar. Para penista agama di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam semuanya DIBUNUH.
Islam agama yang toleran, tetapi ketika Islam diganggu, maka toleransi itu tidak ada, yang ada hanyalah PERLAWANAN!”

Kira-kira, seperti inilah yang saya dengar dari khatib Jum’at kemaren. Ada yang menarik bukan…

Kasih Sayang…

Juni 30, 2009 pukul 10:46 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

Dunia hari ini hampir hampir menjadi neraka.Di penuhi cerita perang, pembunuhan, rusuhan, penindasan, penzaliman, kemungkaran dan maksiat.

Kebaikan amat kurang sekali. Kasih saying hampir tiada, manakala keadilan, keamanan, keselamatan dan kebahagiaan pupus.

Jiwa manusia terseksa kerana tidak di beri makan.Tapi kalau kemiskinan lahir saja yang disusahkan sedangkan kelaparan jiwa tidak di atasi, maka terjadilah kehidupan yang pincang. Lahir batin tidak seiring atau sejalan lagi.Pada lahirnya manusia bergaul, bermasyarakat dan saling memerlukan tapi hati masing masing kosong, pecah belah dan berburuk sangka, menyimpan dendam, dengki, benci, bakhil dan lain lain.

Di dalam Al Quran ada menyebutkan:

“Kamu lihat mereka bersatu padu tapi hati mereka berpecah pecah”                      (Al Hasyr:14)

Jadi manusia bekerja tapi dalam keadaan terpaksa, bergaul dan bermesra secara terpaksa, ikut arahan secara terpaksa. Lahirlah masyarakat yang hidup berpura pura sebagai akibat daripada sakit jiwa yang telah melanda kehidupan lahiriah manusia.Bilamana manusia bekerja dengan terpaksa, hasilnya akan mengecewakan. Pembangunan dan kejayaan tinggal  laungan kosong. Masing masing memikirkan kepentingan sendiri yang tidak selesai selesai hingga Rakyat dan masyarakat terbiar tanpa perhatian dan pembelaan Inilah yang sedang terjadi sekarang.

Menyedari hakikat ini, marilah kita semua berjuang dan berkorban untuk membina kembali kehidupan berkasih sayang. Mari kita renungkan mengapa orang tidak sayangkan kita dan kita pun tidak sayangkan orang lain.Mengapa orang marahkan kita dan kita pun marahkan orang lain?Mengapa orang bencikan kita dan kita pun bencikan orang lain?

Bagaimana dan apa yang mesti dilakukan supaya orang sayangkan kita dan kita pun sayangkan mereka! Apa usahanya agar diri kita disayangi dan menyayangi?

Amri el-Wahab

Semuanya Berpahala…

Februari 23, 2009 pukul 4:04 am | Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar

Ingin nggak, kita digaji secara besar-besaran?!. Maksudku, kita digaji karena segala perbuatan kita, sampai menggerakkan tangan pun digaji?! Mau? Ah.. masa ada yang mau memberi kita gaji seperti di atas?

Ada kok yang mau menggaji kita dengan sebab perbuatan kita. Perbuatan apa saja (asalkan tidak maksiat) yang kita lakukan akan mendatangkan gaji. Hanya saja, gajinya baru bisa diambil secara komplit di akherat kelak; sedangkan di dunia hanya bisa diambil sedikit-sedikit.

Sudah tahu kan siapa yang akan menggaji kita? Yup, Allah lah yang akan menggaji kita dengan sebab segala perbuatan yang kita lakukan (sekali lagi, segala perbuatan asalkan bukan maksiat).

Kok bisa?

Baik, kita bahas kenapa kita bisa dapat pahala yang demikian banyak.

Allah di dalam Al-Qur’an berfirman:

وَ مَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ ( الذاريات : 56)

“Dan tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia kecuali dengan tujuan supaya mereka menyembah Ku.” Surat Adz-Dzariyat (51) : 56.

Ayat di atas menerangkan bahwa tujuan utama penciptaan jin dan manusia ialah supaya mereka beribadah kepada Allah, bukan selain Nya. Nah, oleh karena itu, seyogyanya segala perbuatan kita di dunia ini kita jadikan bernilai ibadah.

Bagaimana caranya?

Caranya ialah kita melakukan sesuatu itu dengan niat karena Allah Ta’ala, entah itu dengan mengerjakan perintah Allah, atau menjauhi larangan Nya; baik yang tercantum di dalam Al-Qur`an, ataupun yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Jika kamu pelajar, niatkan bahwa kamu menuntut ilmu karena Allah memerintahkan agar manusia ini menuntut ilmu; niscaya setiap langkahmu, mulai dari berangkat ke sekolah, segala aktifitas kamu di sekolah, sampai kamu kembali masuk ke dalam rumah sekembali dari sekolah, Insya Allah, akan dinilai sebagai pahala.

Jika kamu pekerja, niatkan bahwa kamu bekerja karena Allah memerintahkan agar manusia mencari karunianya di bumi ini; maka segala langkahmu, segala aktifitasmu, semuanya –Insya Allah- akan bernilai pahala.

Mudah bukan? Asalkan kamu tidak berbuat maksiat, tidak riya` alias pamer; kamu pasti diganjar Allah.

Tentunya pahala di atas hanya akan didapatkan oleh orang yang beragama Islam. Bukannya saya rasis lho… saya hanya mengutip Firman Allah di dalam surat Ali Imran (3): 85

وَ مَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ ، وَ هُوَ فِى اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (آل عمران : 85)

“Dan barangsiapa yang memaukan selain Al-Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima darinya (segala amalannya), sedangkan dia di Akherat kelak termasuk dari orang-orang yang rugi.”

Lha kalau perbuatannya itu tidur, makan, minum atau buang hajat? Sama saja, asalkan semua perbuatan itu diniatkan karena Allah, maka dia mendapatkan pahala. Jangankan cuma makan, minum dan tidur; bagi yang sudah berkeluarga, ketika seseorang mengumpuli isterinya pun juga dihitung pahala; jika hal itu diniatkan untuk menjalankan perintah Allah. Hal ini sebagaimana yang tersurat dalam dialog antara Rasulullah:

… وَ فِى بُضْعِ اَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ . قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ الله ! أَ يَأْتِى اَحَدُنَا شَهْوَتَهُ فَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا اَجْرٌ ؟ ، قَالَ : أَ رَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ ، أَ كَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟! وَ كَذَالِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى حَلاَلٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ.

“… dan di dalam perut (memenuhi syahwat) salah seorang di antara kalian itu (dihitung) shadaqah.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah seseorang di antara kami ketika melampiaskan syahwatnya (mengumpuli isteri) juga mendapatkan pahala?” Rasulullah bersabda: “Bagaimana pendapat kalian, apabila seseorang melampiaskan syahwatnya pada perbuatan yang haram, apakah dia mendapatkan dosa?! Dan seperti itu pula, apabila seseorang melampiaskan syahwat pada perbuatan yang halal, maka dia mendapatkan pahala.”

Subhanallah! Betapa murahnya Allah memberikan pahala kepada hamba-hamba Nya yang beriman! Belum lagi satu kebaikan yang dilakukan hamba Nya itu dihitung oleh Allah seakan-akan hamba tersebut telah melakukan minimal 10 kebaikan; maksimalnya? Ya terserah Allah dong…; hal ini berbeda dengan dosa. Satu dosa yang dilakukan hamba Nya itu hanya dihitung satu kejelekan oleh Allah.

Oleh karena itu, orang yang berat dosanya mengalahkan beratnya kebaikan itu adalah orang yang benar-benar bodoh, dungu dan kata-kata yang sejenis.

Wallahu a’lam bish Shawwab.

Konsisten dong!

Januari 13, 2009 pukul 11:22 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar

“Boykot Produk AS”, Ternyata Cuma Omdo (Omong Doang)

By me

Sejak hebohnya invasi AS ke Irak 2003 lalu, demonstran Muslim seringkali mengusung isu “boykot produk AS” dalam setiap aksi unjuk rasa menentang Amerika. Produk AS yang sering menjadi sasaran adalah restoran fastfood Mc Donalds, berbagai merk rokok, busana, aneka merk kosmetik, pembalut wanita, dan sebagainya. Berkali-kali isu tersebut diusung dengan semangat “idealisme”, bertahun-tahun sudah tidak menunjukkan gejala signifikan penurunan minat masyarakat terhadap berbagai produk AS. Padahal, lebih dari 80% masyarakat Indonesia mengaku Muslim. Ada dua kemungkinan; pertama, kurangnya sosialisasi seruan tersebut ke masyarakat luas, sehingga banyak masyarakat Muslim tidak mendengarnya. Kedua, mereka mendengar, namun tidak menggubris.

Minggu siang, 19 November 2006, saya mengikuti aksi berbagai ormas Islam se-DKI berunjuk rasa menentang kedatangan Bush di Bundaran HI, yang dilanjutkan dengan aksi long march menuju Istana Merdeka. Seperti biasa, seruan boykot produk AS-Yahudi itu ada. Salah seorang peserta demo, membagi-bagikan selebaran yang berisi daftar produk AS-Yahudi yang harus diboykot. Tertulis di situ sejumlah merk, antara lain; Laurier, Johnson & Johnson, Danone, Coca-cola, Sara Lee, Nokia, L’oreal, Revlon, Nestle, Huggies, dan sebagainya.

Tulisan sekedar tulisan, seruan sekedar seruan. Di tengah teriknya panas matahari Jakarta, dan kerasnya loud speaker berisi orasi-orasi provokatif menentang AS, dengan entengnya peserta demo menenggak Aqua, yang antara lain produk Danone. Tidak hanya satu-dua orang, melainkan banyak. Bahkan Fadholi Munir ketua FBR, seusai memberikan orasinya di depan Istana Merdeka, langsung menenggak Mizone, yang juga produksi Danone. Itu baru satu produk, belum lagi jika ada sukarelawan yang mau merazia kantong-kantong mereka, bisa dipastikan tidak sedikit pengguna ponsel merk Nokia, merk yang juga masuk dalam daftar boykot mereka. Itu baru yang mudah terlihat, belum yang tidak kelihatan. Coba, singkap saja celana dalam wanitanya, bukan mustahil jika ada yang lagi “M” akan kedapatan memakai pembalut merk “Laurier”. Bukankah merk-merk tersebut adalah merk-merk yang familier di kehidupan sehari-hari kita?

Iseng punya iseng, saya mendekati seseorang yang membawa pamflet berisi propaganda boykot produk AS-Yahudi, dan menanyakan kenapa masih saja banyak peserta demo yang minum Aqua, padahal katanya “boykot produk AS-Yahudi”? Dia kaget tidak menyangka dapat pertanyaan itu, kemudian terdiam sejenak (mungkin mikir jawabannya), dan membuat jawaban singkat, namun tidak padat dan tidak jelas, serta sedikit emosional; “kamu tanya saja sama yang minum!”. Saya langsung membaca kondisi psikologisnya yang terpojok, dan mempertegas pertanyaan saya: “jika umat Muslim menyerukan boykot produk AS-Yahudi, kenapa kok masih banyak saja yang mengkonsumsi Aqua yang nota bene produk Danone, bahkan Fadholi Munir sekali pun”? Dengan nada meninggi, dia mengulangi jawabannya, “kamu tanya saja sama yang minum!”. Saya tahu diri, daripada darah saya langsung dihalalkan di tempat itu, saya ngalah mundur.

Kemudian saya sengaja menemui seorang peserta yang ketahuan sedang membeli sebotol Aqua, dan menanyakan hal yang sama. Peserta ini agak ramah, namun tidak mampu berpikir logis. Jawaban dia: “saya tidak minum produknya kok, saya minum airnya”. Saya jawab: “tapi pada prinsipnya, bapak membeli kan”? Jawab dia: “ini bukan saya yang beli, tapi teman saya” (memang benar temannya yang membeli, dia kebetulan hanya ditawarkan). Saya langsung mundur mendengar jawaban absurd itu, dan tertawa dalam hati. Tidak ada gunanya berdebat dengan orang yang tidak mampu berfikir logis dan hanya berupaya mencari-cari pembenaran.

Mustahil peserta demo yang minum produk Danone tidak tahu itu termasuk produk yang “diharamkan”. Jika pun mereka benar-benar tidak tahu, maka sosialisasi isu boykot produk AS-Yahudi dan daftar produk-produknya benar-benar tidak efektif. Ratusan pamflet dan flyer yang dicetak tidak ada gunanya, hanya buang-buang uang. Padahal isu boykot itu bukan baru kemaren dicetuskan, tapi hampir di tiap demonstrasi menentang kebijakan AS-Israel. Jangankan berharap seluruh Muslim Indonesia (bahkan dunia) memboykot produk tersebut (dengan tujuan menghambat keuntungan yang diperoleh pihak barat dari berjualan produk-produk tersebut), lha peserta demonstrasi saja tidak menggubrisnya. Itu baru satu produk, belum produk-produk lainnya. Maka, seruan boykot produk AS-Yahudi menjadi sekedar ekspresi emosional, tidak ada langkah kongkretnya.
[Rinaldi Maskinantan]

tanggapan saya:
Memang kata-kata bung Rinaldi di atas agak membikin panas kuping, toh itu merupakan kritik yang membangun untuk ummat Islam. Jadi saya pikir nggak ada ruginya sih mendengar kritikan seperti ini.
Konsistensi, merupakan perkara yang pelik; dari dahulu kala hingga sekarang. Para demonstran yang diceritakan bung Rinaldi di atas adalah contoh yang konkret.
Kenapa harus beli pabrikan Danone jika merk alternatif lainnya ada. Bukankah ada air kemasan merk lokal seperti Dzakya, Kautsar, dan sebagainya…?
Lalu bagaimana dengan barang yang sudah kita beli? Klo membelinya sebelum ada seruan boycott yang sudah, tidak apa-apa, tapi jangan beli merk itu lagi. Bukankah suatu hukum itu tidak bisa berlaku surut?
Yang sudah punya HP Nokia, ya gunakan aja HP itu. Tapi klo mau beli yang baru, ya jangan beli Nokia, Beli merk yang lain.
Pokoknya satu… konsistensi ummat ini yang harus diperjuangkan dalam melakukan boycott produk-produk penyokong Zionis Israel.
Iran saja tidak mati/hancur ketika diembargo total oleh Amerika dan sekutunya. Bahkan Iran sekarang merupakan negara mandiri, tanpa bantuan dari negara manapun.
Hidup tanpa produk penyokong Zionis? siapa takut!!

Jangan Bersedih Hati

Januari 11, 2009 pukul 11:13 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

Jika anda miskin, maka ada orang lain yang terlilit hutang. Jika anda tidak memiliki kendaraan, maka ada orang lain yang tidak memiliki kaki. Continue Reading Jangan Bersedih Hati…

Momen-Momen Terbaik Dalam Hidup

Januari 11, 2009 pukul 11:13 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

kadang adalah palsu; harapan-harapan masa depan hanyalah bayang-bayang dan keberhasilan-keberhasilan sering dicemburui. Orang yang mendapat berkah materi sering mendapatkan ancaman; dan orang yang selalu memuja dan memimpikan kehidupan akan mati tiba-tiba.

Sumber: Don’t be Sad

Bahwa Hak

Januari 4, 2009 pukul 10:54 am | Ditulis dalam Tahukan Anda ..., Uncategorized | Tinggalkan komentar

ialah apa yang dituntut oleh teman kamu dari kamu, boleh tentang kepemilikan atau pun pengakuan. Kamu dikatakan setia apabila kamu sudah membiarkan teman kamu memiliki sesuatu dengan sikap bebas dari iri dan cemburu.

Bahwa Salah Satu Kontrol Diri

Januari 4, 2009 pukul 10:50 am | Ditulis dalam Tahukan Anda ..., Uncategorized | Tinggalkan komentar

ialah menenangkan diri terlebih dahulu. Jangan reaktif atau langsung bereaksi menunjukkan perasaan tanpa colling down terlebih dahulu.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.