Laki-Laki dan Perempuan Di Dalam Islam

Juli 8, 2009 pukul 11:47 am | Ditulis dalam Inspirasi, Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah, Tips | 1 Komentar

Dari sudut pandang Islam, mempertanyakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan adalah seperti mendiskusikan kesetaraan antara bunga mawar dan bunga yasmin. Masing-masing memiliki aroma, warna, bentuk, dan keindahan. Laki-laki dan wanita itu tidak sama. Masing-masing memiliki ciri dan karakteristik tersendiri. Laki-laki memiliki keistimewaan seperti kewenangan sosial dan gerak, sebab dia harus menjalankan banyak tugas berat.

Pertama, dia memikul tanggung jawab ekonomi.

Kedua, wanita tidak harus mencari suami sendiri.Di rumah, perempuan berkuasa seperti ratu dan laki-laki muslim layaknya seperti tamu di rumah sang isteri.

Ketiga, perempuan muslim dibebaskan dari tanggung jawab politik dan militer.

Dengan demikian, Syariat menempatkan laki-laki dan perempuan sesuai dengan karekteristik masing-masing.

Maryam Jameela

Perempuan Dalam Islam

Juli 7, 2009 pukul 11:03 pm | Ditulis dalam Mutiara, R E N U N G A N, Tahukan Anda ..., Tarbiyah, Tips, Triks dan Intriks | Tinggalkan komentar

Rasulullah sas. dan para sahabatnya yang hampir semuanya memiliki lebih dari satu isteri aan dianggap kriminal oleh dalam perundang-undangan modern …

Hukum Islam yang membenarkan menerima perceraian juga dikecam dengan keras seperti poligami …

Izin yang diberikan Syariat kepada laki-laki untuk menceraikan isteri secara diam-diam ditetapkan sebagai bukti inferioritas status perempuan dalam hukum Islam. Hijab atau pemisahan yang ketat antara dua jenis kelamin mendapatkan hantaman yang tidak kurang beratnya dari para modernis kita yang terdidik yang menuntut penghapusan jilbab …

Dalam peradaban modern, seorang perempuan hanya dihargai sebatas kemampuan mereka menjalankan fungsi laki-laki, dan pada saat yang sama memperlihatkan kecantikan dan keanggunan secara maksimal kepada publik.

Walhasil, peran kedua jenis dalam masyarakat modern sangat membingungkan. Ajaran Islam tidak bisa mentolerir nilai budaya yang menyeleweng seperti itu. Dalam Islam, peran wanita bukan sebagai ballot-box melainkan sebagai pemelihara rumah dan keluarga.

Maryam Jameela, Islam and the Muslim Women To day

Islam in Theory and Practice

Juli 6, 2009 pukul 11:07 pm | Ditulis dalam Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah, Tips | Tinggalkan komentar

Cara berpikir dan berbuat seseorang itu tidak bisa dipisahkan dari kesadaran ‘kognitis’nya. Masalah yang paling serius dalam semua ajaran agama adalah bagaimana mendekatkan antara teori dan praktik, bagaimana menyelaraskan antara ajaran dan pelaksanaan. Di samping itu, ada masalah yang tidak kalah peliknya, bagaimana memahami teori yang ada sehingga memudahkan praktik, tanpa meninggalkan esensi ajaran.

Maryam Jameelah

Hadits ke-3 dari 42 Hadits Arba’in

Juni 16, 2009 pukul 11:04 pm | Ditulis dalam Mutiara, Tarbiyah, Tips | 1 Komentar

Dari Abu Abdurrahman: Abdullah bin ‘Umar berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Islam itu dibangun di atas lima hal: Syahadah (persaksian) bahwa tiada sesembahan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, serta berpuasa Ramadlan”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim.

Pada hadits ini, Rasulullah menjelaskan kepada para sahabat, bahwa Islam itu dibingkai dari lima perkara di atas. Ketika salah satu dari kelima perkara  itu ditinggalkan karena malas, maka Islam seseorang itu tidak sempurna. Apabila perkara itu ditinggalkan karena merasa hal itu tidak diperlukan, atau ada yang lebih dari hal di atas, maka orang model ini disebut sebagai orang yang murtad oleh jumhurul Ulama.

Syahadat, shalat, zakat, haji, dan puasa. Kesemuanya dilakukan dengan segala konsekwensinya, dan dengan segala syarat-syaratnya.

Konsekwensi syahadat: ialah mengakui Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang disembah/diibadahi. Allah diikuti dengan menjalankan segala perintah Nya sekuat tenaga kita, dan menjauhi larangannya sama sekali. Allah diikuti aturan-aturan Nya, dan tidak mengambil aturan selain aturan Allah untuk mengatur kehidupan di dunia ini.

Konsekwensi syahadat yang lain: Mengakui bahwa Muhammad itu Rasulullah, utusan Allah, yang wajib diikuti segala perintah dan larangannya karena Allah memerintahkan yang demikian itu.

Mendirikan shalat dengan syarat-syaratnya: berwudlu sebelum menjalankan shalat, memakai baju yang suci (tidak terkena najis), menghadap kiblat, memenuhi segala rukun shalat: dari takbiratul Ihram sampai salam.

Membayar zakat: baik itu zakat wajib yang dibayarkan setiap tahun sekali, dengan ketentuan-ketentuannya, maupun zakat yang sunah (biasanya disebut sadaqah).

Mengunjungi Baitullah (Ka’bah): jika mampu. Mampu fisiknya, dan hartanya. Jika belum mampu, maka mengunjungi Baitullah bukanlah suatu kewajiban baginya.

Puasa di bulan Ramadlan; selama sebulan penuh, tidak makan minum sejak masuk waktu subuh sampai masuknya waktu maghrib,tidak memaki orang, menjauhi perkataan/dan perbuatan yang keji.

Orang yang bisa menjalankan kelimanya saja, tanpa melakukan amalan-amalan yang lain, dengan sebenar-benar pengamalan maka dia dijamin masuk surga oleh Rasulullah.

Setelah pintu surga ditampakkan dengan jaminannya, pertanyaannya ialah maukah kita meraihnya?????

Ahlaha in shadaqa (Orang itu beruntung jika dia itu jujur dalam perkataannya bahwa dia akan melakukan kelima hal tersebut dengan sungguh-sungguh)

Orang Beriman bag.3

Maret 13, 2009 pukul 10:33 pm | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tarbiyah, Tips, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Seorang Beriman itu:

Harus tunduk kepada Allah dan Rasul Nya. Baik dengan menjalankan segala perintah Keduanya, maupun menjauhi segala larangannya.

Allah Ta’ala berfirman di dalam surat An-Nisa’ (4):59

Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kalian kepada Allah, dan taatlah kalian kepada Rasul Nya, serta kepada orang-orang yang memegang urusan di antara kalian. Apabila kalian berselisih di dalam suatu hal, maka kembalikanlah hal tersebut kepada (hukum) Allah dan Rasul Nya jika kalian itu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Yang demikian (pengembalian segala urusan kepada hukum Allah dan Rasul Nya) itu merupakan sebaik-baik dan sebagus-bagus akibat”

Ayat di atas mengandung tiga pelajaran.

Pelajaran Pertama; Ketaatan kepada Allah dan Rasulnya itu bersifat mutlak. Ketaatan kepada keduanya itu mencakup segala hal yang tersurat maupun tersirat di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Entah ketaatan kepada keduanya itu bisa dicerna oleh akal kita, atau tidak. Sebab, akal kita ini ada batasnya. Mungkin saja, akal kita saat ini belum bisa mencerna kenapa Allah dan Rasul Nya memerintah begini, atau melarang begitu; akan tetapi, suatu saat kelak, Allah akan memberikan kemampuan bagi kita untuk melihat hikmah di balik perintah maupun larangan yang dulunya tidak bisa kita cerna.

Yang diminta dari kita ialah ketaatan kita kepada Allah dan Rasul Nya. Seperti halnya seorang prajurit kepada komandannya, atau seorang kawula kepada junjungannya. Allah dan Rasul Nya tidak akan meminta kita untuk mengerjakan sesuatu di luar kemampuan kita. Sebab, Allah sudah berjanji di dalam Al-Qur`an surat Al-Baqarah (2):286

Allah tidak membebani suatu diri kecuali menurut kemampuannya

Subhanallah; betapa Maha Pengasihnya Allah! Kita melakukan apa yang Dia perintahkan semampu kita, tetapi balasan yang kita terima berlipat-lipat ganda nilainya dari perbuatan kita yang pas-pasan.

Pelajaran Kedua; Ketaatan kepada Ulil Amri atau orang yang memegang urusan muslimin ini bersifat terbatas. Terbatas, karena ketaatan ini hanya berlaku pada perkara-perkara yang tidak melanggar perintah atau larangan Allah. Begitu juga ketaatan ini berlaku pada perkara-perkara yang tidak merubah hukum Allah. Selagi perintah itu melanggar aturan-aturan yang telah Allah tetapkan, maka tidak ada kewajiban untuk mentaati ulil amri tersebut.

Seorang ulama memang diperbolehkan memberi fatwa pada hal-hal menyangkut kemaslahatan muslimin secara umum. Biasanya fatwa seorang ulama itu bersifat temporer, terkait oleh waktu, keadaan, dan tidak mengikat; karena mungkin saja fatwa itu akan berubah dengan berubahnya waktu. Fatwa ulama selalu berputar pada masalah mu’amalah dan furu (cabang), bukan ibadah dan ashl (pokok). Sebab, masalah ibadah dan ashl itu sudah ada aturannya dari Allah dan Rasul Nya. Manusia tinggal mengikut saja; tidak boleh mengada-ada, atau mengira-ngira.

Terlebih lagi, mayoritas ulama berpendapat bahwa seorang pemimpin (entah itu presiden atau perdana menteri) dikatagorikan sebagai ulil amri apabila dia memperhatikan kebutuhan ummat Islam, dan mengatur rakyatnya dengan aturan Islam. Oleh karena itu, ketika seorang pemimpin tidak mengayomi ummat Islam dan tidak mengatur negaranya dengan aturan Islam, maka dia tidak dikatagorikan sebagai ulil amri, yang dengan sendirinya pemimpin yang macam itu tidak ada kewajiban untuk taat kepadanya (maksud saya, mau taat tidak diganjar, nggak taat juga nggak berdosa; tetapi, kalau nggak taat kemudian ditangkap dan dipenjara itu masalah lain lho…).

Ketika seorang pemimpin dikatagorikan sebagai ulil amri, maka segala perintahnya (selagi tidak melanggar dan mengubah aturan-aturan Allah dan Rasul Nya) hukumnya wajib dikerjakan. Orang yang mengerjakan dapat pahala, sedangkan yang membangkang mendapat dosa.

Sebagai ilustrasi saja; sama-sama peraturan lalu lintas, kalau merah berhenti, kalau hijau jalan, apabila pemimpin negeri ini tergolong ulil amri, maka ketika lampu merah yang menyala akan tetapi tetap diterjang, maka si pelanggar mendapatkan dosa; sebaliknya, ketika pemimpin negeri ini bukan tergolong ulil amri, maka ketika lampu merah menyala itu diterjang, si penerjang tidak mendapatkan dosa. Paling-paling ketemu sama bapak Polisi.

Pelajaran ketiga; segala perselisihan di antara manusia itu harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul Nya. Dikembalikan kepada aturan-aturan keduanya yang terdapat di dalam Al-Qur’an danAs-Sunnah. Baik itu berupa urusan perdata, maupun pidana.

Panjang banget sih… yah hitung-hitung menyampaikan sedikit ilmu yang sempat mampir di telinga (he3x); sekaligus sebagai alasan bahwa ilmu yang saya dapat sudah saya sampaikan semampu saya.

Jangan Meniru Kepribadian Orang Lain

Januari 18, 2009 pukul 12:03 am | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tahukan Anda ..., Tips, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Setiap orang memiliki bakat, kemampuan, ketrampilan, dan kecenderungan tersendiri. Salah satu aspek karakter Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah kemampuannya untuk memimpin. Beliau menempatkan para sahabatnya di tempat masing-masing sesuai dengan bakat dan keahiannya. Ali bin Abi Thalib adalah orang yang adil dan bijaksana, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menunjuknya sebagai hakim. Rasulullah memakai Muadz bin Jabal karena pengetahuannya; Ubay karena kemampuannya dalam memahami Al-Qur’an; Zaid karena penguasaannya dalam bidang waris; Khalid karena keahliannya dalam berjihad; Hasan karena kemampuannya dalam sastra; dan Qais bin Tsabit karena kemampuannya berpidato (Semoga Allah meridlai mereka semua).

Melebur ke dalam kepribadian orang lain, dengan alasan apapun, sama dengan bunuh diri. Dan meniru karakter alami orang lain sama dengan mengantarkan kematian pada diri sendiri. Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah yang harus orang kagumi ialah berbedanya karateristik setiap orang -seperti halnya bakat, bermacam-macam bahasa yang mereka pakai, dan berbagai warna kulit mereka. Abu Bakar radliyallahu anhu, misalnya, dengan kelembutannya, memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap Islam dan Ummat ini. Umar radliyallahu anhu di sisi lain membela Islam dan para penganutnya untuk mendapatkan kejayaan dengan watak keras dan pemberani. Oleh karena itu, hendaklah anda merasa senang dengan bakat dan kemampuan anda. Kembangkanlah dia, dan ambillah manfaat darinya.

Disunting dari:

Don’t be Sad

SEHAT DENGAN PUASA

Januari 15, 2009 pukul 11:25 pm | Ditulis dalam Tahukan Anda ..., Tips, Triks dan Intriks | Tinggalkan komentar

Terapi puasa untuk pengobatan dan kesehatan ditinjau dari ilmu kesehatan sudah terbukti banyak manfaatnya. Puasa tidak hanya bermanfaat dari segi kesehatan fisik tetapi juga dari segi kejiwaan dan agama. Puasa biasa dilakukanoleh kalangan umat beragama. Cara pengobatan puasa telah berkembang pesat di dunia. Bahkan di Osaka dan Kyoto, Jepang ada sanatorium puasa sebagai tempat untuk pengobatan dan kesehatan. Terapi ini juga telah diteliti secara ilmiah oleh para ilmuwan dari Amerika, Inggris, Perancis, dll.

Tubh manusia dibekali dengan kemampuan terapi alamiah. Dengan demikian orang yang berpuasa tidak perlu khawatir akan menjadi sakit, karena tubuh mempunyai mekanisme alamiah untuk bertahan. Dengan terhimpunnya 600 miliar sel dapat membuat orang bertahan hidup selama berpuasa, dan membuat daya tahan tubuh seseorang semakin tangguh.

Berikut ini Prof. Hembing memberikan beberapa hikmah puasa untuk memberikan aspek perlindungan, pencegahan dan pengobatan agar tubuh tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

  1. Memberi kesempatan pada alat pencernaan untuk istirahat

Pada saat tidak berpuasa, alat pencernaan di tubuh bekerja keras mengolah makanan yang masuk. Makanan diolah membutuhkan waktu proses sekitar kurang lebih 8 jam, yaitu 4 jam di lambung dan 4 jam di usus kecil. Jika sahur atau makanan masuk sekitar jam 04 pagi, maka perncernaan dapat beristirahat selama kurang lebih 6 jam, yaitu mulai dari jam 12 siang sampai saat berbuka puasa, sekitar jam 18.00.

  1. Membersihkan racun, kotoran, dan ampas yang ada dalam tubuh

Dengan berpuasa berarti makanan yang masuk dibatasi, sehingga penumpukan racun, kotoran dan sampah dalam tubuh dapat dicegah, sehingga tubuh menjadi bersih dari racun, kotoran dan ampas.

  1. Menjadikan kulit lebih sehat dan berseri

Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dikeluarkan sehingga melegakan pernafasan organ-organ tubuh beserta sel-sel penyimpannya. Hal ini disebut peremajaan sel. Orang yang seing berpuasa kulitnya menjadi lebih segar dan lembut.

  1. Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh

Zat kimia dalam tubuh manusia 80 % bersifat alkali dan 20 % bersifat asam. Dengan melakukan puasa dapat mengurangi zat-zat dalam darah yang bersifat asam dan menjaga sifat alkali tetap lemah agar tercapai keseimbangan di antara keduanya.

  1. Peremajaan sel-sel tubuh

Oragan tubuh terdiri dari jaringan-jaringan yang merupakan kumpulan sel-sel sejenis. Ketika tubuh menjalankan puasa, organ-organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga sel-sel tersebut memiliki kesempatan untuk memperbarui diri. Sel-sel baru terbentuk di lapisan dalam yang sudah tuda untuk keluar. Sel-sel yang sudah tua ini segera mati pada saat mencapai permukaan dan kemudian mengelupas.

  1. Menghentikan makanan untuk bakteri, virus dan sel kanker

Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang hidup, termasuk menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan masuknya makanan dan minuman, kuman penyakit, bakteri, virus, dan sel-sel kanker tidak dapat bertahan hidup. Mereka keluar melalui cairan tubuh bersama-sama dengan sel-sel yang telah mati.

  1. menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh

dengan penambahan sel darah putih otomatis dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh, karena sel darah putih memang berfungsi melawan segala macam bentuk radang dalam tubuh. Menurut hasil penelitian di Universitas Osaka, Jepang, pada tahun 1930, jumlah sel darah putih akan bertambah pada orang yang berpuasa.

  1. meningkatkan fungsi organ tubuh

puasa berarti memberikan kesempatan beistirahat selama kurang lebih 14 jam terhadap organ tubuh, seperti lambung, ginjal, liver, dan organ lainnya. Dengan berpuasa organ tubuh mengalami masa istirahat yang terpelihara, daya tahan tubuh dan taraf kesehatan menjadi prima dan kuat. Gerak serta mekanisme tubuh mendapat kesempatan untuk rileks sekaligus memberi kesempatan pada sel-sel dan jaringan tubuh untuk memperbaharui diri setelah sekian lama bekerja tanpa henti.

  1. untuk lebih meningkatkan kesehatan, ikutilah pola makan berikut ini setelah anda menjalani puasa:

usahakan setelah menjalani puasa selalumemakan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dll.

Untuk penderita penyakit tertentu, dianjurkan tetap mematuhi larangan makanan-makanan yang dipantangkan, dan mengutamakan makanan yang lunahk.

PS:

Makanan yang dimakan diutamakan yang lunak agar memudahkan pencernaan.

Membiasakan makan dan minum tidak berlebihan.

Setelah berpuasa, hindarilah merokok, alkohol dan makanan berlemak.

Beristirahatlah yang cukup.

Pahala Allah Adalah Motivasi Anda

Januari 14, 2009 pukul 11:25 pm | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tahukan Anda ..., Tips, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Jangan pernah gusar kepada orang yang melupakan atau menolak kebaikan yang pernah anda berikan kepadanya, karena motivasi anda ketika melakukan kebaikan adalah mendapatkan pahala dari Allah semata. Continue Reading Pahala Allah Adalah Motivasi Anda…

Nikmati Keanekaragaman

Januari 14, 2009 pukul 11:17 pm | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tips, Triks dan Intriks | Tinggalkan komentar

Bagilah waktu anda antara beribadah, dan menikmati apa yang dihalalkan; mulai mengunjungi teman, menghibur tamu, berolahraga, atau pergi bertamasya; niscaya anda akan mendapati diri anda menjadi pribadi yang hidup dan bersinar-sinar, karena jiwa menikmati keanekaragaman dan hal-hal yang baru. Continue Reading Nikmati Keanekaragaman…

Manfaat Membaca

Januari 4, 2009 pukul 10:13 am | Ditulis dalam Tahukan Anda ..., Tips, Triks dan Intriks | Tinggalkan komentar

Berikut ini beberapa manfaat membaca: Continue Reading Manfaat Membaca…

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.