Wajah “Boros”

Juni 11, 2009 pukul 9:56 am | Ditulis dalam M Y F R I E N D S W O R D, Senyum dong..., Triks dan Intriks, Uneg-uneg | 3 Komentar

Tadi siang, aku ketemu teman baru. Ngobrol lewat chatting. Teman ku ini sempat bilang “mungkin wajahku boros”.

Istilah keren zaman sekarang… biasanya maknanya itu muka keliatan tua padahal masih muda… githu kali…

Tapi, apa bedanya sama bongsor ya….?? (jawabannya dari masing-masing orang aja ya…)

Aku ketika mendengar kalimat ini, yang terbayang itu wajahnya nggak bisa irit; tapi masak wajah disamakan sama kendaraan?

Wajah boros ato wajah irit itu sama saja. Ada enaknya dan ada juga nggak enaknya. Enaknya punya wajah boros itu kelihatan berwibawa hingga orang segan, dan lagian orang berwajah boros itu lebih baik daripada berwajah rusak, apalagi nggak punya wajah… ih …serem…

Bangga kepada diri sendiri dong… dengan segala kekurangan kita, that I’m. Itulah saya. Orang mau seneng apa enggak dengan wajah kita, bukan urusan kita kan… orang mau bilang wajah kita itu tipe pengundang marah (maksudku hanya dengan dilihat saja sudah menimbulkan kemarahan… ada juga lho yang berwajah kayak gini ini), atau mau bilang wajah kita bikin orang sakit perut, ya biarin. Inilah warna-warni dunia.

Kalau nggak ada yang kayak githu, bukankah dunia tidak ramai…?

setuju….

Wajah bernilai minus nggak pa-pa, yang penting deket dengan Tuhan dan masuk surga… ya nggak bosss….

Genthonesia

April 12, 2009 pukul 10:41 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng, Senyum dong... | 1 Komentar

Dalam suatu acara syukuran yang pernah simbah ikuti, ada satu tokoh agama setingkat modin (tokoh agama) yang waktu itu didapuk sebagai pembaca doa penutup. Doa dibuka dengan lancarnya, dilanjutkan dengan suara agak samar semi hewes-hewes. Para hadirin mengamininya dengan agak semangat, dikarenakan acara segera bubaran. Namun simbah agak terkaget manakala di tengah hewes-hewes itu, sang modin membaca doa “Allahummaghfirlahu, Continue Reading Genthonesia…

Hasanah Istri Muda

Maret 18, 2009 pukul 11:05 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng, Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Ada seorang laki-laki kaya raya, hartanya melimpah ruah, apa saja yang ia inginkan pasti bisa ia nikmati. Mobil canggih? Gampang…. Tinggal telepon koleganya, dalam satu jam sudah diantar. Rumah mewah? Itu soal kecil…. Di tiap kota ia punya.

Di Malaysia, Kanada, Afrika, atau di tengah samudra Hindia pun kalau ia mau, ia bisa beli dengan hartanya yang bertumpuk… dengan harta itu pula lelaki kaya ini bisa mempersunting dua istri cantik dan menawan. Istri pertama bernama Azizah, yang kedua bernama Hasanah.

Nama sih islami, tapi untuk soal ibadah dan ilmu agama, mereka berdua sama seperti sang suami, tak ngerti sama sekali. Shalat kagak pernah. Paling sekali dua kali, kalau diajak tetangga sebelah, itu juga nggak tau harus berdoa apa… mereka pun jentat-jentit sekenanya… yang penting jaga harga diri, biar nggak dianggap lupa agama. Musim haji pun tiba. Sang suami gak mau dipermalukan oleh tukan becak sebelah, yang mampu berangkat haji.

Akhirnya, bermodal harta, ia pun “bertamasya” ke negeri onta, Makkah Al-Mukarramah. Tak tanggung, dua istrinya diajak pula untuk menunaikan rukun Islam kelima, katanya. Di sana, ia dan dua istrinya hanya bisa ikut-ikutan apa yang jamaah haji alainnya lakukan. Hingga giliran thawaf, mereka turut mengelilingi Ka’bah.

Namun, tak ada doa yang bisa ia ucapakan. Suara talbiyah jamaah haji pun sulit untuk ditiru. Tapi, sang suami teringat dengan sebuah doa yang pernah diajarkan guru ngajinya waktu kecil. Biar pun ia tak faham artinya, yang penting ia bisa turut bercuap-cuap.

Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah. Putaran pertama ia melantunkannya dengan khusyuk sambil menggandeng dua istrinya.

Putaran kedua Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah .

Putaran ketiga, Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah, istri pertama mulai tak tenang.

Putaran keempat Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah, istri pertama, Azizah menyikut sang suami, “Mas…! Kenapa sih dari tadi Hasanah melulu yang disebut-sebut… apa karena dia istri muda, lebih cantik, lebih …, lebih…” terjadilah percekcokan sedikit di depan baitullah itu.

Dengan bijaksana, sang suami menenangkannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Mereka melanjutkan putaran kelima, sang suami dengan percaya diri melantunkan Rabbana atina fid dun ya Hasanah wa fil akhirati Azizah ( biar adil, batinnya).

Putaran keenam ia ulangi. Setelah putaran berakhir, mereka bertiga dikeluarkan oleh security Masjidil Haram, karena dianggap menyebarkan ajaran sesat… capek deh…

Semuanya Naik

Februari 12, 2009 pukul 1:04 am | Ditulis dalam Iseng, Senyum dong... | 1 Komentar

Pada suatu hari, mbah Boy berjalan-jalan bersama temannya di salah satu jalan di kota Solo. Mereka berbincang-bincang seputar harga makanan pokok yang melonjak. Dulu gula harganya sekian, namun sekarang naik, demikian pula daging, beras, dan bahan makanan pokok lainnya. Ketiak melewati sebuah sekolah, mereka mendengar seorang guru bertanya kepada murid-muridnya, “Berapa tujuh dikalikan tujuh?” Murid tersebut menjawab, “Lima puluh sembilan Pak”. Lalu mbah Boy menoleh kepada temannya dan mengatakan, “Dengar, ini juga naik, padahal selama ini tujuh dikalikan tujuh adalah empat puluh sembilan!”.

Jari Tengah Sebagai Pemisah

Februari 12, 2009 pukul 1:03 am | Ditulis dalam Iseng, Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Seorang laki-laki berkata kepada mbah Boy, “Apakah engkau bisa menghitung dengan jari-jarimu dengan baik?” mbah Boy menjawab, “Ya, saya bisa”. Lalu orang tersebut berkata, “Dua kilo gula pasir”. Kala itu, mbah Boy menekuk jari manis dan jari kelingkingnya. Orang tersebut berkata lagi, “Dan dua kilo gandum”. Dan mbah Boy pun menekuk ibu jari dan jari telunjuknya. Maka orang laki-laki tersebut pun bertanya, “Mengapa engkau membiarkan jari tengahmu tegak?” mbah Boy menjawab, “Agar gula pasir dan gandumnya tidak tercampur”.

Pokoknya Pukul!!!

Februari 12, 2009 pukul 1:01 am | Ditulis dalam Iseng, Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Suatu hari, seseorang berjalan melewati segerombolan orang yang sedang beramai-ramai memukuli seorang laki-laki. Lalu, dia pun bertanya kepada salah seorang mereka, “Apa yang dilakukan orang yang kalian pukuli itu?” Orang yang ditanya menjawab: “Demi Allah, saya tidak tahu. Akan tetapi, saya melihat mereka memukulinya, maka saya pun ikut memukulinya untuk mendapatkan pahala dari Allah Azza wa Jalla”.

Pengembala Buta Warna

Februari 7, 2009 pukul 10:01 pm | Ditulis dalam Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Dua orang pemuda sedang menggembalakan sapi mereka. Sambil menunggui sapi-sapi mereka merumput, keduanya pun berbincang-bincang di bawah pohon.

Pemuda 1 : “Humm.., kalau dilihat dari depan, sapi kita tidak ada bedanya yah?”
Pemuda 2 : “Betul juga. Jangan-jangan nanti bisa tertukar.”
Pemuda 1 : “Aku ada ide. Bagaimana kalau kau potong saja sebelah telinga sapimu? Jadi kita bisa bedakan.”
Pemuda 2 : “Ide bagus.”

Akhirnya mereka memotong sebelah telinga sapi milik Pemuda 2.

Pemuda 1: “Wah… akhirnya… sapi kita tidak akan pernah tertukar.”
Pemuda 2: “Benar. Tapi….. kalau dari belakang kok tetap sama yah?”
Pemuda 1: “Benar juga. Jadi bagaimana?”
Pemuda 2: “Begini, karena sapiku sudah dipotong telinganya, bagaimana kalau sekarang sapimu yang dipotong ekornya?”
Pemuda 1: “Setuju !!”

Dan mereka pun memotong ekor sapi milik Pemuda 1.

Pemuda 1: “Nah, akhirnya sapi kita benar-benar tidak akan pernah tertukar.”
Pemuda 2: “Iya. Eh, bagaimana kalau sekarang kita tes dulu. Tuh, ada anak SD lewat. Kalau anak SD saja bisa membedakan, apalagi orang dewasa kan?”
Pemuda 1: “Benar juga. Ayo kita panggil anak itu.”

Pemuda 1: “Nak, bisa tidak kau membedakan kedua sapi itu?”
Anak SD : “Jelas saja bisa. Yang satu warnanya putih, yang satu warnanya coklat.”

Kalau Orang Bodoh Cari Saingan

Februari 6, 2009 pukul 1:32 am | Ditulis dalam Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Pada Suatu hari ada seorang Idiot alias bego tapi yg paling kaya raya di Indonesia berasal dari betawi bernama Mali, beliau punya teman bernama otong. Suatu hari mereka bercakap-cakap dengan sengitnya..

Otong : “Mali… gue punya kabar buruk nih!”
Mali : “Kabar buruk apaan?
Otong : “Kabar buruk mengenai ada orang yang bakal jadi saingan elo krn doi orang kaya sedunia!”

Mali : “Haah… apa gue nggak salah dengar? kagak bakal ada orang yang bisa nyaingin gue, mana orangnya kasih tahu dimana rumahnya gue pengen tahu..”
Otong : “Wah.. jauh bener li, dia ada di Amerika..”
Mali : “Baru di Amerika, biar gue lihat kesana pake pesawat pribadi gue, besok gue terbang pengen tahu orang kaya itu..”

Singkat cerita sudah sampailah Mali di Amerika, dengan wajah bingung dan takjub dia sampai di kota New York, begitu lihat Patung Liberty dia langsung bilang… “Wah, bener-bener hebat di Jakarta belon ada yang kayak gini nih, ah gue mo tanya ama yang lewat kali aje die tau yang bikin ini patung, soalnya gue mo pesen satu buat di jejerin di Monas..”.

Ada orang bule yang lagi lewat ditegur sama mali.

Mali : “Sir, aye mo nanya siape ye yang punya itu patung?”
Bule : “What I don’t know!”, sambil terheran-terheran.
Mali : “Hah.. A-do-no, wah bener juga kata si otong pasti die orangnye.

Mali jalan ke San Fransico dia liat jembatan yang terpanjang di dunia, trus dia tanya sama orang bule lagi.

Mali : “Sir, tahu ngga? yang bikin nih jembatan? panjang amat gue jadi pengen juga bangun jembatan kayak gini di Jakarta”
Bule : “What?!, Sorry I don’t Know!”
Mali : “Wah, si A-Do-No lagi, kalo gitu bener die orangnye yang kaya itu,gue jadi pengen ketemu nih.

Tiba-tiba Mali sudah sampai di Washington DC tepat didepan Gedung Putih. Disitu dia bingung plus heran sambil berkata.. “Jangan-jangan ini dia nih, rumahnya si A-do-no gile kayak Istana”,sungutnya dalam hati.

Lalu dia langsung tanya sebelumnya dengan penjaga pintu gerbang Gedung Putih yang pakai seragam, karena biar gimana juga dia orang timur punya sopan-santun mau bertamu ke rumah orang, takut salah alamat.

Mali : “Permission…mau tanya ini rumah siapa ya?”.
Bule : “What!!! Oh sorry I don’t Know!” dengan muka heran.

Sebelum mali beranjak dari tempatnya, karena dia yakin itu rumahnya Mr. A-do-no, tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan tinggi langsung menabrak orang penyebrang jalan. Lihat begitu Mali bengong, dan langsung bertanya sama orang didekatnya…

Mali : “Gile bener,maen tabrak lari aja tuh orang, siapa sih yg ketabrak Mr?!,dengan wajah heran.
Bule : “Sorry, I don’t Know!!!”
Mali : “Hah! A-Do-No??? Alhamdulillah akhirnya A-do-no mati juga…Horeee.” Kagak ada lagi yang bisa nyaingin gue dong!. Dengan gembira Mali langsung balik ke Jakarta mengabarkan kepada sohibnya bahwa yang jadi saingannya udah Mampus alias Mati yang namanya A-Do-No Alias I don’t Know.

Kalau Jepang Ngomong Inggris

Februari 6, 2009 pukul 1:30 am | Ditulis dalam Senyum dong... | Tinggalkan komentar

PM jepang, koizumi akan bertemu dengan Bill clinton karena bahasa inggrisnya tidak lancar, ia memanggil penerjemahnya untuk minta petunjuk kalimat-kalimat oendek yang biasa diucapkan pada saat upacara penyambutan.

Penerjemah: “Sebelum berjabat tangan ucapkan : how are you? setelah itu presiden clinton akan mengucap kan suatu kalimat, biasanya ia akan mengucapkan i am fine, mengangguk lah seolah anda mengerti. Setelah dia selesai bicara tutuplah pembicaraan dengan : me too. Selanjutnya biarlah saya yang mengurus pembicaraan bilateral.”

Sesampainya di gedung putih Bill clinton telah menunggu untuk upacara kenegaraan.

Koizumi : (karena kurang fasih inggris nya) “Who are you ?”

Bill clinton(agak terkejut): “Im hillary husband”

Koizumu : “Me too…”

Bill clinton : ???!!!!?????!!!!

Paman vs 4 Preman

Februari 6, 2009 pukul 1:27 am | Ditulis dalam Senyum dong... | 1 Komentar

Seorang anak kecil tergopoh-gopoh menghubungi polisi melalui handphone-nya.

Anak : “Hallo pak polisi? Tolong pak, saat ini paman saya sedang dikeroyok oleh 4 orang preman.”

Polisi : “Sudah berapa lama, Dik?”

Anak : “Sejak 20 menit yang lalu, Pak.”

Polisi : “Lho?? Kenapa baru telepon sekarang??”

Anak : “Soalnya sampai 20 menit yang lalu paman saya masih unggul Pak.”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.