Betapa Dholimnya Kita…

Februari 7, 2012 pukul 12:10 pm | Ditulis dalam Cerita, Inspirasi, R E N U N G A N | Tinggalkan komentar

Suatu sore, seorang teman datang dan bertanya: eh Muf… sahabat Ibnu Ummi Maktum kok dinisbatkan kepada ibunya? Kenapa bukan kepada bapaknya?

Jujur saja, aku tertegun dengan pertanyaan ini. Pertanyaan yang tidak pernah terbersit di benakku. Saat itu, aku cuma bisa menjawab: Nama Asli beliau adalah Abdulloh, tapi kenapa dinisbatkan kepada ibunya saya kurang tahu… coba nanti saya cari dulu.

Pencarian pun dimulai… kenapa harus dicari? Kebiasaan orang Arab pada waktu itu, memanggil seorang anak yang tidak diketahui ayahnya dengan “Ibnu Abihi“. Kalau dinisbatkan kepada Ibunya? Ini yang perlu dicari tahu..

Berpedoman dari dua kitab: Tahdzibut Tahdzib karya Ibnu Hajar Al-Asqolani dan Usdul Ghobah fi Ma’rifatish Shohabah karya Ibnul Atsir, akhirnya saya dapatkan biografi beliau:

Nama beliau (yang disepakati oleh mayoritas ulama) adalah Amr bin Qois bin Zaidah bin Al-Ashom Jundub bin Haram bin Rawahah bin Hujr bin Abd bin Mu’ish bin Amir bin Luaiy Al-Amiri.

Beliau adalah saudara sepupu Khodijah binti Khuwailid, istri Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam.

Penduduk Irak memanggil beliau dengan Amr, sedangkan penduduk Madinah memanggil beliau Abdulloh.

Sebentar.. bentar… lalu hubungannya dengan judul tu apa?

Hubungannya? gini lo sodara-sodari….

Kita hafal banyak tentang sejarah orang-orang hebat di dunia ini… kita hafal nama idola kita: dari zaman Majapahit: Gajah Mada, Ken Arok; trus zaman kemerdekaan: Bung Karno, Bung Hatta.. zaman sekarang: (jawab sendiri ya…)

Tapi, apakah dari kita ada yang tahu bahwa Ibnu Ummi Maktum merupakan keturunan bangsawan Makkah bukan sekedar orang buta yang meminta pengajaran agama kepada Rosululloh?

Allohummaghfirlana…

Kebanyakan dari kita hanya tahu bahwa beliau adalah orang buta yang Alloh muliakan sebagai sebab diingatkannya Rosululloh agar dalam berdakwah tidak memilih-milih orang…  Kita tidak mengetahui bahwa beliau adalah orang besar.. termasuk keturunan bangsawan besar… kerabat Ummul Mukminin Khodijah binti Khuwailid, seorang wanita pertama yang masuk Islam dan mendukung Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam dalam dakwah beliau dengan seluruh harta bendanya.

Orang besar selalu dikelilingi orang besar…

Semoga Alloh merahmatimu Wahai Ibnu Ummi Maktum…

Takdir itu… (Bag. 2)

Januari 25, 2011 pukul 2:29 pm | Ditulis dalam Cerita, Inspirasi, R E N U N G A N | 2 Komentar

Yang paling membikin orang (yang kenal agama) patas semangat trus nyalahin takdir dan Tuhan (Na’udzubillah) ya ketika usaha yang telah direntas mati-matian tadi tertabrak takdir.

Ibarat mobil mercy vs kereta api. Hancur berkeping-keping deh.

Seperti halnya dua orang murid, si pintar dan si bodoh. Ketika ujian naik kelas, si bodoh naik dan si pintar tinggal kelas. Kok gitu?

Mungkin saja pas ujian ini, si bodoh dapat pencerahan dan si pintar sedang bad mood. Jadinya ya si bodoh bisa njawab soal dengan benar dan si pintar kebingungan menjawab soal. he..he..he..

Banyak sekali kejadian-kejadian semacam ini di sekitar kita dan hal ini dipastikan akan terjadi berulang dan berulang. Yang  jadi pertanyaan adalah bagaimana sikap kita?

Sikap yang harus diambil oleh seorang muslim adalah legowo menerima yang menjadi suratan takdirnya, walaupun rasanya seperti makan empedu.

Legowo? iya… sikap ini merupakan satu-satunya solusi mustajab.

Mau legowo, takdir yang sudah terjadi ndak bakal berubah tapi dapet pahala, atau mau nggersulo (marah-marah dan ndak terima), ya takdirnya kayak gitu juga plus dapat bonus dosa.

Hayo… pilih mana ?

Yang perlu disadari adalah bahwa yang diminta dari kita (manusia) adalah usaha, bukan hasil.

Sekarang… legowo nggak dengan takdir yang kita terima 😀

Canibalisme, Kini di Lindungi Hukum,.. Naudzubillah Min Dzalik…

Juli 6, 2009 pukul 11:02 pm | Ditulis dalam Cerita, M Y F R I E N D S W O R D, R E N U N G A N, Uneg-uneg, Waahhhhhh | 4 Komentar
Postingan ini dari kawanku yang paling senang menebar salam persahabatan: eidariesky:

(jangan buka artikel ini jika anda tidak kuat melihat nya )

Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuatdari sari/kaldu janin manusia. ‘Healthy Soup’ yang dipercaya dapat meningkatkan stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 – 8 bulan dapat dibeli per porsi seharga 3000-4000 RMB (mata uang setempat). Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan,Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap ‘Healthy Soup’. Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat ‘Healthy Soup’ ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kalidalam semalam.

canibalisme 1

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan ‘Healthy Soup’ di kota Fu San – Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk ‘Healthy Soup’ adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah di dapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh,bukan frozen. Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi(plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda. Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup’, dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kotadi mana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan. Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahirperempuan lagi, maka ‘Healthy Soup’ dapat diperoleh dalam waktu dekat.Cara pembuatan ‘Healthy Soup’, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur beberapabulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam danBaikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk ‘Healthy Soup’. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur. Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan.

Canibalisme 2
Canibalisme 3

Tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!). Kali ini, harga per porsi ‘Healthy Soup’ 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.

Canibalisme 4

Canibalisme 5

Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui. Setelah selesai, ‘Healthy Soup’ disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan. Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk

Canibalisme 6
Canibalisme 7

Pesan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk
menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia

Brosur Restorant Canibalisme

KISAH PENYELAM MUTIARA

Juni 26, 2009 pukul 10:33 pm | Ditulis dalam Cerita, R E N U N G A N, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara. Seorang penyelam mutiara, dalam melaksanakan tugasnya selalu dibekali dengan tabung oksigen yang terpasang di punggungnya. Pada saat ia terjun menyelam, niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. Tetapi begitu ia berada di bawah permukaan laut, ia mulai lupa pada apa yang harus dicarinya. Kenapa? Ternyata pemandangan di dalam laut sangat mempesona. Bunga karang yang melambai-lambai seolah-olah memanggilnya, ikan-ikan hias berwarna-warni yang saling berkejaran dengan riangnya membuatnya terpana. Ia pun lalu terlena ikut bercanda ria, melupakan tugasnya semula untuk mencari tiram mutiara yang berada jauh di dasar laut sana.

Hingga pada suatu saat, dia terkejut manakala disadarinya oksigen yang berada di punggungnya tinggal sedikit lagi. Timbullah rasa takutnya. Tak terbayang olehnya bagaimana kemarahan majikannya kelak bila ia muncul ke permukaan tanpa membawa tiram mutiara sebanyak yang diharapkan. Maka dengan tergopoh-gopoh ia pun busaha untuk mencari tiram mutiara yang ada disekitarnya. Namun sayang, kekuatan fisiknya sudah melemah, energinya sudah habis terkuras bercanda ria dengan keindahan alam bawah laut.

Akhirnya isi tabung oksigennya benar-benar kosong, sehingga walaupun tiram mutiara yang diperolehnya sangat sedikit, ia mau tidak mau harus muncul ke permukaan. Malangnya lagi, karena tergesa-gesa dia tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga ketika tersenggol ikan yang berseliweran di sampingnya, tiram mutiara yang sudah didapatnya dengan susah payah itu sebagian tertumpah ke luar.

Di permukaan, majikannya telah menunggu. Begitu dilihatnya isi kantong si penyelam tidak berisi tiram mutiara sebagaimana yang ia harapkan, maka tumpahlah caci makinya dan saat itu juga si penyelam dipecatnya tanpa pesangon sedikitpun. Tentu saja bisa kita bayangkan bagaimana gundahnya perasaan si penyelam.

Dengan penuh rasa penyesalan, si penyelam berusaha minta kesempatan ulang untuk menyelam kembali. “Tuan, ijinkanlah aku untuk menyelam kembali, pasti aku akan mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. ” Namun majikannya dengan tegas menolak, “Percuma engkau aku beri kesempatan, ternyata engkau hanya pandai membuang-buang oksigen saja.”

Kisah ini amat mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia. Tabung oksigen adalah perlambang jatah umur manusia, tiram mutiara mengibaratkan pahala yang harus kita kumpulkan dan tiram mutiara yang tumpah mengumpamakan pahala yang hilang karenanya, sedangkan keindahan yang ada di dalam lautan melambangkan godaan-godaan kenikmatan duniawi dengan harta, tahta dan wanitanya.

Marilah kita instropeksi, sudah cukupkah tiram mutiara yang kita peroleh?, Sehingga bila suatu saat kita harus muncul ke permukaan menemui majikan kita, Allah swt, Ia ridha menerima kita. Apalagi Ia telah berfirman dalam surat Al-Ankabuut ayat 6:

“Tidaklah kehidupan DUNIA ini melainkan SENDA GURAU dan PERMAINAN, sesungguhnya AKHIRAT itulah yang SEBENAR-BENARNYA KEHIDUPAN.”

Juga Firman-Nya dalam QS Al Hadid ayat 20 yang artinya:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah PERMAINAN dan suatu yang MELALAIKAN, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. …… Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah KESENANGAN YANG MENIPU.”

SUMBER:Buku Sentuhan Kalbu .penyaji Ir.Permadi Alibasyah
Oleh Syafruddin Yahya @ Discussion Board

Ambalat (Antara Indonesia v Malaysia Kah?)

Juni 11, 2009 pukul 11:46 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng, Mutiara, S A L A M kenal, Tarbiyah, Triks dan Intriks, Uneg-uneg, Waahhhhhh | 2 Komentar

Wuih… banyak juga blogger yang mengangkat masalah Ambalat. Jadi kepingin nih untuk ikut-ikutan… (hah… dasar suka alasan… he..he…he..).

Andaisaja Ambalat itu milik Indonesia, maka Islam mewajibkan setiap pemeluknya untuk menjaga harta bendanya yang hendak dirampas, walaupun si perampas adalah orang yang  juga mengaku Islam.

Andaisaja Ambalat itu bukan milik Indonesia, terus kenapa harus mati-matian dipertahankan. Lha wong itu bukan milik Indonesia. Barang milik orang lain ya jangan kita aku-aku sebagai barang milik kita dong… (benar nggak?).

Bicara Ambalat, saya teringat dengan postingan di salah satu blog, yang isinya perkataan orang Ambalat bahwa mereka lebih bergantung kepada Malaysia daripada Indonesia.

Lha kok bisa ada kejadian seperti itu? Kemana para pemegang kekuasaan di Indoneia, baik yang jadi presiden, menteri, atau yang duduk di DPR pusat sono?

Kok ada rakyat yang memilih bergantung kepada negeri tetangga daripada kepada negeri sendiri? Inikan sudah kelewatan…

Yang kelewatan siapa? Ya yang memegang kekuasaan dong… Rakyat kan tinggal menikmati apa yang seharusnya jadi haknya.

Kalau dijawab nggak mampu, ya sebaiknya kembali aja ke desa mencangkul sawah, bercocok tanam, atau beternak. Lha nggak bisa ngurus rakyat, ya jangan ngurus tho… mbikin orang sengsara itu dosa tahu….

Mungkin, kejadian ini merupakan bukti bahwa sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu benar, “Apabila engkau mendapat kepemimpian dengan meminta-minta, niscaya engkau tidak dibantu oleh Allah. Akan tetapi, apabila engkau diberi kepemimpinan tanpa meminta-minta, niscaya engkau akan ditolong dalam memimpin rakyatmu”.

Orang yang faham tentang agamanya, pasti tidak ikut-ikut mengkampanyekan dirinya sebagai presiden. Karena apa, ya hasilnya nggak akan ada pertolongan dari Allah…. apalagi ditambah tidak mau menjalankan aturan agama, walaupun untuk dirinya sendiri… wah… cilakanya mungkin tikel-tikel…

Kembali ke Ambalat. Yang menjadi tanda tanya, kenapa baru sekarang hal ini dibesar-besarkan? Kok baru sekarang, Indonesia mengirim protes dengan tegas tentang pelanggaran Malaysia? Kok baru sekarang, para anggota DPR yang “terhormat” itu teriak-teriak dan melakukan misi diplomatik ke Malaysia?

Kenapa baru sekarang? Ketika sedang ada agenda politik!

Aroma pencitraan amat sangat kental, lebih kental dari kopi lampung lho…(^-^).

Kasihan para tentara kita. Anggaran cekak, tapi disuruh melakukan sesuatu di luar kemampuan mereka. Para anggota DPR itu seharusnya memotong anggaran gaji mereka, dan diberikan untuk pos anggaran pertahanan! Lha wong, gaji yang didapat oleh anggota DPR itu tidak sepadan dengan hasil kerja mereka. Gaji mereka terlalu besar! sedangkan hasil kerjanya apa? Manohara disekap, para TKW disiksa, masalah LAPINDO berlarut-larut, Ahmadiyyah masih berkeliaran, UU Poligami yang  jelas-jelas bermasalah, dan masih banyak lagi hasil kerja yang “amburadul”.

Beginikah wajah Kepemimpinan kita? Kalau ke depan tidak ada perbaikan, jangan kaget apabila Indonesia semakin dianggap remeh oleh negara-negara tetangga…

Indonesia…. Kapan engkau akan maju?!

Behind Contrengan 9 April

April 25, 2009 pukul 1:53 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng | Tinggalkan komentar

Yup, tanggal sembilan telah berlalu. Yang berhasil mencapai angan-angannya menjadi anggota dewan yang “terhormat”, bisa tertawa ewa. Tertawa sambil memikirkan cara untuk mendapatkan kembali uang yang telah dihambur-hamburkan selama kampanye. Balik modal ceritanya.

Tapi, yang gagal padahal sudah ngeluarin biaya yang nggak sedikit, ya udah stress, gila, gendeng, dsj. Lha gimana yang berubah otaknya, lha wong hutang sana-sini,  jual ini-itu, kalau perlu jual warisan keluarga, tapi lagi apes, nggak dapet suara yang bisa ngelolosin dirinya ke gedung dewan. Ya, stress lah…

Ternyata, contrengan kemaren itu menyisain cerita-cerita lucu. Misalnya, ada yang mengisi nama dirinya di kolom yang masih kosong kemudian dicontreng sendiri.

Atau, bawa spidol, kemudian gambar-gambar pas foto milik caleg itu dioret-oret, biar ngganteng githu… tambah kumis, tambah jenggot, tambah kacamata, dan setelah puas oret-oret, gambar yang ‘indah’ itu pun dicontreng…

Karuan aja ya nggak sah dong…

Dasar… ada-ada saja ya kelakuan orang-orang itu….

Pelajaran dari Tukang Becak

April 13, 2009 pukul 11:07 pm | Ditulis dalam Cerita, Uneg-uneg | 2 Komentar

Sore ketika hujan turun dengan deras, diiringi hembusan angin yang tidak sekencang yang pernah terjadi. Aku dan temanku duduk di depan rumah menyaksikan pemandangan yang suram, tapi yang diomongin masalah bola. Masalah serunya hasil pertandingan liga-liga dunia.

Tiba-tiba lewat sebuah becak mengantar penumpang yang kebetulan tetangga depan rumah. Pertama-tama, aku nggak perhatian sama sekali kepada Pak becak itu. Tapi, perhatianku berhasil disita oleh tukang becak tersebut.

Apa sebab? Ketika penumpang sudah turun, membayar, dan masuk rumah, ternyata tukang becak tersebut masih berdiri di emperan rumah, berteduh dari serangan hujan dan angin. Baju dan celana yang dipakai sudah basah kuyup.  Bahkan sempat aku lihat tukang becak ini menggigil menahan dingin.

Hujan sore itu tidak berhenti, tetapi malah semakin kencang dan deras. Aku lihat tukang becak yang ku taksir umurnya sekitar 40 an tahun itu merasa bimbang.

Entah mengapa, rasa bimbang yang ku lihat dari raut muka itu membuat hatiku trenyuh.

Aku merasa bersalah. Bersalah pada diriku yang tidak pandai bersyukur kepada Tuhanku, Allah. Bersyukur terhadap kenikmatan  yang telah dilimpahkan atasku. Kenikmatan berupa orang tua yang punya ekonomi yang mapan (menurut pandangan orang lain), punya rumah untuk berlindung, punya adik-adik yang lucu, tapi juga menjengkelkan, dan masih banyak lagi yang perlu aku syukuri.

Dibanding dengan tukang becak itu, keadaanku ini lebih baik dari keadaannya. Jauh-jauh lebih baik darinya.

Aku merasa kasihan kepada tukang becak itu. Demi mendapatkan lima ribu atau sepuluh ribu, tukang becak itu harus mengayuh pedal becak, menempuh lalu lalangnya kendaran bermotor. Hujan ataupun panas tidak dihiraukan. Tak jarang, tukang becak itu mendapatkan umpatan kasar dari pengguna kendaraan bermotor yang merasa terganggu perjalannya karena becak yang berjalan.

Akhirnya, aku masuk kembali ke dalam rumah dan membikin segelas teh manis yang panas. Niatku, aku ingin memanggil tukang becak itu untuk menghangatkan badan barang sejenak di rumahku. Akan tetapi, ketika aku sampai di depan rumah, aku dapati tukang becak tersebut sudah pergi.

Aku sadar dan merutuki diriku sendiri, kenapa aku tadi tidak memberi tahu tukang becak tersebut sebelum aku masuk membikin teh tadi. Ah, sungguh suatu tindakan yang bodoh!

Aku mendapatkan satu hal, bahwa benar apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa jika kamu ingin bersyukur dengan sebenar-benar syukur, maka lihatlah orang yang kedudukannya, keadaannya lebih renddah dari kalian. Niscaya, kalian akan banyak bersyukur.

Genthonesia

April 12, 2009 pukul 10:41 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng, Senyum dong... | 1 Komentar

Dalam suatu acara syukuran yang pernah simbah ikuti, ada satu tokoh agama setingkat modin (tokoh agama) yang waktu itu didapuk sebagai pembaca doa penutup. Doa dibuka dengan lancarnya, dilanjutkan dengan suara agak samar semi hewes-hewes. Para hadirin mengamininya dengan agak semangat, dikarenakan acara segera bubaran. Namun simbah agak terkaget manakala di tengah hewes-hewes itu, sang modin membaca doa “Allahummaghfirlahu, Continue Reading Genthonesia…

Hasanah Istri Muda

Maret 18, 2009 pukul 11:05 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng, Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Ada seorang laki-laki kaya raya, hartanya melimpah ruah, apa saja yang ia inginkan pasti bisa ia nikmati. Mobil canggih? Gampang…. Tinggal telepon koleganya, dalam satu jam sudah diantar. Rumah mewah? Itu soal kecil…. Di tiap kota ia punya.

Di Malaysia, Kanada, Afrika, atau di tengah samudra Hindia pun kalau ia mau, ia bisa beli dengan hartanya yang bertumpuk… dengan harta itu pula lelaki kaya ini bisa mempersunting dua istri cantik dan menawan. Istri pertama bernama Azizah, yang kedua bernama Hasanah.

Nama sih islami, tapi untuk soal ibadah dan ilmu agama, mereka berdua sama seperti sang suami, tak ngerti sama sekali. Shalat kagak pernah. Paling sekali dua kali, kalau diajak tetangga sebelah, itu juga nggak tau harus berdoa apa… mereka pun jentat-jentit sekenanya… yang penting jaga harga diri, biar nggak dianggap lupa agama. Musim haji pun tiba. Sang suami gak mau dipermalukan oleh tukan becak sebelah, yang mampu berangkat haji.

Akhirnya, bermodal harta, ia pun “bertamasya” ke negeri onta, Makkah Al-Mukarramah. Tak tanggung, dua istrinya diajak pula untuk menunaikan rukun Islam kelima, katanya. Di sana, ia dan dua istrinya hanya bisa ikut-ikutan apa yang jamaah haji alainnya lakukan. Hingga giliran thawaf, mereka turut mengelilingi Ka’bah.

Namun, tak ada doa yang bisa ia ucapakan. Suara talbiyah jamaah haji pun sulit untuk ditiru. Tapi, sang suami teringat dengan sebuah doa yang pernah diajarkan guru ngajinya waktu kecil. Biar pun ia tak faham artinya, yang penting ia bisa turut bercuap-cuap.

Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah. Putaran pertama ia melantunkannya dengan khusyuk sambil menggandeng dua istrinya.

Putaran kedua Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah .

Putaran ketiga, Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah, istri pertama mulai tak tenang.

Putaran keempat Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah, istri pertama, Azizah menyikut sang suami, “Mas…! Kenapa sih dari tadi Hasanah melulu yang disebut-sebut… apa karena dia istri muda, lebih cantik, lebih …, lebih…” terjadilah percekcokan sedikit di depan baitullah itu.

Dengan bijaksana, sang suami menenangkannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Mereka melanjutkan putaran kelima, sang suami dengan percaya diri melantunkan Rabbana atina fid dun ya Hasanah wa fil akhirati Azizah ( biar adil, batinnya).

Putaran keenam ia ulangi. Setelah putaran berakhir, mereka bertiga dikeluarkan oleh security Masjidil Haram, karena dianggap menyebarkan ajaran sesat… capek deh…

Sejarah Konflik Palestina-Gaza

Januari 19, 2009 pukul 10:02 am | Ditulis dalam Cerita, R E N U N G A N, Triks dan Intriks | 1 Komentar


Pada tanggal 1 Januari 2009 ini serangan rezim zionis Israel ke Gaza atas bangsa Palestina sudah berlangsung 5 hari (27 Desember 2008). Ratusan orang sipil Palestina tewas menggenaskan, sedangkan ratusan lainnya luka-luka. Kutukan atas serangan tersebut berdatangan dari berbagai negara, namun sayangnya Amerika Serikat ternyata mem-veto resolusi PBB atas serangan Israel ke Gaza tersebut

Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania).. Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.

2000 SM – 1500 SM

Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s. (bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang kemudian mempunyai anak Nabi Ya’qub A.s. alias Israel (Israil, Qur’an). Anak keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 (tujuh) orang. Salah satunya bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa paceklik, Nabi Ya’qub A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (Nabi Ya’qub A.s.) membesar.

1550 SM – 1200 SM

Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi negara Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun bangsa Israel diturunkan statusnya menjadi budak.

1200 SM – 1100 SM

Nabi Musa A.s. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah Swt – dikenal dengan cerita Nabi Musa A.s. membelah laut ketika bersama dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut Merah. Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata: “Hai, Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu (Tuhanmu), dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS 5:24)

Akibatnya mereka dikutuk oleh Allah Swt dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina. Belakangan agama yang dibawa Nabi Musa A.s. disebut Yahudi – menurut salah satu marga dari bangsa Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda, dan akhirnya bangsa Israil – tanpa memandang warga negara atau tanah airnya – disebut juga orang-orang Yahudi.

1000 SM – 922 SM

Nabi Daud A.s. (anak Nabi Musa A.s.) mengalahkan Goliath (Jalut, Qur’an) dari Filistin. Palestina berhasil direbut dan Daud dijadikan raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel Raya seperti yang dipimpin raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil dan Eufrat) dan Bintang Daud. Kepemimpinan Daud A.s. diteruskan oleh anaknya Nabi Sulaiman A.s. dan Masjidil Aqsa pun dibangun.

922 SM – 800 SM

Sepeninggal Sulaiman A.s., Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.

800 SM – 600 SM

Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Swt maka kerajaan tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria.

“Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh.” (QS 5:70)

Hal ini juga bisa dibaca di Injil (Bible) pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.

600 SM – 500 SM

Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia. Dalam Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia.

500 SM – 400 SM

Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem.

330 SM – 322 SM

Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel, sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani dan bukan dalam bahasa Ibrani.

300 SM – 190 SM

Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.

1 – 100 M

Nabi Isa A.s. / Yesus lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi (dengan ancaman hukuman tertinggi yakni dihukum mati di kayu salib), ajaran Yesus sendiri ditolak oleh para Rabbi Yahudi. Namun setelah Isa tiada, bangsa Yahudi memberontak terhadap Romawi.

100 – 300

Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk Yahudi yang tetap bertahan di Palestina. Dengan masuknya Islam kemudian, serta dipakainya bahasa Arab di dalam kehidupan sehari-hari, mereka lambat laun terarabisasi atau bahkan masuk Islam.

313

Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan agama negara.

500 – 600

Nabi Muhammad Saw lahir di tahun 571 M. Bangsa Yahudi merembes ke semenanjung Arabia (di antaranya di Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang antara Romawi dengan Persia.

621

Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan ruhani Isra’ dari masjidil Haram di Makkah ke masjidil Aqsa di Palestina dilanjutkan perjalana Mi’raj ke Sidrathul Muntaha (langit lapis ke-7). Rasulullah menetapkan Yerusalem sebagai kota suci ke-3 ummat Islam, dimana sholat di masjidil Aqsa dinilai 500 kali dibanding sholat di masjid lain selain masjidil Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah. Masjidil Aqsa juga menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah arahnya ke Ka’bah di masjidil Haram, Makkah.

622

Hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan pendirian negara Islam – yang selanjutnya disebut khilafah. Nabi mengadakan perjanjian dengan bangsa Yahudi yang menjadi penduduk Madinah dan sekitarnya, yang dikenal dengan “Piagam Madinah”.

626

Pengkhianatan Yahudi dalam perang Ahzab (perang parit) dan berarti melanggar Perjanjian Madinah. Sesuai dengan aturan di dalam kitab Taurat mereka sendiri, mereka harus menerima hukuman dibunuh atau diusir.

638

Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab ra. Seluruh Palestina dimerdekakan dari penjajah Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, Muslim maupun Non Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khilafah. Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.

700 – 1000

Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika hingga Spanyol. Di dalamnya, bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama. Ada beberapa ilmuwan terkenal di dunia Islam yang sesungguhnya adalah orang Yahudi.

1076

Yerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa. Karena pengkhianatan kaum munafik (sekte Drusiah yang mengaku Islam tetapi ajarannya sesat), pada tahun 1099 M tentara salib berhasil menguasai Yerusalem dan mengangkat seorang raja Kristen. Penjajahan ini berlangsung hingga 1187 M sampai Salahuddin Al-Ayyubi membebaskannya dan setelah itu ummat Islam yang terlena sufisme yang sesat bisa dibangkitkan kembali.

1453

Setelah melalui proses reunifikasi dan revitalisasi wilayah-wilayah khilafah yang tercerai berai setelah hancurnya Baghdad oleh tentara Mongol (1258 M), khilafah Utsmaniah dibawah Muhammad Fatih menaklukan Konstatinopel, dan mewujudkan nubuwwah Rasulullah.

1492

Andalusia sepenuhnya jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista) . Karena cemas suatu saat umat Islam bisa bangkit lagi, maka terjadi pembunuhan, pengusiran dan pengkristenan massal. Hal ini tidak cuma diarahkan pada Muslim namun juga pada Yahudi. Mereka lari ke wilayah khilafah Utsmaniyah, diantaranya ke Bosnia. Pada 1992 Raja Juan Carlos dari Spanyol secara resmi meminta maaf kepada pemerintah Israel atas holocaust (pemusnahan etnis) 500 tahun sebelumnya. (Tapi tidak permintaan maaf kepada umat Islam).

1500 – 1700

Kebangkitan pemikiran di Eropa, munculnya sekularisme (pemisahan agama / gereja dengan negara), nasionalisme dan kapitalisme. Mulainya kemajuan teknologi moderen di Eropa. Abad penjelajahan samudera dimulai. Mereka mencari jalur perdagangan alternatif ke India dan Cina, tanpa melalui daerah-daerah Islam. Tapi akhirnya mereka didorong oleh semangat kolonialisme dan imperialisme, yakni Gold, Glory dan Gospel. Gold berarti mencari kekayaan di tanah jajahan, Glory artinya mencari kemasyuran di atas bangsa lain dan Gospel (Injil) artinya menyebarkan agama Kristen ke penjuru dunia.

1529

Tentara khilafah berusaha menghentikan arus kolonialisme/ imperialisme serta membalas reconquista langsung ke jantung Eropa dengan mengepung Wina, namun gagal. Tahun 1683 M kepungan diulang, dan gagal lagi. Kegagalan ini terutama karena tentara Islam terlalu yakin pada jumlah dan perlengkapannya.

“… yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dan bercerai-berai. ” (QS 9:25).

1798

Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi masih di bawah Khilafah.

1831

Untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme yang menular begitu cepat di tanah Arab.

1835

Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, dan lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana. Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah.

1838

Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina.

1849

Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang.

1882

Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina yang berselubung agama, simpati dan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

1891

Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah “sakit-sakitan” (dijuluki “the sick man at Bosporus). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.

1897

Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

1916

Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat kontrol atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar).

1917

Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

1938

Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.

1944

Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik “membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari sana.” Kondisi Palestina pun memanas.

1947

PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan Israel.

1948, 14 Mei.

Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel. Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania, Syria, Mesir dan lain-lain. Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris – lihat Imperialisme Perancis dan Inggris di tanah Arab sejak tahun 1798 – maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.

1948, 2 Desember

Protes keras Liga Arab atas tindakan AS dan sekutunya berupa dorongan dan fasilitas yang mereka berikan bagi imigrasi zionis ke Palestina. Pada waktu itu, Ikhwanul Muslimin (IM) di bawah Hasan Al-Banna mengirim 10.000 mujahidin untuk berjihad melawan Israel. Usaha ini kandas bukan karena mereka dikalahkan Israel, namun karena Raja Farouk yang korup dari Mesir takut bahwa di dalam negeri IM bisa melakukan kudeta, akibatnya tokoh-tokoh IM dipenjara atau dihukum mati.

1956, 29 Oktober

Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan Suez. Pada kurun waktu ini, militer di Yordania menawarkan baiat ke Hizbut Tahrir (salah satu harakah Islam) untuk mendirikan kembali Khilafah. Namun Hizbut Tahrir menolak, karena melihat rakyat belum siap.

1964

Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization) . Dengan ini secara resmi, nasib Palestina diserahkan ke pundak bangsa Arab-Palestina sendiri, dan tidak lagi urusan umat Islam. Masalah Palestina direduksi menjadi persoalan nasional bangsa Palestina.

1967

Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari dengan dalih pencegahan, Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara musuhnya karena dibantu informasi dari CIA (Central Intelligence Agency = Badan Intelijen Pusat milik USA). Sementara itu angkatan udara Mesir ragu membalas serangan Israel, karena Menteri Pertahanan Mesir ikut terbang dan memerintahkan untuk tidak melakukan tembakan selama dia ada di udara.

1967, Nopember

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi Palestina.

1969

Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania.

1970

Berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina membuat PLO dikecam oleh opini dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dari Yordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.

1973, 6 Oktober

Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasanya Yahudi Yom Kippur. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober. Mesir dan Syria hampir menang, kalau Israel tidak tiba-tiba dibantu oleh AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia cuma siap untuk melawan Israel, namun tidak siap berhadapan dengan AS. Arab membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak. Akibatnya harga minyak melonjak pesat.

1973, 22 Oktober

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.

1977

Pertimbangan ekonomi (perang telah memboroskan kas negara) membuat Anwar Sadat pergi ke Israel tanpa konsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab merasa dikhianati. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat dibunuh pada tahun 1982.

1978, September

Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS. Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel. Sadat dan PM Israel Menachem Begin dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. namun Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David ini tidak pernah diwujudkan, demikian juga otonomi versi lainnya. Dan AS sebagai pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto resolusi PBB yang tidak menguntungkan pihak Israel.

1980

Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota Yerussalem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota.

1982

Israel menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak berhasil dibawa ke forum PBB karena – lagi-lagi – veto dari AS. Belakangan Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq, Libya dan Tunis.

1987

Intifadhah, perlawanan dengan batu oleh orang-orang Palestina yang tinggal di daerah pendudukan terhadap tentara Israel mulai meledak. Intifadhah ini diprakarsai oleh HAMAS, suatu harakah Islam yang memulai aktivitasnya dengan pendidikan dan sosial.

1988, 15 Nopember

Diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota Aljazair. Dengan bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat.

Setelah Yasser Arafat mangkat kursi presiden diduduki oleh Mahmud Abbas. Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina beranggotakan 500 orang.

1988, Desember

AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina di pengasingan di Tunis.

1991, Maret

Yasser Arafat menikahi Suha, seorang wanita Kristen. Sebelumnya Arafat selalu mengatakan “menikah dengan revolusi Palestina”.

1993, September

PLO – Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Motto Israel adalah “land for peace” (tanah untuk perdamaian). Pengakuan itu dikecam keras oleh pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. Namun negara-negara Arab (Saudi Arabia, Mesir, Emirat dan Yordania) menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi mengeluarkan “fatwa” untuk mendukung perdamaian.

Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai perjanjian dengan Israel, PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti Israel. Dengan ini maka sebenarnya PLO dijadikan perpanjangan tangan Yahudi.

Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas usahanya tersebut.

1995

Rabin dibunuh oleh Yigar Amir, seorang Yahudi fanatik. Sebelumnya, di Hebron, seorang Yahudi fanatik membantai puluhan Muslim yang sedang shalat subuh. Hampir tiap orang dewasa di Israel, laki-laki maupun wanita, pernah mendapat latihan dan melakukan wajib militer. Gerakan Palestina yang menuntut kemerdekaan total menteror ke tengah masyarakat Israel dengan bom “bunuh diri”. Targetnya, menggagalkan usaha perdamaian yang tidak adil itu. Sebenarnya “land for peace” diartikan Israel sebagai “Israel dapat tanah, dan Arab Palestina tidak diganggu (bisa hidup damai).”

1996

Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan, yang berarti kemenangan Yahudi yang anti perdamaian. Netanyahu mengulur-ulur waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel. Ia bahkan ingin menunggu/menciptaka n kontelasi baru (pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, bila perlu perluasan hingga ke Syria dan Yordania) untuk sama sekali membuat perjanjian baru.

AS tidak senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang ditetapkannya. Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Bill Clinton harus memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk “mengingatkan” si “anak emasnya” ini. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi Israel. Mufti Mesir malah kini memfatwakan jihad terhadap Israel. Sementara itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba “aktif” menjadi penengah, yang sebenarnya juga hanya untuk kepentingan masing-masing dalam rangka menanamkan pengaruhnya di wilayah itu. Mereka juga tidak rela kalau AS “jalan sendiri” tanpa bicara dengan Eropa.

2002 – Sampai sekarang

Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 “reservasi”. Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh “kehadiran sipil dan militer yang permanen” di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana, dan 4 pemumikan di Tepi Barat), namun akan “mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza, dan akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza.” Pemerintah Israel berpendapat bahwa “akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan,” sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya ialah bahwa Israel “akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok – artinya, Penghalang Tepi Barat Israel – dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini”

Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu tanggal 28 Maret 2006 di Israel, Ehud Olmert – yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri Israel menggantikan Ariel Sharon yang berhalangan tetap karena sakit – berpidato. Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai hak-hak kaum minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti dengan bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan bahwa bila Otoritas Palestina, yang kini dipimpin Hamas, menolak mengakui Negara Israel, maka Israel “akan menentukan nasibnya di tangannya sendiri” dan secara langsung menyiratkan aksi sepihak. Masa depan pemerintahan koalisi ini sebagian besar tergantung pada niat baik partai-partai lain untuk bekerja sama dengan perdana menteri yang baru terpilih.

Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza (27/12/2008) , sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan bakar minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur Gaza tutup.

Sebagai catatan akhir, Perdana Menteri Israel setelah Benjamin Netanyahu berutur-turut adalah Ehud Barak, Ariel Sharon, dan yang masih berkuasa di Israel dalam penyerangan di Gaza sekarang adalah Ehud Olmert. Sedangkan 4 faksi utama di Palestina adalah PLO, Al-Fatah, Jihad Islam Palestina (JIP), dan yang berkuasa sekarang di Palestina adalah Hamas dengan Perdana Menterinya Ismail Haniya. Dan gambar peta (klik di sini) yang menggambarkan hilangnya tanah Palestina yang dicaplok oleh Israel sejak tahun 1946 sampai dengan tahun 2000. Lihat posisi Gaza yang terjepit di daerah kekuasaan Israel.

sumber : http://www.wikimu. com/News/ displaynews. aspx?id=12457

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.