Renungan Surat Al-Balad : 4

Maret 19, 2011 pukul 11:56 pm | Ditulis dalam Iseng, R E N U N G A N, Tarbiyah | 1 Komentar

Ayat ke empat ini kalau diartikan kira-kira begini:

Sungguh Kami menciptakan manusia di dalam kepayahan

Ayat ini terletak setelah sumpah Alloh. Biasanya, kalimat yang berada setelah sumpah menunjukkan betapa pentingnya hal tersebut. Penting, karena ayat ini menyinggung sifat dasar manusia.

Manusia diciptakan oleh Alloh dalam kepayahan. Sejak tercipta di rahim sang bunda sampai masuk ke liang lahat. Payah, susah, sedih dan yang nggak enak-enak itu selalu menemani manusia.

So… janganlah kita berkecil hati apabila kita tertimpa kesusahan. Baik itu orang baik, maupun orang jahat semuanya berada dalam kesusahan. Orang baik (baca: beriman) susah dalam menjalankan dien ini, ya yang diolok-olok, dituduh yang enggak-enggak, yang citranya suram karena kelakuan segelintir oknum yang ngaku beriman tapi lebih mengedepankan hawa nafsu dari tuntunan wahyu, dan masih banyak lagi….

Orang jahat juga sami mawon… mereka juga susah lho… sebenarnya tidak mudah lho ngelakuin kejahatan. Coba panjenengan yang sekarang ini, yang belum pernah merampok, memalak terus ngrampok dan malak…. wah… bakalan panjenengan tegang ndak ketulungan…

Lha kok jadi kemana-mana… balik ke pembahasan

Rosululloh memberikan kepada kita resep untuk menghadapi hal ini. Apa itu? SABAR saudara-saudara.

Sabar dalam menghadapi musibah… sabar dalam menjalani ketaatan… sabar dalam menahan diri dari berbuat maksiat…

Sabar… mudah diucapkan tapi beuuuurat untuk dijalankan.

Semua ngakuin kan..?

Hadits ke-4 dari 42 Hadits Arba’in

Maret 18, 2011 pukul 12:37 am | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tarbiyah | 3 Komentar

Dari Abdulloh bin Mas’ud radliyallahu anhu berkata: Rosululloh -orang yang benar dan dibenarkan- bercerita kepada kami: Sesungguhnya kalian diciptakan di perut ibunya selama 40 hari berupa nuthfah (cairan kental); empat puluh hari kemudian, kalian berubah menjadi alaqoh (segumpal darah); empat puluh hari kemudian, kalian menjelma menjadi mudlghoh (sekerat daging). Pada waktu ini, seorang malaikat diutus untuk meniupkan ruh dan menurunkan empat ketetapan; yaitu rizki, amal, ajal, dan bahagiakah dia atau celaka.

Demi Dzat yang diriku di tangan Nya (Demi Alloh), Sesungguhnya kalian beramal dengan amalan penghuni surga, sehingga jarak antara dirinya dan surga tinggal satu jengkal, akan tetapi cacatan telah menentukan bahwa dia masuk ke neraka, maka dia beramal amalan penghuni neraka dan akhirnya dia akan masuk ke neraka.

Sebaliknya, ada dari kalian ada yang beramal dengan amalan penghuni neraka, sehingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal satu jengkal, akan tetapi catatan telah menentukan bahwa dia masuk ke surga, maka dia beramal amalan penduduk surga dan akhirnya dia akan masuk ke dalam surga.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhori dan Muslim

Hadits ini menjelaskan 3 hal:

1. Penciptaan Manusia

Manusia diciptakan melalui beberapa fase. Islam telah menjelaskannya 14 abad yang lalu; mendahului penemuan orang-orang modern.

2. Setiap orang sudah ditentukan rizki (seberapa banyak jatah rizki selama hidupnya); amal (banyak amal sholeh atau banyak maksiatnya); ajal (berapa lama umurnya di dunia dan kapan matinya), serta bahagia atau celaka (di dunia maupun di akherat).

3. Semua orang sudah ditetapkan apakah dia cetakan ahli neraka apa ahli surga, tetapi orang dilarang untuk santai-santai. Kenapa? yang pertama: kita tu nggak tau kita dapet tiket ke mana. tentunya orang pinter pengen akhir yang bahagia lah… berusaha meraih surga. ya kan…?

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.