Tiga Prinsip Utama

Juli 8, 2009 pukul 10:28 pm | Ditulis dalam Inspirasi, R E N U N G A N, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Ada tiga prinsip utama dalam bidang hukum, yaitu: Al-Qur’an sebagai sumber Syariat, Memerangi taklid, dan Berpegang kuat pada akal dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an.

Syariat terbagi menjadi dua macam, yaitu qath’i (pasti) dan Zhanni (tidak pasti).

Hukum syariat yang pertama wajib bagi setiap muslim mengetahui dan mengamalkan tanpa interpretasi, karena dia jelas tersebut dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Adapun hukum syariat yang kedua datang dengan penetapan yang tidak pasti.

Jenis hukum kedua (zhanni) merupakan lapangan ijtihad para mujtahid. Dengan demikian, berbeda pendapat adalah sebuah kewajaran dan merupakan tabiat manusia. Keseragaman pikiran dalam semua hal adalah sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan. Bencana akan timbul ketika pendapat-pendapat yang berbeda tersebut dijadikan tempat berhukum dengan ‘taklid buta” tanpa berani mengkritik dan mengajukan pendapat lain.

Sikap terbaik yang harus diambil oleh ummat Islam dalam menghadapi perbedaan pendapat adalah dengan kembali kepada sumber aslinya, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah.

Setiap orang yang memiliki ilmu yang mumpuni maka dia wajib berijtihad, sedang bagi orang awam, bertanya kepada orang yang ahli dalam agama adalah sebuah kewajiban.

Muhammad Abduh

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: