Hadits ke-3 dari 42 Hadits Arba’in

Juni 16, 2009 pukul 11:04 pm | Ditulis dalam Mutiara, Tarbiyah, Tips | 1 Komentar

Dari Abu Abdurrahman: Abdullah bin ‘Umar berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Islam itu dibangun di atas lima hal: Syahadah (persaksian) bahwa tiada sesembahan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, serta berpuasa Ramadlan”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim.

Pada hadits ini, Rasulullah menjelaskan kepada para sahabat, bahwa Islam itu dibingkai dari lima perkara di atas. Ketika salah satu dari kelima perkara  itu ditinggalkan karena malas, maka Islam seseorang itu tidak sempurna. Apabila perkara itu ditinggalkan karena merasa hal itu tidak diperlukan, atau ada yang lebih dari hal di atas, maka orang model ini disebut sebagai orang yang murtad oleh jumhurul Ulama.

Syahadat, shalat, zakat, haji, dan puasa. Kesemuanya dilakukan dengan segala konsekwensinya, dan dengan segala syarat-syaratnya.

Konsekwensi syahadat: ialah mengakui Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang disembah/diibadahi. Allah diikuti dengan menjalankan segala perintah Nya sekuat tenaga kita, dan menjauhi larangannya sama sekali. Allah diikuti aturan-aturan Nya, dan tidak mengambil aturan selain aturan Allah untuk mengatur kehidupan di dunia ini.

Konsekwensi syahadat yang lain: Mengakui bahwa Muhammad itu Rasulullah, utusan Allah, yang wajib diikuti segala perintah dan larangannya karena Allah memerintahkan yang demikian itu.

Mendirikan shalat dengan syarat-syaratnya: berwudlu sebelum menjalankan shalat, memakai baju yang suci (tidak terkena najis), menghadap kiblat, memenuhi segala rukun shalat: dari takbiratul Ihram sampai salam.

Membayar zakat: baik itu zakat wajib yang dibayarkan setiap tahun sekali, dengan ketentuan-ketentuannya, maupun zakat yang sunah (biasanya disebut sadaqah).

Mengunjungi Baitullah (Ka’bah): jika mampu. Mampu fisiknya, dan hartanya. Jika belum mampu, maka mengunjungi Baitullah bukanlah suatu kewajiban baginya.

Puasa di bulan Ramadlan; selama sebulan penuh, tidak makan minum sejak masuk waktu subuh sampai masuknya waktu maghrib,tidak memaki orang, menjauhi perkataan/dan perbuatan yang keji.

Orang yang bisa menjalankan kelimanya saja, tanpa melakukan amalan-amalan yang lain, dengan sebenar-benar pengamalan maka dia dijamin masuk surga oleh Rasulullah.

Setelah pintu surga ditampakkan dengan jaminannya, pertanyaannya ialah maukah kita meraihnya?????

Ahlaha in shadaqa (Orang itu beruntung jika dia itu jujur dalam perkataannya bahwa dia akan melakukan kelima hal tersebut dengan sungguh-sungguh)

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Semoga kita mampu menjalankan rukun ISLAM tersebut, seperti kata imam ahmad “Kebahagiaan sejati adalah ketika seorang muslim melangkahkan kaki pertamanya ke dalam SYURGA”

    Kedai


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: