Kasih Sayang…

Juni 30, 2009 pukul 10:46 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

Dunia hari ini hampir hampir menjadi neraka.Di penuhi cerita perang, pembunuhan, rusuhan, penindasan, penzaliman, kemungkaran dan maksiat.

Kebaikan amat kurang sekali. Kasih saying hampir tiada, manakala keadilan, keamanan, keselamatan dan kebahagiaan pupus.

Jiwa manusia terseksa kerana tidak di beri makan.Tapi kalau kemiskinan lahir saja yang disusahkan sedangkan kelaparan jiwa tidak di atasi, maka terjadilah kehidupan yang pincang. Lahir batin tidak seiring atau sejalan lagi.Pada lahirnya manusia bergaul, bermasyarakat dan saling memerlukan tapi hati masing masing kosong, pecah belah dan berburuk sangka, menyimpan dendam, dengki, benci, bakhil dan lain lain.

Di dalam Al Quran ada menyebutkan:

“Kamu lihat mereka bersatu padu tapi hati mereka berpecah pecah”                      (Al Hasyr:14)

Jadi manusia bekerja tapi dalam keadaan terpaksa, bergaul dan bermesra secara terpaksa, ikut arahan secara terpaksa. Lahirlah masyarakat yang hidup berpura pura sebagai akibat daripada sakit jiwa yang telah melanda kehidupan lahiriah manusia.Bilamana manusia bekerja dengan terpaksa, hasilnya akan mengecewakan. Pembangunan dan kejayaan tinggal  laungan kosong. Masing masing memikirkan kepentingan sendiri yang tidak selesai selesai hingga Rakyat dan masyarakat terbiar tanpa perhatian dan pembelaan Inilah yang sedang terjadi sekarang.

Menyedari hakikat ini, marilah kita semua berjuang dan berkorban untuk membina kembali kehidupan berkasih sayang. Mari kita renungkan mengapa orang tidak sayangkan kita dan kita pun tidak sayangkan orang lain.Mengapa orang marahkan kita dan kita pun marahkan orang lain?Mengapa orang bencikan kita dan kita pun bencikan orang lain?

Bagaimana dan apa yang mesti dilakukan supaya orang sayangkan kita dan kita pun sayangkan mereka! Apa usahanya agar diri kita disayangi dan menyayangi?

Amri el-Wahab

Sederhana…

Juni 30, 2009 pukul 10:38 pm | Ditulis dalam M Y F R I E N D S W O R D, R E N U N G A N, Triks dan Intriks | Tinggalkan komentar

Tak guna ada mata kalau tak dapat melihat.
Tak guna ada hati kalau tak tahu menilai….. ..

Janganlah menjadi begitu asin..
sehingga orang meludahmu..
Dan janganlah pula berlaku
terlampau manis, sehingga
mereka menelan dirimu
begitu saja…

Orang yang Bijaksana itu…

Juni 30, 2009 pukul 10:38 pm | Ditulis dalam M Y F R I E N D S W O R D, Mutiara, Tahukan Anda ..., Triks dan Intriks | 1 Komentar

Orang yang bijaksana adalah orang yang mencintai dan menghormati tuhan.

orang yang benar-benar bijaksana adalah orang yang memperoleh hikmah dari kecelakaan yang menimpa orang lain.

Orang bijaksana itu berfikir sekali sebelum bicara dua kali,dan mengucakpkan sepatah kata sudah cukup; makin bijaksana seseorang makin pandailah dia menjaga mulutnya, dan kebijaksanaan itu lebih baik dari kekuatan.

Apabila orang bertindak bijaksana, tiada seorang pun yang melihatnya, tetapi apabila berlaku tidak bijaksana, semua orang mengetahuinya.

Orang yang bijaksana adalah orang yang menonjolkan sifat sederhana dan bersikap diam.

Orang yang mempelajari undang-undang kebijaksanaan tanpa diterapkan ke dalam kehidupannya sendiri, sama halnya dengan seorang petani yang tidak menaburkan benih di ladangnya.

Dan ilmu kedoktoran menyembuhkan penyakit badaniah, sedangkan kearifbijaksanaan membebaskan  jiwa daripada hawa nafsu.

From my friend,

Shania Opal (shania18@gmail.com)

Upload Foto Pribadi di Facebook itu…

Juni 26, 2009 pukul 10:49 pm | Ditulis dalam M Y F R I E N D S W O R D, Triks dan Intriks, Uneg-uneg, Waahhhhhh | Tinggalkan komentar

Temanku, mas Udin, dia ngomongin aku begini:

Anda punya account di Facebook? Anda pernah upload gambar di Facebook? Jika anda menjawab “Ya” untuk kedua pertanyaan di atas maka PENTING untuk membaca post saya berikut ini.

Percaya atau tidak, saat anda membuat akun (account) di Facebook, maka anda telah berjanji dan menandatangani kontrak (secara digital) untuk setuju dengan apa yang dituliskan di dalam perjanjian dengan Facebook. Siapa dari pembaca yang pernah baca bagian yang panjang dan kadang menyesatakan ini? Ayo angkat tangan Kalau tidak angkat tangan silahkan diteruskan.

Ada bagian dari Term of Use ini yang saya ingin bedah untuk anda, karena hal ini menyangkut hak anda terhadap foto-foto MILIK ANDA yang diupload ke Facebook

(Bagian yang ditebalkan dari saya)

When you post User Content to the Site, you authorize and direct us to make such copies thereof as we deem necessary in order to facilitate the posting and storage of the User Content on the Site. By posting User Content to any part of the Site, you automatically grant, and you represent and warrant that you have the right to grant, to the Company an irrevocable, perpetual, non-exclusive, transferable, fully paid, worldwide license (with the right to sublicense) to use, copy, publicly perform, publicly display, reformat, translate, excerpt (in whole or in part) and distribute such User Content for any purpose, commercial, advertising, or otherwise, on or in connection with the Site or the promotion thereof, to prepare derivative works of, or incorporate into other works, such User Content, and to grant and authorize sublicenses of the foregoing. You may remove your User Content from the Site at any time. If you choose to remove your User Content, the license granted above will automatically expire, however you acknowledge that the Company may retain archived copies of your User Content.

Facebook does not assert any ownership over your User Content; rather, as between us and you, subject to the rights granted to us in these Terms, you retain full ownership of all of your User Content and any intellectual property rights or other proprietary rights associated with your User Content.

Terjemahan kasarnya sebagai berikut:

Saat anda upload gambar-gambar ke Facebook. Maka anda secara otomatis memberikan hak yang SANGAT PENUH, TANPA BISA DIBANTAH, TIDAK BISA DITARIK ULUR, ANDA TIDAK MUNGKIN MENANG, TERSERAH FACEBOOK MAU BERBUAT APA SAJA, BAIK SEBAGIAN MAUPUN SECARA KESELURUHAN, DIMANAPUN DI SELURUH DUNIA, UNTUK APA SAJA, DEMI KEPENTINGAN APA SAJA, MAU DIJADIKAN APA SAJA TERSERAH FACEBOOK, TANPA BERHUTANG TERHADAP ANDA, BAIK KOMERSIAL, ADVERTISING KEPENTINGAN FACEBOOK terhadap gambar-gambar tersebut.

Jika anda memutuskan untuk menghapus gambar-gambar anda di akun Facebook tersebut namun bukan berarti Facebook tidak boleh menyimpan copy. Anda memperbolehkan Facebook memakai copy tersebut.

Nah lho!

Apakah anda siap memberikan foto-foto anda untuk digunakan demi tujuan apa saja oleh Facebook?

Silahkan dipikirkan lagi sebelum terlambat. Ada tanggapan?

KISAH PENYELAM MUTIARA

Juni 26, 2009 pukul 10:33 pm | Ditulis dalam Cerita, R E N U N G A N, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara. Seorang penyelam mutiara, dalam melaksanakan tugasnya selalu dibekali dengan tabung oksigen yang terpasang di punggungnya. Pada saat ia terjun menyelam, niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. Tetapi begitu ia berada di bawah permukaan laut, ia mulai lupa pada apa yang harus dicarinya. Kenapa? Ternyata pemandangan di dalam laut sangat mempesona. Bunga karang yang melambai-lambai seolah-olah memanggilnya, ikan-ikan hias berwarna-warni yang saling berkejaran dengan riangnya membuatnya terpana. Ia pun lalu terlena ikut bercanda ria, melupakan tugasnya semula untuk mencari tiram mutiara yang berada jauh di dasar laut sana.

Hingga pada suatu saat, dia terkejut manakala disadarinya oksigen yang berada di punggungnya tinggal sedikit lagi. Timbullah rasa takutnya. Tak terbayang olehnya bagaimana kemarahan majikannya kelak bila ia muncul ke permukaan tanpa membawa tiram mutiara sebanyak yang diharapkan. Maka dengan tergopoh-gopoh ia pun busaha untuk mencari tiram mutiara yang ada disekitarnya. Namun sayang, kekuatan fisiknya sudah melemah, energinya sudah habis terkuras bercanda ria dengan keindahan alam bawah laut.

Akhirnya isi tabung oksigennya benar-benar kosong, sehingga walaupun tiram mutiara yang diperolehnya sangat sedikit, ia mau tidak mau harus muncul ke permukaan. Malangnya lagi, karena tergesa-gesa dia tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga ketika tersenggol ikan yang berseliweran di sampingnya, tiram mutiara yang sudah didapatnya dengan susah payah itu sebagian tertumpah ke luar.

Di permukaan, majikannya telah menunggu. Begitu dilihatnya isi kantong si penyelam tidak berisi tiram mutiara sebagaimana yang ia harapkan, maka tumpahlah caci makinya dan saat itu juga si penyelam dipecatnya tanpa pesangon sedikitpun. Tentu saja bisa kita bayangkan bagaimana gundahnya perasaan si penyelam.

Dengan penuh rasa penyesalan, si penyelam berusaha minta kesempatan ulang untuk menyelam kembali. “Tuan, ijinkanlah aku untuk menyelam kembali, pasti aku akan mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. ” Namun majikannya dengan tegas menolak, “Percuma engkau aku beri kesempatan, ternyata engkau hanya pandai membuang-buang oksigen saja.”

Kisah ini amat mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia. Tabung oksigen adalah perlambang jatah umur manusia, tiram mutiara mengibaratkan pahala yang harus kita kumpulkan dan tiram mutiara yang tumpah mengumpamakan pahala yang hilang karenanya, sedangkan keindahan yang ada di dalam lautan melambangkan godaan-godaan kenikmatan duniawi dengan harta, tahta dan wanitanya.

Marilah kita instropeksi, sudah cukupkah tiram mutiara yang kita peroleh?, Sehingga bila suatu saat kita harus muncul ke permukaan menemui majikan kita, Allah swt, Ia ridha menerima kita. Apalagi Ia telah berfirman dalam surat Al-Ankabuut ayat 6:

“Tidaklah kehidupan DUNIA ini melainkan SENDA GURAU dan PERMAINAN, sesungguhnya AKHIRAT itulah yang SEBENAR-BENARNYA KEHIDUPAN.”

Juga Firman-Nya dalam QS Al Hadid ayat 20 yang artinya:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah PERMAINAN dan suatu yang MELALAIKAN, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. …… Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah KESENANGAN YANG MENIPU.”

SUMBER:Buku Sentuhan Kalbu .penyaji Ir.Permadi Alibasyah
Oleh Syafruddin Yahya @ Discussion Board

Pesan Terakhir

Juni 26, 2009 pukul 10:30 pm | Ditulis dalam M Y F R I E N D S W O R D, Mutiara, R E N U N G A N, Tarbiyah | Tinggalkan komentar

Sahabat….

Andai kematian yang engkau tangisi

Pusara yang engkau sirami dengan air matamu

Maka di atas tulang belulangku yang telah luluh

Nyalakanlah obor untuk ummat ini

Dan….

Lanjutkan gerak menuju kemenangan

Sahabat…

Kematianku hanyalah suatu perjalanan

Memenuhi panggilan kasih yang merindu

Taman-taman indah di surga Tuhan

Terhampar menanti

Burung-burungnya berpesta menyambutku

Dan berbahagialah hidupku di sana

Sahabat…

Puaka kegelapan pasti lebur

Fajar menyingsing

Dan alam ini akan disinari cahaya lagi

Relakanlah rohku terbang menjelang rindu Nya

Jangan gentar berkelana di alam abadi

Di sana cahaya fajar memancar

Sayyid Qutub

1996

Andai kematian yang kau tangisi
Pusara kau sirami dengan airmata mu
Maka di atas tulang belulangku yang dah luluh
Nyalakan lah obor untuk umat ini
Dan……
Lanjutkanlah gerak merebut kemenangan
Sahabat….
Kematianku hanyalah suatu perjalanan
Memenuhi panggilan kekasih yang merindu
Taman2 indah di syurga Tuhan
Terhampar menanti
Burung2nya berpesta menyambutku
Dan berbahagialah hidupku di sana
Sahabat
Puaka kegelapan pasti lebur
Fajar menyingsing
Dan alam ini kan di sinari cahaya lagi
Relakan lah rohku terbang menjelang rindunya
Jangan gentar berkelana ke alam abadi
di sana cahayafajar memancar

Sayyid Qutub
1996

Hadits ke-3 dari 42 Hadits Arba’in

Juni 16, 2009 pukul 11:04 pm | Ditulis dalam Mutiara, Tarbiyah, Tips | 1 Komentar

Dari Abu Abdurrahman: Abdullah bin ‘Umar berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Islam itu dibangun di atas lima hal: Syahadah (persaksian) bahwa tiada sesembahan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, serta berpuasa Ramadlan”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim.

Pada hadits ini, Rasulullah menjelaskan kepada para sahabat, bahwa Islam itu dibingkai dari lima perkara di atas. Ketika salah satu dari kelima perkara  itu ditinggalkan karena malas, maka Islam seseorang itu tidak sempurna. Apabila perkara itu ditinggalkan karena merasa hal itu tidak diperlukan, atau ada yang lebih dari hal di atas, maka orang model ini disebut sebagai orang yang murtad oleh jumhurul Ulama.

Syahadat, shalat, zakat, haji, dan puasa. Kesemuanya dilakukan dengan segala konsekwensinya, dan dengan segala syarat-syaratnya.

Konsekwensi syahadat: ialah mengakui Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang disembah/diibadahi. Allah diikuti dengan menjalankan segala perintah Nya sekuat tenaga kita, dan menjauhi larangannya sama sekali. Allah diikuti aturan-aturan Nya, dan tidak mengambil aturan selain aturan Allah untuk mengatur kehidupan di dunia ini.

Konsekwensi syahadat yang lain: Mengakui bahwa Muhammad itu Rasulullah, utusan Allah, yang wajib diikuti segala perintah dan larangannya karena Allah memerintahkan yang demikian itu.

Mendirikan shalat dengan syarat-syaratnya: berwudlu sebelum menjalankan shalat, memakai baju yang suci (tidak terkena najis), menghadap kiblat, memenuhi segala rukun shalat: dari takbiratul Ihram sampai salam.

Membayar zakat: baik itu zakat wajib yang dibayarkan setiap tahun sekali, dengan ketentuan-ketentuannya, maupun zakat yang sunah (biasanya disebut sadaqah).

Mengunjungi Baitullah (Ka’bah): jika mampu. Mampu fisiknya, dan hartanya. Jika belum mampu, maka mengunjungi Baitullah bukanlah suatu kewajiban baginya.

Puasa di bulan Ramadlan; selama sebulan penuh, tidak makan minum sejak masuk waktu subuh sampai masuknya waktu maghrib,tidak memaki orang, menjauhi perkataan/dan perbuatan yang keji.

Orang yang bisa menjalankan kelimanya saja, tanpa melakukan amalan-amalan yang lain, dengan sebenar-benar pengamalan maka dia dijamin masuk surga oleh Rasulullah.

Setelah pintu surga ditampakkan dengan jaminannya, pertanyaannya ialah maukah kita meraihnya?????

Ahlaha in shadaqa (Orang itu beruntung jika dia itu jujur dalam perkataannya bahwa dia akan melakukan kelima hal tersebut dengan sungguh-sungguh)

Ambalat (Antara Indonesia v Malaysia Kah?)

Juni 11, 2009 pukul 11:46 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng, Mutiara, S A L A M kenal, Tarbiyah, Triks dan Intriks, Uneg-uneg, Waahhhhhh | 2 Komentar

Wuih… banyak juga blogger yang mengangkat masalah Ambalat. Jadi kepingin nih untuk ikut-ikutan… (hah… dasar suka alasan… he..he…he..).

Andaisaja Ambalat itu milik Indonesia, maka Islam mewajibkan setiap pemeluknya untuk menjaga harta bendanya yang hendak dirampas, walaupun si perampas adalah orang yang  juga mengaku Islam.

Andaisaja Ambalat itu bukan milik Indonesia, terus kenapa harus mati-matian dipertahankan. Lha wong itu bukan milik Indonesia. Barang milik orang lain ya jangan kita aku-aku sebagai barang milik kita dong… (benar nggak?).

Bicara Ambalat, saya teringat dengan postingan di salah satu blog, yang isinya perkataan orang Ambalat bahwa mereka lebih bergantung kepada Malaysia daripada Indonesia.

Lha kok bisa ada kejadian seperti itu? Kemana para pemegang kekuasaan di Indoneia, baik yang jadi presiden, menteri, atau yang duduk di DPR pusat sono?

Kok ada rakyat yang memilih bergantung kepada negeri tetangga daripada kepada negeri sendiri? Inikan sudah kelewatan…

Yang kelewatan siapa? Ya yang memegang kekuasaan dong… Rakyat kan tinggal menikmati apa yang seharusnya jadi haknya.

Kalau dijawab nggak mampu, ya sebaiknya kembali aja ke desa mencangkul sawah, bercocok tanam, atau beternak. Lha nggak bisa ngurus rakyat, ya jangan ngurus tho… mbikin orang sengsara itu dosa tahu….

Mungkin, kejadian ini merupakan bukti bahwa sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu benar, “Apabila engkau mendapat kepemimpian dengan meminta-minta, niscaya engkau tidak dibantu oleh Allah. Akan tetapi, apabila engkau diberi kepemimpinan tanpa meminta-minta, niscaya engkau akan ditolong dalam memimpin rakyatmu”.

Orang yang faham tentang agamanya, pasti tidak ikut-ikut mengkampanyekan dirinya sebagai presiden. Karena apa, ya hasilnya nggak akan ada pertolongan dari Allah…. apalagi ditambah tidak mau menjalankan aturan agama, walaupun untuk dirinya sendiri… wah… cilakanya mungkin tikel-tikel…

Kembali ke Ambalat. Yang menjadi tanda tanya, kenapa baru sekarang hal ini dibesar-besarkan? Kok baru sekarang, Indonesia mengirim protes dengan tegas tentang pelanggaran Malaysia? Kok baru sekarang, para anggota DPR yang “terhormat” itu teriak-teriak dan melakukan misi diplomatik ke Malaysia?

Kenapa baru sekarang? Ketika sedang ada agenda politik!

Aroma pencitraan amat sangat kental, lebih kental dari kopi lampung lho…(^-^).

Kasihan para tentara kita. Anggaran cekak, tapi disuruh melakukan sesuatu di luar kemampuan mereka. Para anggota DPR itu seharusnya memotong anggaran gaji mereka, dan diberikan untuk pos anggaran pertahanan! Lha wong, gaji yang didapat oleh anggota DPR itu tidak sepadan dengan hasil kerja mereka. Gaji mereka terlalu besar! sedangkan hasil kerjanya apa? Manohara disekap, para TKW disiksa, masalah LAPINDO berlarut-larut, Ahmadiyyah masih berkeliaran, UU Poligami yang  jelas-jelas bermasalah, dan masih banyak lagi hasil kerja yang “amburadul”.

Beginikah wajah Kepemimpinan kita? Kalau ke depan tidak ada perbaikan, jangan kaget apabila Indonesia semakin dianggap remeh oleh negara-negara tetangga…

Indonesia…. Kapan engkau akan maju?!

Wajah “Boros”

Juni 11, 2009 pukul 9:56 am | Ditulis dalam M Y F R I E N D S W O R D, Senyum dong..., Triks dan Intriks, Uneg-uneg | 3 Komentar

Tadi siang, aku ketemu teman baru. Ngobrol lewat chatting. Teman ku ini sempat bilang “mungkin wajahku boros”.

Istilah keren zaman sekarang… biasanya maknanya itu muka keliatan tua padahal masih muda… githu kali…

Tapi, apa bedanya sama bongsor ya….?? (jawabannya dari masing-masing orang aja ya…)

Aku ketika mendengar kalimat ini, yang terbayang itu wajahnya nggak bisa irit; tapi masak wajah disamakan sama kendaraan?

Wajah boros ato wajah irit itu sama saja. Ada enaknya dan ada juga nggak enaknya. Enaknya punya wajah boros itu kelihatan berwibawa hingga orang segan, dan lagian orang berwajah boros itu lebih baik daripada berwajah rusak, apalagi nggak punya wajah… ih …serem…

Bangga kepada diri sendiri dong… dengan segala kekurangan kita, that I’m. Itulah saya. Orang mau seneng apa enggak dengan wajah kita, bukan urusan kita kan… orang mau bilang wajah kita itu tipe pengundang marah (maksudku hanya dengan dilihat saja sudah menimbulkan kemarahan… ada juga lho yang berwajah kayak gini ini), atau mau bilang wajah kita bikin orang sakit perut, ya biarin. Inilah warna-warni dunia.

Kalau nggak ada yang kayak githu, bukankah dunia tidak ramai…?

setuju….

Wajah bernilai minus nggak pa-pa, yang penting deket dengan Tuhan dan masuk surga… ya nggak bosss….

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.