Hujan Angin Malam Kamis…

Maret 26, 2009 pukul 11:56 pm | Ditulis dalam R E N U N G A N, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Wuih… betul-betul nightmare. Hujan yang menimpa kota Solo pada Rabu Malam (25/03) atau malam kamis kemaren.

Hujan yang dihiasi angin dan kilat bercahaya mengepung kota Solo. Ada apakah sebenarnya, sehingga Sang Pemelihara menunjukkan kuasa Nya di atas kota Solo? Atau kota Solo hanya mendapatkan akibat dari perbuatan orang-orang di kota lain? (semoga tidak…)

Instropeksi diri yuk… kenapa sampai terjadi hal yang seperti itu. Apakah karena kita melakukan kejahatan (Na’udzubillah) yang menurut Allah, kejahatan yang kita lakukan itu pantas diberi sedikit pelajaran supaya kita sadar? atau apa?

Sayyidina Umar bin Al-Khaththab sewaktu menjadi Khalifah, suatu waktu mendengar terjadinya musibah di suatu daerah kekuasaannya. Beliau segera turun ke lapangan melihat tempat bencana. Beliau heran kenapa bisa terjadi bencana di wilayah Islam, padahal beliau merasa sudah menjalankan pemerintahan dengan baik, adil, dan dengan Syari’at Islam.

Maka ketika beliau sampai di daerah tersebut, beliau mengumpulkan penduduk daerah tersebut.

Apa gerangan yang dikatakan oleh Sayyidina Umar kepada penduduk daerah tersebut? apakah beliau mengatakan: “Sabar… musibah ini bertanda bahwa Allah mencintai kalian” Tidak! Sayyidina Umar tidak menghibur rakyatnya yang sedang tertimpa bencana dengan perkataan yang muluk-muluk. Beliau tidak bertanya berapa milyar kerugian yang diakibatkan oleh musibah tersebut. Beliau juga tidak bertanya berapakan korban yang jatuh akibat bencana tersebut. TIDAK!!!!

Beliau bertanya kepada para penduduk: “Wahai rakyatku! Dosa apa yang telah kalian perbuat sehingga Allah marah kepada kalian?! Dosa apa yang telah kalian kerjakan sehingga datang musibah seperti ini?!”

Kenapa Sayyidina Umar bertanya yang demikian itu? Karena Sayyidina Umar yakin bahwa bencana yang ditimbulkan pada waktu itu  hanya bisa terjadi akibat kejahatan/maksiat yang diperbuat oleh penduduk daerah tersebut. Kenapa begitu? Karena Sayyidina Umar telah memerintah, telah menjalankan roda pemerintahannya dengan baik. Dengan aturan Islam. Yang bersalah dihukum dengan hukuman yang telah diundang-undangkan oleh Allah dan Rasul Nya. Orang yang mabuk, dihukum dera. Orang yang berzina, selingkuh, melakukan seks dengan orang yang tidak halal untuk itu, maka jika si pelaku masih bujang/gadis, belum pernah menikah, hukuman yang diterima ialah didera 100 kali kemudian diasingkan selama setahun penuh; akan tetapi, apabila si pelaku itu merupakan orang yang berstatus suami/istri orang lain atau pernah menikah, maka hukumannya ialah dirajam/dilempar batu sampai mati.

Kenapa bisa di negeri yang telah diperintah menurut apa yang dikehendaki Allah dan Rasul Nya bisa timbul bencana yang seperti itu?

Sayyidina Umar yakin seyakin-yakinnya akan Firman Allah Ta’ala yang berbunyi:

” Andai saja penduduk kota itu mau beriman dan bertakwa (kepada Allah), niscaya Kami (Allah) akan membukakan pintu barakah dari langit dan bumi kepada mereka; … “

Janji Allah dan Allah tidak akan menyelisihi janjinya.

Nah, sekarang mari kita instropeksi diri kita masing-masing. Dosa apa yang telah kita perbuat sehingga datang malam nightmare tersebut?

Jangan menuding orang lain, tuding dulu hidung sendiri…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: