Hadits 2 dari 42 Hadits Arba’in, bag.1

Maret 23, 2009 pukul 10:42 am | Ditulis dalam Iseng, R E N U N G A N, Tahukan Anda ..., Tarbiyah, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

“Tatkala kami duduk di sekeliling Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang tidak kami kenal. Laki-laki tersebut mengenakan pakaian berwarna putih cemerlang; rambut laki-laki tersebut juga hitam gelap. Tidak tampak adanya bekas perjalanan jauh dari orang tersebut. Dia mendekat kepada Rasulullah, kemudian menempelkan kedua lututnya kepada kedua lutut Rasulullah, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha Rasulullah….” (bersambung)

Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dari sahabat Umar bin Al-Khaththab.

Potongan hadits ini menjelaskan salah satu cara wahyu itu datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yaitu Jibril datang kepada beliau dengan menyerupai manusia yang amat sangat tampan.

Jibril juga mengajari adab seorang murid kepada gurunya, yaitu berusaha mendekat, mencari celah untuk dimasuki agar dapat duduk dekat dengan gurunya. Bukan malah menjauh. Hal ini dikuatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika melihat tiga orang yang datang terlambat menghadiri majlis ilmu beliau. Orang pertama mendekat, orang kedua memilih duduk di belakang, sedangkan orang ketiga malah ngeloyor pergi.

Orang yang duduk mendekat oleh Rasulullah disabdakan bahwa Allah pun mendekat kepadanya, sehingga ilmu itu mudah masuk kepadanya.

Orang yang memilih duduk di belakang oleh Rasulullah disabdakan bahwa Allah pun malu kepadanya, sehingga ilmu itu pun sulit masuk kepadanya.

Orang yang ngeloyor pergi itu oleh Rasulullah disabdakan bahwa Allah pun berpaling darinya, sehingga dia tidak mendapatkan ilmu, dan rahmat Allah Ta’ala.

Nah, habis tahu yang kayak gini nih.. besok lagi kalo hadir di majlis pengajian, pengajian apa saja, yang penting bukan pengajian sesat, buruan pilih tempat yang paling dekat dengan sang guru. Jangan alasan ‘lha wong aku telat te, mosok nyelonong maju’; supaya paham apa yang sang guru sampaikan sehingga ilmu itu masuk….

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: