Hasanah Istri Muda

Maret 18, 2009 pukul 11:05 pm | Ditulis dalam Cerita, Iseng, Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Ada seorang laki-laki kaya raya, hartanya melimpah ruah, apa saja yang ia inginkan pasti bisa ia nikmati. Mobil canggih? Gampang…. Tinggal telepon koleganya, dalam satu jam sudah diantar. Rumah mewah? Itu soal kecil…. Di tiap kota ia punya.

Di Malaysia, Kanada, Afrika, atau di tengah samudra Hindia pun kalau ia mau, ia bisa beli dengan hartanya yang bertumpuk… dengan harta itu pula lelaki kaya ini bisa mempersunting dua istri cantik dan menawan. Istri pertama bernama Azizah, yang kedua bernama Hasanah.

Nama sih islami, tapi untuk soal ibadah dan ilmu agama, mereka berdua sama seperti sang suami, tak ngerti sama sekali. Shalat kagak pernah. Paling sekali dua kali, kalau diajak tetangga sebelah, itu juga nggak tau harus berdoa apa… mereka pun jentat-jentit sekenanya… yang penting jaga harga diri, biar nggak dianggap lupa agama. Musim haji pun tiba. Sang suami gak mau dipermalukan oleh tukan becak sebelah, yang mampu berangkat haji.

Akhirnya, bermodal harta, ia pun “bertamasya” ke negeri onta, Makkah Al-Mukarramah. Tak tanggung, dua istrinya diajak pula untuk menunaikan rukun Islam kelima, katanya. Di sana, ia dan dua istrinya hanya bisa ikut-ikutan apa yang jamaah haji alainnya lakukan. Hingga giliran thawaf, mereka turut mengelilingi Ka’bah.

Namun, tak ada doa yang bisa ia ucapakan. Suara talbiyah jamaah haji pun sulit untuk ditiru. Tapi, sang suami teringat dengan sebuah doa yang pernah diajarkan guru ngajinya waktu kecil. Biar pun ia tak faham artinya, yang penting ia bisa turut bercuap-cuap.

Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah. Putaran pertama ia melantunkannya dengan khusyuk sambil menggandeng dua istrinya.

Putaran kedua Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah .

Putaran ketiga, Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah, istri pertama mulai tak tenang.

Putaran keempat Rabbana atina fid dun ya hasanah wa fil akhirati hasanah, istri pertama, Azizah menyikut sang suami, “Mas…! Kenapa sih dari tadi Hasanah melulu yang disebut-sebut… apa karena dia istri muda, lebih cantik, lebih …, lebih…” terjadilah percekcokan sedikit di depan baitullah itu.

Dengan bijaksana, sang suami menenangkannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Mereka melanjutkan putaran kelima, sang suami dengan percaya diri melantunkan Rabbana atina fid dun ya Hasanah wa fil akhirati Azizah ( biar adil, batinnya).

Putaran keenam ia ulangi. Setelah putaran berakhir, mereka bertiga dikeluarkan oleh security Masjidil Haram, karena dianggap menyebarkan ajaran sesat… capek deh…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: