Orang Beriman itu Bag.1

Maret 9, 2009 pukul 10:20 pm | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tahukan Anda ..., Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Segala perbuatannya bermanfaat

Manfaat di sini ialah manfaat yang akan didapatkan di dunia dan akherat; karena seorang mukmin seharusnya menjadikan misi dan visinya untuk meraih kebahagiaannya di akherat. Bagaimana dengan kebahagiaan dunia? Kebahagiaan dunia akan didapat secara otomatis ketika yang dituju itu kebahagiaan akherat. Hal ini sudah diisyaratkan oleh Allah dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Allah berfirman di dalam surat Asy-Syura (42): 20

Barang siapa yang menghendaki tanaman Akherat, niscaya Kami (Allah) tambahi pada tanamannya, dan barangsiapa yang menghendaki tanaman dunia, niscaya Kami (Allah) akan memberikannya (apa yang dia minta), sedangkan di Akherat kelak dia tidak memiliki bagian sama sekali

Ayat ini membicarakan tentang orang yang beramal untuk Akherat dan yang beramal untuk dunia. Orang yang beramal untuk Akherat akan mendapatkan bantuan dari Allah dalam memperbanyak amalan untuk akheratnya, termasuk penghidupan dunianya. Sebaliknya, ketika seseorang beramal untuk dunianya saja, tanpa memperdulikan Akherat, maka Allah tidak akan memberikan ganjaran terhadap amalannya tersebtu di Akherat kelak, sedangkan di dunianya pun dia belum tentu mendapatkan apa yang dia inginkan (Lihat Tafsir Ibnu Katsir; Surat Asy-Syura (42): 20.

Diriwayatkan di dalam Sunan At-Turmudzi dan Sunan Ibnu Majah, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, niscaya Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua matanya, serta hanya diberi dari kehidupan dunia ini yang menjadi bagiannya; sedangkan barangsiapa yang menjadikan Akherat sebagai tujuannya, niscaya Allah akan menjadikan segala urusannya terpenuhi, menjadikan rasa berkecukupan di dalam hatinya, serta dunia itu dijadikan mendatanginya, padahal dunia itu merupakan hal yang remeh

Nah, yang segala amalannya untuk kehidupan Akherat, dunia pasti didapatkannya, sedangkan yang segala amalannya untuk dunia, dunianya belum tentu didapat; akheratnya sudah dipastikan lepas.

Seorang mukmin yang bijaksana tentu akan memprioritaskan Akheratnya, karena rizki dunia itu sudah ditentukan oleh Allah ketika manusia masih berada di dalam rahim ibunda. Selagi manusia itu masih bisa bernafas, maka dipastikan bagian rizkinya di dunia ini masih ada, akan tetapi, ketika bagian rizki seseorang yang ditetapkan itu sudah habis, maka hal itu bertanda waktu hidup orang tersebut sudah habis, alias dia harus mati.

Jadi, jangan pernah khawatir kehabisan bagian dunia; sebab bagian dunia seseorang yang sudah ditetapkan itu tidak akan lari kepada orang lain. Misalnya: Kalau ketetapan saya bulan ini dapat uang satu juta dari bung Shodiq, tanpa harus sering memberi posting untuk tulisan bung Shodiq, pasti saya akan mendapatkan uang tersebut (mohon maaf beribu maaf ya bung Shodiq, ini cuma contoh lho…he3x); tetapi sebaliknya, jika hadiah tersebut bukan ketetapan rizki saya, walaupun pada setiap postingan di blognya bung Shodiq diberi komentar (tidak hanya satu komentar, mungkin minimal 3-4 komentar pada setiap postingan), pasti uang satu juta bulan ini tidak akan sampai kepada saya (betul nggak..J).

So, beramal untuk akherat yuk……..

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: