Jangan Meremehkan Dong…

Februari 23, 2009 pukul 4:02 am | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tarbiyah, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Pada sebuah kesempatan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَ مُحْقِرَاتِ الذُّنُوبِ كَقَوْمٍ يَجْتَمِعُوْنَ فِى وَادٍ فَيَأّتِى ذَا بِعُودٍ وَ يَأْتِى ذَا بِعُودٍ فَيُنَضِّجُونَ خُبْزَتَهُمْ ، إِنَّ مُحْقِرَاتِ الذُّنُوْبِ مَتَى يُأْخَذُ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكُهُ

Artinya:

Jauhilah kalian dosa-dosa yang diremehkan. (Perumpamaan dosa yang diremehkan itu) seperti suatu kaum yang berkumpul pada sebuah lembah, lalu orang ini datang dengan sebatang kayu dan orang itu datang dengan sebatang kayu, sampai mereka bisa mematangkan makanan mereka. Sesungguhnya dosa-dosa yang diremehkan itu manakala pelakunya hendak disiksa dengan sebab dosa itu, niscaya dosa itu akan menghancurkannya.”

Hadits di atas menerangkan bahaya yang dibawa oleh dosa-dosa yang diremehkan. Dosa-dosa yang diremehkan itu biasanya dosa-dosa kecil. Orang tentu akan menghindari dosa-dosa besar; sebab itu merupakan sesuatu yang sudah diketahui akibatnya. Hal ini berbeda dengan dosa-dosa kecil; kenapa? Sebab orang cenderung menganggap enteng dosa kecil tersebut, “ah, nanti kan cukup dengan istighfar” “ah, nanti kan tinggal minta maaf” dan berbagai ungkapan lain yang senada dengan ungkapan di atas.

Kalau saya melihatnya dari sisi lain. Apa itu? SIKAP MEREMEHKAN. Seseorang jika sudah meremehkan dosa yang dia perbuat, maka dia cenderung tidak memperdulikan dosa kecilkah yang dia perbuat, atau dosa besar!

Jadi, pelajaran lain yang dapat diambil dari hadits di atas ialah pesan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada ummatnya agar berhati-hati jangan sampai menganggap remeh segala hal di dunia ini.

Sejarah telah merekam bagaimana suatu pasukan itu hampir kalah bahkan sampai mengalami kekalahan total karena meremehkan lawannya. Pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu, ketika beliau dan para sahabat berperang melawan gabungan pasukan Hawazin dan Thaif yang dinamakan perang Hunain. Pada perang tersebut, jumlah kaum muslimin amat fantastis dibandingkan peperangan yang telah terjadi. Dengan besarnya jumlah muslimin dan sedikitnya jumlah pasukan gabungan Hawazin dan Thaif, membuat pasukan muslimin meremehkan pasukan musuh. Hasilnya? Hampir saja muslimin mengalami kekalahan. Pasukan muslimin kacau balau, bahkan ada sebagian yang melarikan diri mencari keselamatan dari gempuran musuh. Andaisaja Rasulullah dan beberapa sahabat pillihan tidak diam di tempat, memperlihatkan ketabahan sambil menyeru kawan-kawan mereka yang kacau balau agar tenang dan kembali berperang bersama Rasulullah dan dengan idzin Nya, kaum muslimin bisa membalikkan keadaan dan berhasil mematahkan perlawanan musuh, niscaya kaum muslimin pada perang Hunain akan menelan kekalahan yang amat memalukan.

Oleh karena itu, yuk kita instropeksi diri kita sendiri. Apakah kita sering meremehkan orang lain atau tidak? Apakah kita masih meremehkan dosa yang kita perbuat atau tidak? Kalau masih, lekas diperbaiki. Kalau sudah jadi kebaisaan, ubah kebiasaan itu. Kebiasaan itu bisa dirubah; walaupun butuh perjuangan yang tidak ringan tentunya.

Ingat juga kata mutiara dari bangsa arab: “Seseorang itu tidak akan tergelincir karena sebab batu, akan tetapi seseorang itu tergelincir karena pasir

Wallahu a’lamu bish Shawwab.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: