Solo Banjir

Februari 1, 2009 pukul 9:25 am | Ditulis dalam Mutiara, R E N U N G A N, Uneg-uneg | 2 Komentar

Hari Jum’at pagi (30/01), mendung memayungi kota Solo. Mendung yang kemudian menyebabkan hujan rintik-rintik sepanjang hari. Tidak terlalu deras tapi berterus-terusan. Mulai sesaat sebelum Shalat Jum’at,  sampai keesokan harinya. Kata temenku sih “Hujan ini baru ngamalin sabda Rasulullah: sedikit yang penting ajeg”.🙂

Tapi hasilnya, Solo kembali diserbu banjir. Kali ini tidak tanggung-tanggung, ketinggian air minimal menggenangi jalan. Mulai dari Solo bagian Selatan, kemudian Solo bagian Timur, dan Solo bagian Utara. Solo bagian Barat masih aman-aman saja (setidaknya sampai tulisan ini diposting).

Terlepas dari berbagai penyebab yang tampak; entah itu kebersihan sungai yang belum maksimal, atau yang lainnya; tampaknya perlu direnungkan juga, jangan-jangan ini merupakan cobaan dari Allah. Istilah tegasnya mungkin adzab.

Kenapa? mungkin sudah banyak pelanggaran terhadap aturan Allah yang dilakukan oleh penduduk Solo, baik sengaja maupun tidak, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, atau baik pelanggaran yang kecil-kecilan maupun yang besar.

Sebelum menudingkan tangan kita kepada orang lain, ada baiknya jika melihat diri sendiri dahulu. (kata teman, orang yang menuding orang lain itu sebenarnya dia hanya mencari kambing hitam. Nggak percaya?! Coba deh tuding orang lain, terus perhatikan jari tangan yang menuding. Bukankah yang menuding orang lain itu hanya jari telunjuk?!, sedangkan jari tengah, manis, dan kelingking menunjuk kepada si empunya tangan?! hi..hi..hi..).

Ada baiknya, jika mulai memperbanyak bacaan istighfar. Kenapa? karena Allah di dalam Al-Qur’an Al-Karim menyatakan bahwa istighfar itu bisa menolak adzab yang datang dari Allah ta’ala.

Di dalam surat Al-Anfal: 33, Allah berfirman;

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Tidaklah pantas Allah itu mengadzab mereka, sedangkan engkau (Muhammad) masih di tengah-tengah mereka, dan tidaklah pantas Allah itu mengadzab mereka, sedangkan mereka itu selalu meminta ampun”

Ayat di atas menerangkan bahwa Allah itu tidak akan mengadzab ummat ini, apabila ummat ini masih meminta ampun kepada Allah. Tapi, tentunya bacaan istighfar ini dilakukan sendiri-sendiri, tidak bareng-bareng; apalagi ada pimpinan upacaranya. Wah, kalau ini sih nggak ada contohnya dari Rasulullah maupun para sahabat. Jadi, nggak usah ditiru deh…

So, perbanyak baca istighfar ya… supaya nggak kena adzab. OK?!

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Assalamualaikum wr.wb
    kebetulan saya tinggal di kota Solo dan alhamdulillah tidak terkena banjir
    hehehe,,,,


    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    wah.. bung Shodiq tinggal di solo mana sih?

  2. jln. Lesanpura 16 Jamsaren…
    main2 yah….(bawa makanan sendiri) becanda denk:P

    ya, Insya Allah kalau ada kesempatan saya nanti main-main ke sana…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: