Lengkap Sudah…

Februari 28, 2009 pukul 2:32 pm | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tarbiyah, Uneg-uneg | 1 Komentar

Apanya yang lengkap? Solo sudah lengkap dengan sisa air kiriman yang membikin sebagian daerahnya dilanda banjir.

Pertama, kiriman air dari Wonogiri menyebabkan daerah Semanggi dan Jebres tergenang air.

Kedua, kiriman air dari Klaten menyebabkan Mantung, Cemani dan Ngruki terendam air.

Ketiga, kiriman air dari Boyolali mengakibatkan Banyuanyar, dan bebarapa daerah di Solo bagian Utara tergenang air.

Alhamdulillah, Allah masih membelas kasihani Solo, karena datangnya kiriman air itu satu persatu. Wonogiri, selang beberapa bulan baru datang kiriman dari Klaten, dan terakhir Rabu malam kemaren (25/02/09) datang kiriman air dari Boyolali. Coba kalau kiriman air dari ketiga daerah itu datang bersamaan.. Solo dipastikan jadi lautan air… atau malah Solo akan mengalami musibah sebagaimana yang terjadi di tahun delapan puluhan (kalau tidak salah lho…); waktu itu, konon (soalnya saya belum lahir) kota Solo diserang air sehingga tugu jam di Pasar Gede itu tenggelam (wuih.. tinggi juga genangan air waktu itu…).

Bersyukur aja.. nggak usah keluh kesah.. keluh kesah pun juga nggak akan menghilangkan banjir yang sudah terjadi.

Ambil hikmahnya saja… apa itu? bahwa Allah itu Maha Kuasa. Pasukan Allah yang kita sebut Air ini bisa kita anggap merupakan pasukan terelit di dunia. Dari zaman Nabi Adam sampai zaman sekarang. Pasukan elit? Iya… karena nggak ada yang bisa ngelawan air. Coba ingat-ingat lagi… ketika air datang yang bisa dilakukan oleh manusia ialah lari dan mengungsi. Mau diajak berkalahi, jelas kalah. Mau ditembak, juga nggak mati-mati. Hayo..mau diapain coba?!

Semuanya Berpahala…

Februari 23, 2009 pukul 4:04 am | Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar

Ingin nggak, kita digaji secara besar-besaran?!. Maksudku, kita digaji karena segala perbuatan kita, sampai menggerakkan tangan pun digaji?! Mau? Ah.. masa ada yang mau memberi kita gaji seperti di atas?

Ada kok yang mau menggaji kita dengan sebab perbuatan kita. Perbuatan apa saja (asalkan tidak maksiat) yang kita lakukan akan mendatangkan gaji. Hanya saja, gajinya baru bisa diambil secara komplit di akherat kelak; sedangkan di dunia hanya bisa diambil sedikit-sedikit.

Sudah tahu kan siapa yang akan menggaji kita? Yup, Allah lah yang akan menggaji kita dengan sebab segala perbuatan yang kita lakukan (sekali lagi, segala perbuatan asalkan bukan maksiat).

Kok bisa?

Baik, kita bahas kenapa kita bisa dapat pahala yang demikian banyak.

Allah di dalam Al-Qur’an berfirman:

وَ مَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ ( الذاريات : 56)

“Dan tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia kecuali dengan tujuan supaya mereka menyembah Ku.” Surat Adz-Dzariyat (51) : 56.

Ayat di atas menerangkan bahwa tujuan utama penciptaan jin dan manusia ialah supaya mereka beribadah kepada Allah, bukan selain Nya. Nah, oleh karena itu, seyogyanya segala perbuatan kita di dunia ini kita jadikan bernilai ibadah.

Bagaimana caranya?

Caranya ialah kita melakukan sesuatu itu dengan niat karena Allah Ta’ala, entah itu dengan mengerjakan perintah Allah, atau menjauhi larangan Nya; baik yang tercantum di dalam Al-Qur`an, ataupun yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Jika kamu pelajar, niatkan bahwa kamu menuntut ilmu karena Allah memerintahkan agar manusia ini menuntut ilmu; niscaya setiap langkahmu, mulai dari berangkat ke sekolah, segala aktifitas kamu di sekolah, sampai kamu kembali masuk ke dalam rumah sekembali dari sekolah, Insya Allah, akan dinilai sebagai pahala.

Jika kamu pekerja, niatkan bahwa kamu bekerja karena Allah memerintahkan agar manusia mencari karunianya di bumi ini; maka segala langkahmu, segala aktifitasmu, semuanya –Insya Allah- akan bernilai pahala.

Mudah bukan? Asalkan kamu tidak berbuat maksiat, tidak riya` alias pamer; kamu pasti diganjar Allah.

Tentunya pahala di atas hanya akan didapatkan oleh orang yang beragama Islam. Bukannya saya rasis lho… saya hanya mengutip Firman Allah di dalam surat Ali Imran (3): 85

وَ مَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ ، وَ هُوَ فِى اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (آل عمران : 85)

“Dan barangsiapa yang memaukan selain Al-Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima darinya (segala amalannya), sedangkan dia di Akherat kelak termasuk dari orang-orang yang rugi.”

Lha kalau perbuatannya itu tidur, makan, minum atau buang hajat? Sama saja, asalkan semua perbuatan itu diniatkan karena Allah, maka dia mendapatkan pahala. Jangankan cuma makan, minum dan tidur; bagi yang sudah berkeluarga, ketika seseorang mengumpuli isterinya pun juga dihitung pahala; jika hal itu diniatkan untuk menjalankan perintah Allah. Hal ini sebagaimana yang tersurat dalam dialog antara Rasulullah:

… وَ فِى بُضْعِ اَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ . قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ الله ! أَ يَأْتِى اَحَدُنَا شَهْوَتَهُ فَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا اَجْرٌ ؟ ، قَالَ : أَ رَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ ، أَ كَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟! وَ كَذَالِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى حَلاَلٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ.

“… dan di dalam perut (memenuhi syahwat) salah seorang di antara kalian itu (dihitung) shadaqah.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah seseorang di antara kami ketika melampiaskan syahwatnya (mengumpuli isteri) juga mendapatkan pahala?” Rasulullah bersabda: “Bagaimana pendapat kalian, apabila seseorang melampiaskan syahwatnya pada perbuatan yang haram, apakah dia mendapatkan dosa?! Dan seperti itu pula, apabila seseorang melampiaskan syahwat pada perbuatan yang halal, maka dia mendapatkan pahala.”

Subhanallah! Betapa murahnya Allah memberikan pahala kepada hamba-hamba Nya yang beriman! Belum lagi satu kebaikan yang dilakukan hamba Nya itu dihitung oleh Allah seakan-akan hamba tersebut telah melakukan minimal 10 kebaikan; maksimalnya? Ya terserah Allah dong…; hal ini berbeda dengan dosa. Satu dosa yang dilakukan hamba Nya itu hanya dihitung satu kejelekan oleh Allah.

Oleh karena itu, orang yang berat dosanya mengalahkan beratnya kebaikan itu adalah orang yang benar-benar bodoh, dungu dan kata-kata yang sejenis.

Wallahu a’lam bish Shawwab.

Jangan Meremehkan Dong…

Februari 23, 2009 pukul 4:02 am | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tarbiyah, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Pada sebuah kesempatan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَ مُحْقِرَاتِ الذُّنُوبِ كَقَوْمٍ يَجْتَمِعُوْنَ فِى وَادٍ فَيَأّتِى ذَا بِعُودٍ وَ يَأْتِى ذَا بِعُودٍ فَيُنَضِّجُونَ خُبْزَتَهُمْ ، إِنَّ مُحْقِرَاتِ الذُّنُوْبِ مَتَى يُأْخَذُ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكُهُ

Artinya:

Jauhilah kalian dosa-dosa yang diremehkan. (Perumpamaan dosa yang diremehkan itu) seperti suatu kaum yang berkumpul pada sebuah lembah, lalu orang ini datang dengan sebatang kayu dan orang itu datang dengan sebatang kayu, sampai mereka bisa mematangkan makanan mereka. Sesungguhnya dosa-dosa yang diremehkan itu manakala pelakunya hendak disiksa dengan sebab dosa itu, niscaya dosa itu akan menghancurkannya.”

Hadits di atas menerangkan bahaya yang dibawa oleh dosa-dosa yang diremehkan. Dosa-dosa yang diremehkan itu biasanya dosa-dosa kecil. Orang tentu akan menghindari dosa-dosa besar; sebab itu merupakan sesuatu yang sudah diketahui akibatnya. Hal ini berbeda dengan dosa-dosa kecil; kenapa? Sebab orang cenderung menganggap enteng dosa kecil tersebut, “ah, nanti kan cukup dengan istighfar” “ah, nanti kan tinggal minta maaf” dan berbagai ungkapan lain yang senada dengan ungkapan di atas.

Kalau saya melihatnya dari sisi lain. Apa itu? SIKAP MEREMEHKAN. Seseorang jika sudah meremehkan dosa yang dia perbuat, maka dia cenderung tidak memperdulikan dosa kecilkah yang dia perbuat, atau dosa besar!

Jadi, pelajaran lain yang dapat diambil dari hadits di atas ialah pesan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada ummatnya agar berhati-hati jangan sampai menganggap remeh segala hal di dunia ini.

Sejarah telah merekam bagaimana suatu pasukan itu hampir kalah bahkan sampai mengalami kekalahan total karena meremehkan lawannya. Pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu, ketika beliau dan para sahabat berperang melawan gabungan pasukan Hawazin dan Thaif yang dinamakan perang Hunain. Pada perang tersebut, jumlah kaum muslimin amat fantastis dibandingkan peperangan yang telah terjadi. Dengan besarnya jumlah muslimin dan sedikitnya jumlah pasukan gabungan Hawazin dan Thaif, membuat pasukan muslimin meremehkan pasukan musuh. Hasilnya? Hampir saja muslimin mengalami kekalahan. Pasukan muslimin kacau balau, bahkan ada sebagian yang melarikan diri mencari keselamatan dari gempuran musuh. Andaisaja Rasulullah dan beberapa sahabat pillihan tidak diam di tempat, memperlihatkan ketabahan sambil menyeru kawan-kawan mereka yang kacau balau agar tenang dan kembali berperang bersama Rasulullah dan dengan idzin Nya, kaum muslimin bisa membalikkan keadaan dan berhasil mematahkan perlawanan musuh, niscaya kaum muslimin pada perang Hunain akan menelan kekalahan yang amat memalukan.

Oleh karena itu, yuk kita instropeksi diri kita sendiri. Apakah kita sering meremehkan orang lain atau tidak? Apakah kita masih meremehkan dosa yang kita perbuat atau tidak? Kalau masih, lekas diperbaiki. Kalau sudah jadi kebaisaan, ubah kebiasaan itu. Kebiasaan itu bisa dirubah; walaupun butuh perjuangan yang tidak ringan tentunya.

Ingat juga kata mutiara dari bangsa arab: “Seseorang itu tidak akan tergelincir karena sebab batu, akan tetapi seseorang itu tergelincir karena pasir

Wallahu a’lamu bish Shawwab.

Antara Reward dan Punism

Februari 20, 2009 pukul 6:00 am | Ditulis dalam R E N U N G A N, Tarbiyah, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Dunia pendidikan Indonesia semakin maju. Hanya amat disayangkan, kemajuan itu hanya mencakup masalah intelgensia saja, tanpa menyentuh sisi emosional murid.

Karena ini pula, sering didapati seorang guru hanya memberi reward (pujian/penghargaan) kepada murid yang pintar atau berprestasi; sedangkan kepada murid yang bodoh atau kurang berprestasi sang guru menyalahkan si murid dan membanding-bandingkannya dengan murid yang pintar.

Seorang guru tidak seharusnya melupakan bahwa kecerdasan murid itu berbeda-beda. Ada yang memang sejak lahir ditakdirkan sebagai seorang yang jenius; tetapi ada pula yang ditakdirkan dengan Intelgensia pas-pasan bahkan kurang. Seorang guru seharusnya arif dan bijaksana dalam mengayomi semua muridnya. Tidak hanya kepada mereka yang pintar saja, tetapi kepada mereka yang bodoh pun sang guru harus menunjukkan penghargaan atas usaha mereka dalam memperoleh hasil belajar.

Sebagai ilustrasi, dua orang murid, yang satu pintar dan yang satu bodoh. Murid yang pintar mendapatkan nilai 8 ke atas, sedangkan murid yang bodoh mendapatkan nilai 6. Biasanya sang guru akan memberikan pujian kepada murid yang pintar karena mendapatkan nilai 8 ke atas. Lalu terhadap murid yang bodoh? biasanya guru akan menegur murid tersebut kenapa bisa mendapatkan nilai 6? padahal temannya yang pintar itu mendapatkan nilai 8 ke atas?

Di sinilah yang hendak saya gugat! Bukankah seharusnya guru memberi penghargaan kepada murid yang bodoh karena mendapatkan nilai 6?! Dengan kebodohannya, si murid sudah berusaha keras untuk belajar sehingga mendapatkan nilai 6. Hal ini tentu saja tidak bisa disamakan dengan murid yang pintar; yang mungkin tanpa belajar untuk persiapan menghadapi ujian pun murid pintar ini pasti mendapatkan nilai 8 ke atas.

Menghargai kesungguhan murid dalam belajar, bukan menghargai nilai yang didapat. Inilah yang inti tulisan semrawut di atas. Seorang guru yang bijak, tentu memilih untuk memberikan reward dan punism berdasarkan kesungguhan yang dilakukan murid; sehingga murid pun akan merasa bahwa usahanya itu dihargai; walaupun nilai yang dia dapatkan mungkin sangat jelek.

Wallahu a’lam bish Shawwab.

PS: Terima kasih (Jazakumullahu khairan) kepada kang Habib atas dialognya, yang menjadi sumber inspirasi tulisan ini.

14 Februari euy…

Februari 18, 2009 pukul 12:12 am | Ditulis dalam R E N U N G A N, Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Tanggal 14 Februari telah lewat sih, tapi nggak ada salahnya ya jika sekarang sedikit ada pembahasan tentang yang sudah lewat.

sebelum dan sesudah tanggal 14 tersebut, beberapa blog maupun mailinglist ramai membicarakan tentang tanggal 14 tersebut. Ada yang setuju dengan acara yang ada di tanggal tersebut, dan ada juga yang anti bahkan menolak acara tersebut.

Lha aku di kubu yang mana? Kira-kira kalau aku jawab bahwa aku berada di daerah abu-abu (tidak pro dan tidak kontra) boleh nggak ya…?

Ah.. sebaiknya aku memihak salah satu kubu. Jadi penonton itu nggak enak, cuma dapet tegangnya saja… payah…; apalagi aku teringat perkataan Habib Muhammad Riziq Syihab; “orang yang netral itu nerakanya paling dalam” he..he..he…

Kalau aku sih ada sedikit ganjalan dengan acara di tanggal 14 (termasuk segala acara yang dilakukan yang tidak ada contohnya dari Syari’at; syari’at? ya dong… kan katanya segala ritual yang berdasarkan agama itu ada pahalanya…). Apa itu? Apa sih manfaatnya jika merayakan tanggal 14 Februari? (kecuali yang lahir di tanggal tersebut tentu boleh ge er dengan menganggap semua orang merayakan hari lahirnya ke dunia, ha..ha..ha..); apakah dengan itu kita betul-betul bisa meningkatkan kasih sayang seperti yang digembar-gemborkan?

Kenapa harus ada manfaatnya? Karena setiap pandangan hidup dalam setiap madzhab, hatta madzhab materialisme, komunisme dll, semua menekankan untuk meninggalkan sesuatu yang sia-sia.Terlebih lagi Agama Islam; Rasulullah menyatakan bahwa Islam seseorang itu dianggap sempurna ketika dia meninggalkan barang/perbuatan yang tidak ada manfaatnya untuk dikerjakan.

So, tentu kita harus tahu untung rugi suatu perbuatan. Kalau menguntungkan, ya dilakukan; tapi kalau tidak, ya ditinggalkan dong… githu aja kok repot…(he..he.. barusan aku njiplak omongannya Gus dur)

Kembali ke masalah 14 Februari, aku ada artikel menarik yang mengaitkan perayaan 14 Februari dengan propaganda sekularisme…

coba baca deh tulisan di bawah ini (atau langsung masuk ke link berikut: True Story behind Valentine’s Day):

Wah tanggal 14 februari nih, kayaknya muda-mudi mulai sibuk dengan perayaan gak jelas dan kabur yang biasa disebut hari valentine. Sebelum anda sibuk merayakan valentine, ada bagusnya juga anda semua menyimak asal muasal hari valentine ini. Kalau anda mengira bahwa sejarahnya adalah mengenai santo valentine itu, kayaknya anda salah besar deh, inilah the true story behind valentines day.
Sejarah Valentine ini kabur dan tidak jelas, ada beberapa versi yang menjelaskan tentang valentines day ini.

Sejarah dari valentine telah dikaburkan dengan adanya legenda khayal St. Valentine, sebenarnya akar dari acara valentine ini adalah Festival yang diadakan di romawi kuno yang disebut dengan Festival Lupercalia, Apa itu festival Lupercallia ?, itu adalah festival, orang-orang romawi kuno penyembah berhala yang merayakan hari kesuburan, anehnya mereka sendiri bingung dewa yang mana yang mereka peringati di hari itu karena ada tiga dewa kesuburan, lupercus, inuus atau faunus yang diperingatai setiap tahun setiap tanggal 13 sampai 15 februari.

Walaupun mereka bingung menghormati dewa yang mana tapi acara tersebut tetap dipertahankan.
Perayaan paganisme (ajaran penyembah berhala) Lupercalia ini cukup menjijikkan, mereka mengorbankan 2 ekor kambing jantan dan anjing jantan, darah persembahannya disapukan kekening, kemudian mereka tertawa-tawa, dan tersenyum. Kemudian mengambil kulitnya yang mereka sebut dengan istilah Februa, kemudian mereka akan bertelanjang dan mengenakan bulu kambing persembahan tersebut, dan lari mengelilingi rute yang telah ditandai dengan batu, sepanjang kota palatine. Para wanita muda akan berbaris mengikutinya, mengharapkan kesuburan. Selain itu ada pula tradisi para pria memilih nama seorang gadis dalam kotak yang kemudian, gadis tersebut akan menjadi kekasihnya selama setahun untuk bersenang-senang dan menjadi objek hiburan bagi sang pria yang memilihnya.

Lalu Paus Gelasius, “meangaransemen” acara ini menjadi hari perayaan umat kristen, disebutlah sebagai Hari peringatan St. Valentines yang kebetulan dalam sejarahnya yang masih kabur diklaim meninggal pada tanggal 14 februari tersebut, yang dimulai sejak tahun 496 M .

St. Valentine yang menjadi mitos dasar perayaan valentine ini memiliki sejarah kabur dan tidak jelas, versinya banyak, dan ceritanya bermacam-macam. Cerita yang paling sering didengung-dengungkan adalah cerita tentang latar belakang hukuman mati santo valentine oleh kaisar romawi Claudius II. Ceritanya atas perintah kaisar, para pemuda dilarang menikah karena, kaisar menganggap, pemuda yang hidup membujang lebih tabah dan kuat dalam berperang. Santo Valentine tidak setuju dengan titah kaisar ini, ia menikahkan banyak pemuda, yang akhirnya diketahui oleh kaisar, sehingga menyebabkan ia dihukum mati.

Tapi cerita mengenai latar belakang tersebut ditentang oleh kaum gereja sendiri, karena menurut mereka latar belakang dihukum matinya santo valentine adalah karena, ia menyatakan tuhannya adalah isa alamasih, bukan para dewa yang disembah oleh orang romawi kuno. Alasan pengambil alihan festival Lupercalia menjadi valentines Day bertujuan untuk menghapuskan tradisi paganisme (penyembahan berhala). Kemudian sejak tahun 1969 ada gerakan yang berusaha menghapuskan perayaan valentine dari kalender gereja karena mitos mengenai santo dan santa yang tidak jelas itu.

Lalu kenapa acara gak jelas ini masih dirayakan sampai sekarang, kalau saya melihatnya begini, Zaman sekarang kapitalisme sudah merajai perekonomian dunia. Dengan adanya perayaan-perayaan gak jelas seperti ini, mereka mengeruk keuntungan yang sangat besar, dari hasil penjualan souvenir-souvenir yang berbau valentine .tengoklah souvenir-souvenir di hari gak jelas tanggal 14 februari itu banyak dan laku keras kan?.

Jadi Propaganda hari valentine ini terus didengungkan biar semua orang tetap percaya dan tetap membeli produk-produk mereka, ada kapitalisme yang bermain dibalik ini. Selain itu misi lainnya adalah menjauhkan anak-anak islam dari kehidupan yang islami, dimana budaya valentine ini banyak digandrungi oleh muda-mudi yang notabene beragama islam. Mereka dididik untuk membiasakan budaya pacaran dan saling kasih sayang dengan salah kaprah kepada lawan jenis yang bukan muhrimnya, dan sialnya lagi mereka gak pernah mikir kalo lagi dibodohin.
Makanya yang ngerayain valentine, mikir-mikir lagi deh. Atau kamu udah gak bisa mikir lagi gara-gara nafsu

Semuanya Naik

Februari 12, 2009 pukul 1:04 am | Ditulis dalam Iseng, Senyum dong... | 1 Komentar

Pada suatu hari, mbah Boy berjalan-jalan bersama temannya di salah satu jalan di kota Solo. Mereka berbincang-bincang seputar harga makanan pokok yang melonjak. Dulu gula harganya sekian, namun sekarang naik, demikian pula daging, beras, dan bahan makanan pokok lainnya. Ketiak melewati sebuah sekolah, mereka mendengar seorang guru bertanya kepada murid-muridnya, “Berapa tujuh dikalikan tujuh?” Murid tersebut menjawab, “Lima puluh sembilan Pak”. Lalu mbah Boy menoleh kepada temannya dan mengatakan, “Dengar, ini juga naik, padahal selama ini tujuh dikalikan tujuh adalah empat puluh sembilan!”.

Jari Tengah Sebagai Pemisah

Februari 12, 2009 pukul 1:03 am | Ditulis dalam Iseng, Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Seorang laki-laki berkata kepada mbah Boy, “Apakah engkau bisa menghitung dengan jari-jarimu dengan baik?” mbah Boy menjawab, “Ya, saya bisa”. Lalu orang tersebut berkata, “Dua kilo gula pasir”. Kala itu, mbah Boy menekuk jari manis dan jari kelingkingnya. Orang tersebut berkata lagi, “Dan dua kilo gandum”. Dan mbah Boy pun menekuk ibu jari dan jari telunjuknya. Maka orang laki-laki tersebut pun bertanya, “Mengapa engkau membiarkan jari tengahmu tegak?” mbah Boy menjawab, “Agar gula pasir dan gandumnya tidak tercampur”.

Pokoknya Pukul!!!

Februari 12, 2009 pukul 1:01 am | Ditulis dalam Iseng, Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Suatu hari, seseorang berjalan melewati segerombolan orang yang sedang beramai-ramai memukuli seorang laki-laki. Lalu, dia pun bertanya kepada salah seorang mereka, “Apa yang dilakukan orang yang kalian pukuli itu?” Orang yang ditanya menjawab: “Demi Allah, saya tidak tahu. Akan tetapi, saya melihat mereka memukulinya, maka saya pun ikut memukulinya untuk mendapatkan pahala dari Allah Azza wa Jalla”.

Pengembala Buta Warna

Februari 7, 2009 pukul 10:01 pm | Ditulis dalam Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Dua orang pemuda sedang menggembalakan sapi mereka. Sambil menunggui sapi-sapi mereka merumput, keduanya pun berbincang-bincang di bawah pohon.

Pemuda 1 : “Humm.., kalau dilihat dari depan, sapi kita tidak ada bedanya yah?”
Pemuda 2 : “Betul juga. Jangan-jangan nanti bisa tertukar.”
Pemuda 1 : “Aku ada ide. Bagaimana kalau kau potong saja sebelah telinga sapimu? Jadi kita bisa bedakan.”
Pemuda 2 : “Ide bagus.”

Akhirnya mereka memotong sebelah telinga sapi milik Pemuda 2.

Pemuda 1: “Wah… akhirnya… sapi kita tidak akan pernah tertukar.”
Pemuda 2: “Benar. Tapi….. kalau dari belakang kok tetap sama yah?”
Pemuda 1: “Benar juga. Jadi bagaimana?”
Pemuda 2: “Begini, karena sapiku sudah dipotong telinganya, bagaimana kalau sekarang sapimu yang dipotong ekornya?”
Pemuda 1: “Setuju !!”

Dan mereka pun memotong ekor sapi milik Pemuda 1.

Pemuda 1: “Nah, akhirnya sapi kita benar-benar tidak akan pernah tertukar.”
Pemuda 2: “Iya. Eh, bagaimana kalau sekarang kita tes dulu. Tuh, ada anak SD lewat. Kalau anak SD saja bisa membedakan, apalagi orang dewasa kan?”
Pemuda 1: “Benar juga. Ayo kita panggil anak itu.”

Pemuda 1: “Nak, bisa tidak kau membedakan kedua sapi itu?”
Anak SD : “Jelas saja bisa. Yang satu warnanya putih, yang satu warnanya coklat.”

Kalau Orang Bodoh Cari Saingan

Februari 6, 2009 pukul 1:32 am | Ditulis dalam Senyum dong... | Tinggalkan komentar

Pada Suatu hari ada seorang Idiot alias bego tapi yg paling kaya raya di Indonesia berasal dari betawi bernama Mali, beliau punya teman bernama otong. Suatu hari mereka bercakap-cakap dengan sengitnya..

Otong : “Mali… gue punya kabar buruk nih!”
Mali : “Kabar buruk apaan?
Otong : “Kabar buruk mengenai ada orang yang bakal jadi saingan elo krn doi orang kaya sedunia!”

Mali : “Haah… apa gue nggak salah dengar? kagak bakal ada orang yang bisa nyaingin gue, mana orangnya kasih tahu dimana rumahnya gue pengen tahu..”
Otong : “Wah.. jauh bener li, dia ada di Amerika..”
Mali : “Baru di Amerika, biar gue lihat kesana pake pesawat pribadi gue, besok gue terbang pengen tahu orang kaya itu..”

Singkat cerita sudah sampailah Mali di Amerika, dengan wajah bingung dan takjub dia sampai di kota New York, begitu lihat Patung Liberty dia langsung bilang… “Wah, bener-bener hebat di Jakarta belon ada yang kayak gini nih, ah gue mo tanya ama yang lewat kali aje die tau yang bikin ini patung, soalnya gue mo pesen satu buat di jejerin di Monas..”.

Ada orang bule yang lagi lewat ditegur sama mali.

Mali : “Sir, aye mo nanya siape ye yang punya itu patung?”
Bule : “What I don’t know!”, sambil terheran-terheran.
Mali : “Hah.. A-do-no, wah bener juga kata si otong pasti die orangnye.

Mali jalan ke San Fransico dia liat jembatan yang terpanjang di dunia, trus dia tanya sama orang bule lagi.

Mali : “Sir, tahu ngga? yang bikin nih jembatan? panjang amat gue jadi pengen juga bangun jembatan kayak gini di Jakarta”
Bule : “What?!, Sorry I don’t Know!”
Mali : “Wah, si A-Do-No lagi, kalo gitu bener die orangnye yang kaya itu,gue jadi pengen ketemu nih.

Tiba-tiba Mali sudah sampai di Washington DC tepat didepan Gedung Putih. Disitu dia bingung plus heran sambil berkata.. “Jangan-jangan ini dia nih, rumahnya si A-do-no gile kayak Istana”,sungutnya dalam hati.

Lalu dia langsung tanya sebelumnya dengan penjaga pintu gerbang Gedung Putih yang pakai seragam, karena biar gimana juga dia orang timur punya sopan-santun mau bertamu ke rumah orang, takut salah alamat.

Mali : “Permission…mau tanya ini rumah siapa ya?”.
Bule : “What!!! Oh sorry I don’t Know!” dengan muka heran.

Sebelum mali beranjak dari tempatnya, karena dia yakin itu rumahnya Mr. A-do-no, tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan tinggi langsung menabrak orang penyebrang jalan. Lihat begitu Mali bengong, dan langsung bertanya sama orang didekatnya…

Mali : “Gile bener,maen tabrak lari aja tuh orang, siapa sih yg ketabrak Mr?!,dengan wajah heran.
Bule : “Sorry, I don’t Know!!!”
Mali : “Hah! A-Do-No??? Alhamdulillah akhirnya A-do-no mati juga…Horeee.” Kagak ada lagi yang bisa nyaingin gue dong!. Dengan gembira Mali langsung balik ke Jakarta mengabarkan kepada sohibnya bahwa yang jadi saingannya udah Mampus alias Mati yang namanya A-Do-No Alias I don’t Know.

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.