Konsisten dong!

Januari 13, 2009 pukul 11:22 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar

“Boykot Produk AS”, Ternyata Cuma Omdo (Omong Doang)

By me

Sejak hebohnya invasi AS ke Irak 2003 lalu, demonstran Muslim seringkali mengusung isu “boykot produk AS” dalam setiap aksi unjuk rasa menentang Amerika. Produk AS yang sering menjadi sasaran adalah restoran fastfood Mc Donalds, berbagai merk rokok, busana, aneka merk kosmetik, pembalut wanita, dan sebagainya. Berkali-kali isu tersebut diusung dengan semangat “idealisme”, bertahun-tahun sudah tidak menunjukkan gejala signifikan penurunan minat masyarakat terhadap berbagai produk AS. Padahal, lebih dari 80% masyarakat Indonesia mengaku Muslim. Ada dua kemungkinan; pertama, kurangnya sosialisasi seruan tersebut ke masyarakat luas, sehingga banyak masyarakat Muslim tidak mendengarnya. Kedua, mereka mendengar, namun tidak menggubris.

Minggu siang, 19 November 2006, saya mengikuti aksi berbagai ormas Islam se-DKI berunjuk rasa menentang kedatangan Bush di Bundaran HI, yang dilanjutkan dengan aksi long march menuju Istana Merdeka. Seperti biasa, seruan boykot produk AS-Yahudi itu ada. Salah seorang peserta demo, membagi-bagikan selebaran yang berisi daftar produk AS-Yahudi yang harus diboykot. Tertulis di situ sejumlah merk, antara lain; Laurier, Johnson & Johnson, Danone, Coca-cola, Sara Lee, Nokia, L’oreal, Revlon, Nestle, Huggies, dan sebagainya.

Tulisan sekedar tulisan, seruan sekedar seruan. Di tengah teriknya panas matahari Jakarta, dan kerasnya loud speaker berisi orasi-orasi provokatif menentang AS, dengan entengnya peserta demo menenggak Aqua, yang antara lain produk Danone. Tidak hanya satu-dua orang, melainkan banyak. Bahkan Fadholi Munir ketua FBR, seusai memberikan orasinya di depan Istana Merdeka, langsung menenggak Mizone, yang juga produksi Danone. Itu baru satu produk, belum lagi jika ada sukarelawan yang mau merazia kantong-kantong mereka, bisa dipastikan tidak sedikit pengguna ponsel merk Nokia, merk yang juga masuk dalam daftar boykot mereka. Itu baru yang mudah terlihat, belum yang tidak kelihatan. Coba, singkap saja celana dalam wanitanya, bukan mustahil jika ada yang lagi “M” akan kedapatan memakai pembalut merk “Laurier”. Bukankah merk-merk tersebut adalah merk-merk yang familier di kehidupan sehari-hari kita?

Iseng punya iseng, saya mendekati seseorang yang membawa pamflet berisi propaganda boykot produk AS-Yahudi, dan menanyakan kenapa masih saja banyak peserta demo yang minum Aqua, padahal katanya “boykot produk AS-Yahudi”? Dia kaget tidak menyangka dapat pertanyaan itu, kemudian terdiam sejenak (mungkin mikir jawabannya), dan membuat jawaban singkat, namun tidak padat dan tidak jelas, serta sedikit emosional; “kamu tanya saja sama yang minum!”. Saya langsung membaca kondisi psikologisnya yang terpojok, dan mempertegas pertanyaan saya: “jika umat Muslim menyerukan boykot produk AS-Yahudi, kenapa kok masih banyak saja yang mengkonsumsi Aqua yang nota bene produk Danone, bahkan Fadholi Munir sekali pun”? Dengan nada meninggi, dia mengulangi jawabannya, “kamu tanya saja sama yang minum!”. Saya tahu diri, daripada darah saya langsung dihalalkan di tempat itu, saya ngalah mundur.

Kemudian saya sengaja menemui seorang peserta yang ketahuan sedang membeli sebotol Aqua, dan menanyakan hal yang sama. Peserta ini agak ramah, namun tidak mampu berpikir logis. Jawaban dia: “saya tidak minum produknya kok, saya minum airnya”. Saya jawab: “tapi pada prinsipnya, bapak membeli kan”? Jawab dia: “ini bukan saya yang beli, tapi teman saya” (memang benar temannya yang membeli, dia kebetulan hanya ditawarkan). Saya langsung mundur mendengar jawaban absurd itu, dan tertawa dalam hati. Tidak ada gunanya berdebat dengan orang yang tidak mampu berfikir logis dan hanya berupaya mencari-cari pembenaran.

Mustahil peserta demo yang minum produk Danone tidak tahu itu termasuk produk yang “diharamkan”. Jika pun mereka benar-benar tidak tahu, maka sosialisasi isu boykot produk AS-Yahudi dan daftar produk-produknya benar-benar tidak efektif. Ratusan pamflet dan flyer yang dicetak tidak ada gunanya, hanya buang-buang uang. Padahal isu boykot itu bukan baru kemaren dicetuskan, tapi hampir di tiap demonstrasi menentang kebijakan AS-Israel. Jangankan berharap seluruh Muslim Indonesia (bahkan dunia) memboykot produk tersebut (dengan tujuan menghambat keuntungan yang diperoleh pihak barat dari berjualan produk-produk tersebut), lha peserta demonstrasi saja tidak menggubrisnya. Itu baru satu produk, belum produk-produk lainnya. Maka, seruan boykot produk AS-Yahudi menjadi sekedar ekspresi emosional, tidak ada langkah kongkretnya.
[Rinaldi Maskinantan]

tanggapan saya:
Memang kata-kata bung Rinaldi di atas agak membikin panas kuping, toh itu merupakan kritik yang membangun untuk ummat Islam. Jadi saya pikir nggak ada ruginya sih mendengar kritikan seperti ini.
Konsistensi, merupakan perkara yang pelik; dari dahulu kala hingga sekarang. Para demonstran yang diceritakan bung Rinaldi di atas adalah contoh yang konkret.
Kenapa harus beli pabrikan Danone jika merk alternatif lainnya ada. Bukankah ada air kemasan merk lokal seperti Dzakya, Kautsar, dan sebagainya…?
Lalu bagaimana dengan barang yang sudah kita beli? Klo membelinya sebelum ada seruan boycott yang sudah, tidak apa-apa, tapi jangan beli merk itu lagi. Bukankah suatu hukum itu tidak bisa berlaku surut?
Yang sudah punya HP Nokia, ya gunakan aja HP itu. Tapi klo mau beli yang baru, ya jangan beli Nokia, Beli merk yang lain.
Pokoknya satu… konsistensi ummat ini yang harus diperjuangkan dalam melakukan boycott produk-produk penyokong Zionis Israel.
Iran saja tidak mati/hancur ketika diembargo total oleh Amerika dan sekutunya. Bahkan Iran sekarang merupakan negara mandiri, tanpa bantuan dari negara manapun.
Hidup tanpa produk penyokong Zionis? siapa takut!!

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. kalau mau boikot produk, tolong perhatikan asal muasalnya…
    danone, nokia bukan asli dari AS lho…
    coba cek dulu, produk asli AS itu apa saja

  2. Iya… yang beredar di Indonesia itu bikinan china, singapura dan India. Tapi, mereka kan pemegang lisensi merk itu kan dari Amerika… coba buka situs ini:
    inminds.com tentang produk-produk yang perlu diboikot…

    Salam kenal… Jangan kapok mampir ya…

  3. ngapain ikut2 an….mau jujur amerika dan israel lah dedengkotnya teknolgi mutahir. gak usah seperti begitu. Malah kelihatan munafik dan tak berpendidikan kita ini.
    Apa yg baik kita ambil, yg jelek gak usah di pake.Toh Amerika bahkan Israel itu ciptaan Tuhan . gak pada tempatnya saling membenci sesama mahkluk Tuhan. Kalau jengkel, ya jengke lah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.