Indonesia yang Merana

Januari 7, 2009 pukul 5:13 pm | Ditulis dalam Triks dan Intriks, Uneg-uneg | 2 Komentar

ketika aku surfing, aku dapatin di blog nya bung kingdion tulisan ini:

Percaya atau tidak, alasan mengapa Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara sekaliber Singapura, Malaysia, dan lainnya adalah sejak kecil orang Indonesia sudah dicekoki dengan lagu yang bisa dibilang aneh.

Lagu anak-anak yang populer ternyata mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, menurunkan motivasi dan yang paling parah menjerumuskan anak ke pembodohan.

Berikut adalah beberapa lagu yang saya temukan keanehannya :

“Aku seorang kapiten….mempunyai pedang panjang…..kalau berjalan prook…prook…aku seorang kapiten…!!!!”

Perhatikan bait pertama. Di situ menceritakan tentang pedangnya, tapi kemudian beralih ke sepatunya. Jelas ini menunjukkan inkonsistensi. Harusnya “Mempunyai sepatu baja …..kalau berjalan prook…prook…” nah itu baru pas, kalo mau menceritakan pedangnya harusnya bernyanyi, “Mempunyai pedang panjang …..kalau berjalan ndul…gondal…gandul…” ya kan…???

“Bangun tidur ku terus mandi…tidak lupa menggosok gigi…habis mandi ku tolong ibu… membersihkan tempat tidurku.”

Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Hal ini sangat bagus dilakukan tapi alangkah baiknya jika si anak berpakaian terlebih dahulu baru membersihkan tempat tidurnya. Bukannya dalam keadaan basah kuyup dan telanjang dia membersihkan tempat tidurnya.

“Naik-naik ke puncak gunung…tinggi…tinggi sekali… kiri kanan kulihat saja…banyak pohon cemara.”

Pada awal lagu sudah bagus. Yaitu si anak semangat untuk mendaki gunung, tapi lama kelamaan si anak kehilangan konsentrasi dan hanya bisa toleh kanan kiri. Kalo di depan ada jurang gimana coba….????

“Naik kereta api tut…tut…tut…siapa hendak turut…ke Bandung…Surabaya…bolehlah naik dengan percuma…ayo kawanku lekas naik keretaku tak berhenti lama.”

Nah, ini nih yang parah. Mengajarkan anak kalo udah dewasa maunya gratisan mulu. Ga heran PJKA rugi terus. Terutama jalur Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya.

“Di pucuk pohon cemara…burung kutilang berbunyi..bersiul-siul sepanjang hari dengan tak jemu-jemu…mengangguk-angguk sambil bernyanyi trili…li…li…li…li…li…”

Perhatikan kalimat terakhir. Emang burung kutilang kalo nyanyi ‘trili…li…li…li…li…li…’……????? Lagu ini tidak mengajarkan anak tentang realita yang sebenarnya.

“Pok ame ame…belalang kupu-kupu..siang makan nasi,kalo malam minum susu….”

Ini jelas lagu buat orang dewasa. Ini kan kegiatan orang dewasa,ya kan?? Kalo anak-anak mau pagi kek, mau siang kek, mau malem kek, ya kerjaaannya cuma minum susu…. Cuma susu.

“Nina bobo…oh…nina bobo…kalo tidak bobo digigit nyamuk.”

Sudah sekian lama ini anak Indonesia tidur dengan cara diancam.

“Bintang kecil di langit yang biru…”

Bintang kan adanya pas malem, emang langit pas malem warnanya biru…..?????

“Ibu kita Kartini…putri sejati…putri Indonesia… harum namanya.”

Namanya Kartini atow Harum sich…???

“Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota…naik delman istimewa ku duduk di muka….”

Kalo duduk di muka , trus pak kusirnya duduk di mana coba??? Lagian kan ga sopan, masa muka orang diduduki….

“Cangkul-cangkul…cangkul yang dalam…menanam jagung di kebun kita….”

Kalo mau nanam jagung kenapa mesti dicangkul dalem-dalem???? Emang mau buat sumur??

Komentar saya:

Benar saja Indonesia nggak maju2, karena sejak dari kecil sudah dicekoki dengan kebohongan2 yang tidak sedikit jumlah. Yang sayangnya, sering diajarkan dari generasi ke generasi. Diajari cara berfikir yang nggak logis.

Anda ingat lirik lagu balonku ada lima; kalo nggak salah liriknya kayak begini:

balonku ada lima, rupa-rupa warnanya, merah, kuning, kelabu, merah muda, dan ungu. meletus balon hijau dor, hatiku sangat kacau, balonku tinggal empat ku pegang erat-erat.

Anda lihat kan… lima warna yang disebutkan tidak ada warna hijau, tetapi simsalabim, yang meletus balon hijau. Aneh bin ajaib. Nggak logis sama sekali.

Setelah tahu begini, apakah kita masih ingin melestarikan budaya yang salah dan nggak karuan seperti ini? Kasihan Indonesia.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hua…ha..ha…hui…hi.hii…
    lucu banget ga sadar ya kalo kita selama ini dibhngi
    ama pembuat lagu yang bloon2 itu

  2. hihihihiiii….
    jadi ge-er nie postinganku di review sampe kaya gini…

    eniwei,tenkyu n salam kenal🙂

    geer nggak pa2 kok.. kan nggak ada yang ngelarang..
    salam kenal balik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: