Sayangi Orang Lain

Januari 4, 2009 pukul 12:03 am | Ditulis dalam Cerita | 4 Komentar

Sikap dan perilaku positif ditunjukkan dengan rasa sayang dan tulus, kepada siapa pun termasuk kepada orang yang memusuhi. Ada contoh menarik tentang hal ini.

Sally baru berusia delapan tahun, ketika adiknya, George, sakit dan harus dioperasi. Penghasilan orang tua Sally pas-pasan, sehingga tidak dapat membiayai operasi tersebut. “Hanya doa dan mukjizat yang dapat menyelamatkan adikmu!” Kata ayah Sally. “Mukjizat? Apa itu?” Bisik Sally dalam hati sambil masuk kamar dan berdoa untuk mukjizat yang dia harapkan. Ternyata adiknya belum juga sembuh.

Lalu Sally kembali ke kamar dan memecah celengan. Uangnya dihitung. Ternyata cuma 1 dolar 11 sen. Berbekal uang itu Sally kemudian pamit membeli obat di apotek. Di sana Sally tidak ditanggapi petugas apotek. Terpaksa Sally mengetuk-ngetuk etalase dengan uang logam. Akibatnya seorang petugas perempuan menghampiri dengan berang dan bertanya: “Mau apa kamu gadis kecil?”

“Saya mau membeli ‘Mukjizat’ untuk kesembuhan adik saya yang sedang sakit!” Jawab Sally mantap sambil menunjukkan uang recehnya. “Maaf gadis kecil, di sini kami tidak menjual ‘mukjizat’. Kami hanya menjual obat-obatan!” Ujar petugas perempuan itu dengan kesal. “Bu, tolonglah! Kata Ayah, hanya ‘mukjizat’ yang dapat menyembuhkan adik saya. Mungkin Ibu dapat menolong saya?” Pinta Sally.

Tiba-tiba seorang pria menghampiri Sally. “Memangnya ‘mukjizat’ seperti apa yang dibutuhkan oleh adikmu?” Tanya Pria tersebut. Sally pun menceritakan persoalan yang dihadapi. Pria yang dengan sabar mendengarkan Sally itu, ternyata CARLTON ARMSTRONG, seorang dokter spesialis bedah terkenal. Dia kemudian menawarkan diri untuk mengoperasi George dan membebaskan seluruh beaya operasi.

“Operasi itu pasti sangat mahal. Kalau saja kamu tidak mempunyai keyakinan dan cinta kasih kepada adikmu, Ibu tidak bisa membayangkan berapa beayanya!” Puji Ibnu sambil memeluk putri kesayangannya. “Bu, harga operasi itu 1 dollar 11 sen ditambah mukjizat” Jawab Sally dengan penuh suka cita.

sumber:

Kubik Leadership

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Cerita yang bagus.
    Sepertinya aku pernah baca cerita ini. Di mana, ya?
    Bisakah kau sebutkan sumber tulisanmu ini?

    Salam kenal, salam ukhuwah.

  2. oh.. ini dari buku kubik leadership, kroyokannya Bp. Farid, Bp. Jamil, dan Bp. Indrawan. Syukron atas sarannya.
    salam Kenal kembali dan salam Ukhuwah.

  3. Good. Jadi lebih mantap.

    Oh ya, aku belum minta izin, tapi sudah masang link-mu di blogku. Nggak keberatan, ‘kan?

  4. Nggak, saya nggak keberatan kok. Malah senang bisa berkenalan dengan bung Shodiq. Bagi-bagi ilmunya ya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: