Takdir itu …. (Bag. 1)
Januari 25, 2011 pukul 1:54 pm | Ditulis dalam Inspirasi, Iseng, R E N U N G A N | Tinggalkan komentarTakdir adalah Perjalanan manusia yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Kalau dilihat dari hadits:
Ketika manusia di dalam masa penciptaan di perut sang ibunda dalam umur 120 hari, Allah mengutus Malaikat untuk memberikan ruh kepada janin dan menuliskan empat hal: Rizqi, Amal perbuatan, Ajal dan Celaka-Bahagia.
Takdir adalah misteri yang tidak bisa dinalar. Takdir tidak terkait dengan persiapan, kemauan, dan usaha manusia.
Sematang apapun persiapan, setebal apapun kemauan, dan sekeras apapun usaha yang dilakukan manusia terkadang menjadi sia-sia tatkala bersua dengan Takdir.
Takdir terkadang menyapa kita secara aneh. Saya punya pengalaman menarik; ketika duduk di kelas persiapan pada tahun 2000, jumlah murid kelas tersebut sekitar 40 anak, putra-putri. Kami memperebutkan hak untuk memasuki Kelas Aliyah. Bagi yang gagal, dipersilahkan mengikuti kelas Muallimin.
Selama setahun penuh, kami berjuang, berlomba untuk menjadi yang terbaik. Saya? nomor 20. Itu adalah nomor rangking pada semester ganjil. Menyerah? Tidak!
Saya langsung tancap gas pada semester genap. Kembali berjuang untuk menduduki 10 besar (kalo 5 besar, jelas nggak mungkin).
Hasilnya? Pada akhir semester genap, saya bisa nongkrong di peringkat 11 dengan nilai rata-rata 6 koma. Sama dengan mbak Sofi di nomor 12. Mbak Sofi unggul di bidang agama, sedang saya unggul di bidang sejarah (hiks..hiks.. kurang 1 tingkat), tetapi karena huruf M lebih dahulu dari huruf S, maka jadinya seperti ini. Di sinilah takdir berperan.
Di akhir semester sebelum liburan, diumumkan bahwa yang diterima di aliyah hanya “7″ orang. (jelas saya di luar hitungan). Selang dua minggu (ketika liburan), beredar kabar bahwa jumlah 7 naik ke 10. Selang 1 pekan, jumlah 10 membengkak 15. (senyumku mulai mengembang lah).
Sehari sebelum kembali masuk kelas, terdengar kabar bahwa yang diterima 11 orang (termasuk aku di urutan buncit he..he..he..).
Inilah takdir, dengan nilai akhir yang sama, dan dibedakan oleh huruf pertama pada nama, jadinya saya masuk aliyah, trus mbak Sofi masuk Muallimat.
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

