Kepemimpinan Rasulullah sas.

Januari 4, 2009 pukul 10:40 am | Ditulis dalam Uneg-uneg | Tinggalkan komentar

Sebentar lagi, Indonesia bakal penuh dengan pengobral janji. Janji menyejahterakan rakyat, meningkatkan mutu pendidikan, menciptakan lapangan kerja, dan lain-lainnya, yang buntutnya bakalan jadi janji kosong.

Sejak 1998, bersamaan dengan bergulirnya reformasi, banyak janji-janji yang diobral; dan kebanyakan tidak berwujud alias OmDo; omong doang. Pengobral janji ini minta gaji yang nggak masuk akal dan tidak ada bukti konkret yang senilai gaji yang diminta.

Bergantinya pemimpin pun tidak membikin Indonesia bangkit. Alih-alih bangkit, malah sekarang terpuruk. Terpuruk dengan berbagai musibah; musibah alam sampai musibah moral (musibah terburuk yang menimpa para pemimpin bangsa ini). Di saat rakyat butuh suri tauladan yang baik, para ‘pemimpin’ tersebut malah sibuk saling cakar, saling sikut, dan sibuk memoles citra untuk menghadapi pemilihan 2009.

Kok tidak ada ya, yang mau menerapkan gaya kepemimpinan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Alih-alih meniru, baru diminta untuk meniru saja mereka sudah sibuk menghindar dengan seribu satu alasan. Yang katanya Indonesia ini negara majemuk (setara atau bertingkat?), sehingga tidak bisa gaya kepemimpinan Rasulullah diterapkan di sini, dan berbagai macam alasan lain. Mereka sibuk menghindar dan beralasan tanpa mau mencobanya terlebih dahulu.

Padahal gaya kepimimpinan beliau itu sukses. Kesuksesan kepemimpinan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ini disebabkan:

1. Dalam memimpin, beliau mengunakan sistem musyawarah.

2. Beliau menghargai orang lain, baik lawan maupun kawan. Metode persuasif sangat diutamakan.

3. Sifat ramah. Kelembutan perangai menjadi lekat dengan pribadi beliau, akan tetapi tidak menafikan sifat keras dan tegas  beliau ketika dibutuhkan.

4.Lebih mementingkan ummat daripada diri beliau sendiri.

5. Cepat menguasai situasi dan kondisi, serta tegar menghadapi musuh.

6. Sebagai  koordinator dan pemersatu ummat.

7. Prestasi dan jangkauan beliau  di segala bidang.

8. Keberhasilan beliau sebagai perekat dasar-dasar perdamaian dan penyatu kehidupan yang berkesinambungan.

9. Beliau merupakan pembawa rahmat bagi seluruh alam.

10. dan beliau menerapkan aturan yang beliau bawa dengan konsisten. Tidak memandang bulu dan tidak pilih kasih.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: